Selasa, 20 Januari 2026

Sejumlah Pertanyaan di Bulan Ramadhan

Posted By: Aa channel media - Januari 20, 2026

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan kebaikan, keberkahan, dan ibadah dengan berbagai macam amal keta'atan. Bulan ini juga menjadi saksi bagi berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil).." (QS. Al-Baqarah: 185)

Di dalam bulan Ramadhan terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Lailatul al-Qadr itu lebih baik daripada seribu bulan" (QS. Al-Qadr: 3)

Allah mewajibkan puasa di bulan Ramadhan dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menganjurkan shalat tarawih di bulan Ramadhan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Barangsiapa mengerjakan qiyam Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam bulan ini terjadi perang besar seperti perang Badar, di mana Allah membedakan antara yang haq dan yang batil.

Bulan Ramadhan juga menjadi saksi pembebasan kota Mekah yang mulia (Fathul Makkah).

Maka, kita harus memahami betapa agungnya kedudukan bulan ini dan melibatkan diri dalam berbagai amal keta'atan seperti puasa, shalat tarawih, tilawah Al-Qur'an, dan i'tikaf sebagaimana Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyibukkan diri dengan berbagai amal keta'atan tersebut. Namun, sayangnya, di zaman sekarang banyak yang lalai dari hal ini.

Sebagian orang malah sibuk dengan kegiatan-kegiatan yang hanya membuang-buang waktu seperti menonton drama, lawakan, pertandingan, dan acara hiburan lainnya.

Beberapa orang sibuk dengan makanan dan minuman selama bulan Ramadan. Mereka tidak memanfaatkan bulan suci ini untuk berpuasa dan shalat, melainkan untuk makan, minum, dan begadang. Mereka begadang sepanjang malam dan tidur sepanjang siang. Mereka bahkan meninggalkan shalat wajib dan mengabaikannya dari waktu yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, ada orang yang sibuk dengan keraguan dan perdebatan tentang awal masuknya bulan Ramadan dan jumlah raka'at shalat tarawih, dengan memperdebatkan dalil-dalil yang terkait dengan masalah tersebut. Ada yang mempertanyakan metode ru'yatul hilal, padahal Rasulullah saw. telah mengatur metode ini sebagai pedoman untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadan. Ada juga yang mencoba menggantikan metode ru'yatul hilal dengan metode hisab falaki, serta mengaitkannya dengan metode hisab. Namun, kita harus ingat bahwa metode hisab adalah buatan manusia yang mungkin memiliki kesalahan. Sedangkan ibadah kita didasarkan pada metode melihat, seperti melihat hilal untuk menentukan awal dan akhir bulan Ramadan. Allah menciptakan mata kita untuk melihat, bukan untuk meragukan. Maka, mari kita jalankan ibadah kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan bukan mengikuti keraguan dan perdebatan yang tidak bermanfaat.

Beberapa orang mungkin merasa ragu tentang waktu subuh dan awal puasa. Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.." (QS. Al-Baqarah: 187). Dari ayat ini, jelas bahwa waktu subuh dan awal puasa dapat diketahui dengan pasti, tanpa ada keraguan. Jika metode hisab bertentangan dengan metode ru'yah (melihat hilal), maka metode hisab tidak diakui.

Ada juga yang meragukan keharusan shalat tarawih. Padahal, Nabi Muhammad saw. memimpin shalat tarawih bagi para sahabatnya, namun meninggalkannya karena khawatir akan diwajibkan. Beliau tidak melarang mereka untuk shalat tarawih secara berjamaah atau sendiri-sendiri. Umar bin Khattab kemudian mengumpulkan mereka untuk shalat tarawih berjamaah.

Terdapat juga keraguan seputar jumlah rakaat shalat tarawih, namun Nabi Muhammad saw. tidak membatasinya. Beliau bersabda bahwa siapa pun yang shalat tarawih dengan iman dan mengharap pahala, dosa-dosanya akan diampuni. Begitu juga dengan shalat bersama imam sampai selesai, akan dicatat sebagai shalat sepanjang malam.

Ada yang ragu tentang shalat tahajjud di sepuluh malam terakhir Ramadan. Nabi Muhammad saw. sangat bersemangat dalam sepuluh malam terakhir tersebut. Beliau memperpanjang shalat malam dan membangunkan keluarganya. Begitu pula para ulama salaf yang berusaha keras dalam shalat malam pada malam-malam tersebut.

Saya, berharap penjelasan ini dapat membantu memahami masalah ini dengan baik dan mengembalikan pada kebenaran. Semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw., keluarga beliau, dan para sahabat beliau. Alhamdulillah atas segala nikmat-Nya. 


 


0 comments: