Banyak orang Kristian sering mengajak umat Islam untuk memeluk agama mereka dengan alasan bahwa agama Kristian dianggap sebagai agama yang benar, sementara ajaran Islam hanya palsu. Pertanyaannya, di mana sebenarnya letak kebenaran agama Kristian tersebut? Kriteria-kriteria berikut akan membuktikan apakah suatu ajaran itu benar atau tidak. Jika suatu agama tidak memenuhi kriteria-kriteria ini, maka seharusnya agama tersebut tidak dijadikan pegangan hidup umat manusia.
Ada beberapa alasan mengapa agama Kristian sebaiknya tidak dijadikan pilihan sebagai agama umat manusia.
1. Konsep Ketuhanan
Ajaran Kristian menekankan bahwa Allah terdiri dari tiga oknum, yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Ruhul Kudus. Meskipun ketiga "tuhan" ini dianggap satu. Bagaimanakah pemikiran semacam ini bisa dipahami dengan logika?
Terlebih lagi, salah satu dari "Tuhan" dalam ajaran Kristian, yaitu Yesus (Nabi Isa), yang diyakini sebagai Tuhan Allah sendiri oleh umat Kristiani, diperlakukan seperti manusia biasa. Beberapa dalil yang mendukung argumen ini adalah sebagai berikut:
Dalam Kitab Matius, pasal 4 ayat 5, disebutkan:
"Kemudian setan membawa Yesus ke Bait Suci dan menempatkannya di puncak kuil."
Apakah masuk akal bahwa Tuhan yang disembah dan dimuliakan bisa diatur oleh setan yang terkutuk dan dilaknat? Apakah mungkin setan bisa berhadapan dengan Allah?
Dalam Kitab Matius, pasal 27 ayat 1-2, disebutkan:
"Pada pagi hari, para imam kepala dan tua-tua bangsa berkumpul untuk merencanakan pembunuhan terhadap Yesus. Mereka mengikatnya, membawa-Nya ke gubernur Pilatus."
Apakah mungkin Tuhan bisa diikat oleh manusia dan menyerahkan diri-Nya kepada manusia tanpa kekuatan apa pun?
Sedangkan dalam Kitab Lukas, pasal 2 ayat 21, disebutkan:
"Ketika delapan hari telah berlalu, Sang Anak disunat dan diberi nama Yesus."
Apakah Tuhan perlu disunat seperti manusia biasa? Apakah Tuhan memiliki nafsu duniawi untuk memuaskan diri-Nya?
Dalam kitab Matius, pasal 26 ayat 2, disebutkan: "Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan." Anak manusia yang dimaksud adalah Yesus, yang menunjukkan bahwa Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan. Hal ini menimbulkan pertentangan dengan konsep kepercayaan Kristen bahwa Yesus adalah anak Tuhan, sedangkan ayat di atas menyatakan bahwa Yesus adalah anak manusia.
Dalam kitab Matius, pasal 5 ayat 45, juga disebutkan: "Supaya kamu menjadi anak Bapamu...". Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang taat kepada perintah Tuhan menurut ajaran Yesus akan menjadi anak Tuhan, bukan hanya Yesus sebagai anak Tuhan tunggal.
Dalam kitab Matius, pasal 7 ayat 21 disebutkan: "Bukan tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Surga." Ayat ini menolak orang-orang yang menganggap diri Yesus sebagai Tuhan atau menyerunya sebagai Tuhan, dan menyatakan bahwa hanya orang-orang yang melakukan kehendak Bapa-Nya yang akan masuk Kerajaan Surga.
Jika Yesus benar-benar Allah, mengapa Dia dilahirkan oleh seorang manusia? Apakah Yesus merupakan keturunan Tuhan? Apakah ilmu pengetahuan, baik yang bersifat zahir maupun batin, dapat menerima bahwa Tuhan dapat diperanakkan? Apakah ilmu pengetahuan yang eksak atau yang bersifat abstrak dapat menerima konsep ini?
2. Pertentangan dalam Alkitab
Apakah layak bagi sebuah kitab yang dianggap suci dan datang dari Allah memiliki banyak kesalahan dan ketidaksesuaian di dalamnya? Silakan lihat artikel ini untuk melihat bukti-buktinya.
3. Tidak Ada Ulama dan Tokoh Pemikir
Ajaran Kristen tidak memiliki ulama atau tokoh ilmuan yang dapat menjelaskan lebih lanjut tentang ajaran Kristen atau menerangkan makna ayat-ayat yang terdapat dalam Alkitab. Kekuatan suatu ajaran bergantung pada kekuatan pengetahuan yang dimiliki oleh para ulamanya yang mempertahankan ajaran tersebut.
Ketidakhadiran tokoh agama dalam ajaran Kristen mencerminkan kekurangan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang peran lebih lanjut yang harus dimainkan oleh ajaran Kristen. Agama Kristen hanya menyediakan para pengkhotbah untuk menyebarkan ajarannya kepada manusia, namun tidak mampu melahirkan individu yang benar-benar ahli dan berkualitas dalam konsep kepercayaan tersebut. Seharusnya ada penjelasan yang lebih mendalam tentang konsep agama, konsep ketuhanan, konsep dakwah, dan lain sebagainya yang dapat dijelaskan oleh ulama-ulama Kristen. Mereka yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi manusia sehari-hari dan membimbing mereka ke jalan yang benar. Namun kenyataannya, ajaran Kristen tidak memiliki tokoh ilmuan dalam agamanya dan tidak mampu menghasilkan ulama yang berperan, seperti dalam ajaran Islam, seolah-olah ajaran tersebut membatasi budaya berpikir dan kebebasan berekspresi.
4. Konsep Ijtihad, Tajdid, dan Mujaddid
Setiap ajaran memerlukan ide-ide pembaharuan atau tajdid untuk memperbarui lagi ajaran agama. Maksud pembaharuan atau tajdid ini bukanlah menciptakan suatu bentuk ajaran lain dalam agama atau mengubah ajaran agama atau menciptakan suatu ideologi dalam agama, tetapi yang dimaksud adalah suatu pembaharuan yang memperbaiki ajaran agama yang telah lama ditinggalkan oleh para penganutnya atau memperbaiki segala kesalahan yang dilakukan oleh para penganutnya dengan meninjau kembali apa yang seharusnya dituntut oleh ajaran agama.
Dalam ajaran Islam, terdapat konsep ijtihad yang memicu ide-ide baru terhadap suatu masalah yang tidak terdapat dalam nas atau Kitab Suci, namun hanya memerlukan pemikiran yang tidak melanggar hukum syariah dan tidak keluar dari batas-batas agama. Konsep ijtihad ini terkadang bergantung pada situasi dan tempat tertentu sebagai kesesuaian untuk masyarakat agar tidak terbebani dalam menjalankan ajaran agama.
Ajaran Islam telah melahirkan banyak tokoh ijtihad dalam masalah fiqih seperti Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Hambali, dan lain-lain yang telah banyak memberi kontribusi kepada kehormatan ajaran Islam. Selain itu, terdapat pula tokoh-tokoh mujaddid yang membawa pembaharuan dalam agama seperti Sheikh Mohamed Abduh, Jamaluddin Al-Afghani, Hassan Al-Banna, Syed Qutb, dan lain-lain. Mereka memberikan kontribusi besar kepada ajaran Islam melalui karyanya.
5. Manhaj Kehidupan yang Tidak Jelas
Ajaran yang lengkap dan komprehensif harus memiliki manhaj kehidupan yang jelas dan teratur. Manhaj tersebut mencakup semua aspek kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.
Ajaran Kristen tidak memiliki panduan yang jelas tentang manhaj kehidupannya yang dapat diprogramkan kepada para penganutnya, namun lebih menekankan masalah ketuhanan dan meninggalkan unsur-unsur dunia. Dalam masalah ketuhanan, ajaran Kristen hanya menyentuh tentang pendekatan diri kepada Tuhan dan kepercayaan akan hari kemudian, namun tidak membahas konsep kekuasaan-Nya, konsep ibadah dari aspek 'rububiyyah' atau 'uluhiyyah', juga tidak membahas tentang sifat-sifat Tuhan, perbuatan-Nya, dan hal-hal yang berkaitan dengan Zat-Nya. Oleh karena itu, terdapat kekurangan yang perlu diselesaikan.
Dalam masalah ibadah atau konsep amalan, ajaran Kristen tidak menetapkan batas halal-haram suatu masalah, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan, serta bagaimana menentukan apakah suatu masalah atau benda itu halal atau haram? Dan ajaran Kristen juga tidak memberikan kaedah untuk menunjukkan bagaimana struktur ibadah itu dibangun.
Kondisi seperti ini tidak cukup untuk kesempurnaan hidup manusia. Manusia memerlukan bekal yang lebih untuk perjalanan hidupnya di masa depan dan hari-hari mendatang.
6. Tidak Ada Contoh Masyarakat Kristen
Ajaran Kristen tidak menyediakan contoh bagaimana dakwah yang disampaikan dapat membentuk perubahan pada manusia dan mengarahkan mereka menuju masyarakat yang bersifat kolektif. Ajaran Kristen tidak pernah menetapkan bagaimana bentuk masyarakat yang ingin diciptakan dan arah yang ingin mereka bawa masyarakat tersebut. Tidak ada contoh masyarakat Kristen yang bisa dijadikan patokan bagi umat manusia dan apakah konsep pengasingan diri atau pertapaan ingin dijadikan sebagai masyarakat untuk dijalani? Jika itu yang mereka inginkan, maka pemikiran manusia akan menjadi kaku, nilai-nilai kemanusiaan akan hilang, dan hakikat kehidupan akan pudar.
Islam, di sisi lain, memiliki model masyarakatnya sendiri tanpa campuran unsur atau agama lain, seperti yang telah dibangun oleh Rasulullah S.A.W. di Madinah yang berhasil menyatukan penduduk Madinah yang sebelumnya tidak bersatu dan mempererat tali persaudaraan iman, meskipun mereka tidak terikat oleh ikatan perkawinan atau keturunan.
7. Perselisihan dalam Mazhab
Agama Kristen terbagi menjadi beberapa mazhab yang saling berselisih satu sama lain. Fenomena ini terjadi di Eropa, di mana terjadi pertikaian dan perselisihan antar kelompok penganut ajaran Kristen yang menyebabkan mereka terpecah dan membentuk kelompok-kelompok mereka sendiri. Mereka semua adalah Kristen namun mengidentifikasi diri mereka dengan nama-nama yang khas, seperti Katolik Roma, Protestan, Orthodox, Anglikan, dan Metodis. Penganut sekte Katolik Roma mengakui Paus di Roma sebagai pemimpin agama mereka.
Ketika mazhab Protestan muncul di Eropa yang didirikan oleh Martin Luther, gereja Katolik bangkit menentang pengikut mazhab tersebut dengan segala kekuatan yang mereka miliki. Sejarah menyaksikan beberapa peristiwa pembantaian yang mengerikan, termasuk "Pembantaian Paris" pada 24 Agustus 1572 M di mana pihak Katolik mengundang pengikut mazhab Protestan sebagai tamu di Paris untuk mencari solusi atas pertentangan dan perbedaan pendapat di antara kedua mazhab. Namun, pihak Katolik justru menyerang pengikut mazhab Protestan dan membunuh mereka saat mereka tertidur. Setelah peristiwa tersebut, Raja Charles XI menerima ucapan selamat dari Paus dan raja-raja Katolik serta pembesar mereka. Namun, saat kelompok Protestan mendapatkan kekuatan, mereka juga bertindak ganas dengan melakukan kekerasan terhadap umat Katolik. Luther bahkan pernah menyatakan kepada pengikutnya untuk membunuh dan menyembelih petani yang memberontak sepuasnya.
Kesimpulan
Inti dari ajaran Kristen yang ingin disampaikan oleh para misionaris kepada umat Islam adalah apakah agama ini benar-benar layak untuk ditukar dengan Islam yang suci? Jawabannya adalah tidak! Karena justru ajaran Kristen dianggap rapuh dan membawa ke arah kemunduran dan keganasan. Hanya Islam lah agama yang diakui oleh Allah untuk umat manusia secara keseluruhan, dan hanya Islam lah yang dapat menyelamatkan manusia dari kehinaan. Firman Allah SWT menyatakan, "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku untukmu, dan telah Aku redhai Islam sebagai agama untukmu." (Surah Al-Maidah 5:3)
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.





0 comments:
Posting Komentar