Sebelum mulai membangun bisnis online, hal pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan yang ingin dicapai, menentukan budget yang tersedia, dan menentukan skala bisnis yang akan dijalankan. Dengan informasi ini, kita akan dapat merumuskan strategi yang tepat untuk bisnis tersebut. Untuk beberapa jenis bisnis online, strategi yang sederhana mungkin sudah cukup efektif. Namun, untuk bisnis online yang lebih kompleks, perencanaan dan strategi yang matang sangat diperlukan.
Tidak peduli seberapa besar atau kecilnya bisnis online yang akan dijalankan, penting untuk memahami kebutuhan di setiap tingkat bisnis sebelum menerapkan strategi. Berikut adalah beberapa tingkatan bisnis online yang perlu diperhatikan.
Bisnis Online Tahap 1 - Menerima Pesanan dengan Cara Interaktif
Bisnis ini merupakan langkah awal dalam dunia bisnis online. Biasanya dipilih oleh para pemula dalam bisnis internet yang memiliki modal terbatas. Dengan menjalankan bisnis dalam tahap ini, kita tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang rumit seperti pengadaan software toko online atau membuat akun merchant.
Cukup dengan memiliki website sederhana, kita bisa menjalankan bisnis online pada tahap ini. Website tersebut bertujuan sebagai sarana pemasaran dan peningkatan layanan bagi bisnis offline yang juga kita jalankan, seperti agen perjalanan yang memungkinkan pelanggan memesan tiket secara online atau hotel yang memfasilitasi pemesanan kamar melalui internet.
Dengan adanya formulir online untuk pemesanan tiket atau kamar, pelanggan akan lebih mudah saat menggunakan layanan bisnis offline yang juga tersedia secara online.
Tingkat bisnis online berikutnya adalah bisnis yang menerima pembayaran secara elektronik untuk produk atau jasa yang ditawarkan. Level ini cocok bagi individu yang memiliki produk atau jasa dengan harga pasti dan tidak terlalu mempermasalahkan ketersediaan barang.
Bisnis online pada level ini terbagi menjadi dua area utama, yaitu bagian depan (front end) dan bagian belakang (back end). Front end berperan sebagai jembatan antara bisnis dan konsumen melalui toko online di internet. Sementara back end berperan sebagai pihak yang bekerja di latar belakang, bertanggung jawab atas kelancaran bisnis, seperti manajemen stok barang, keuangan, dan penawaran khusus.
Bisnis pada level ini tidak memerlukan integrasi sistem antara front end dan back end. Meskipun keduanya beroperasi secara terpisah, bisnis tetap dapat berjalan efektif. Biasanya, bisnis online ini tidak memiliki anggaran khusus untuk pengembangan sistem yang terintegrasi. Contoh model bisnis ini adalah penjualan produk atau jasa secara online.
Sistem pembayaran yang digunakan dalam bisnis online pada tingkat ini bekerja dengan dua tahap. Pertama, situs web atau toko online akan menampilkan informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan. Jika konsumen memutuskan untuk membeli, mereka akan diarahkan ke formulir pembelian.
Setelah formulir diisi dan dikirim oleh konsumen, email akan dikirimkan kepada penjual. Penjual kemudian akan memeriksa data yang diberikan oleh konsumen mengenai pembayaran (kartu kredit atau transfer bank). Jika semuanya sesuai, produk atau jasa akan segera dikirimkan kepada konsumen. Meskipun memakan waktu dan tenaga lebih banyak daripada sistem otomatis, metode pembayaran dua tahap ini lebih efektif dan efisien untuk bisnis online dengan skala kecil. Bisnis ini sederhana dan mudah diimplementasikan. Contoh yang bagus untuk model bisnis online ini adalah perusahaan-perusahaan yang menjual software komputer yang dapat diunduh melalui internet, yang tidak memerlukan sistem inventaris untuk produknya.
Bisnis online level 3 ini merupakan tingkatan lanjutan dari bisnis online level 2. Konsep bisnis ini mirip dengan cara membuat katalog produk secara online, namun dengan kemampuan untuk melakukan transaksi secara otomatis. Perusahaan yang menjalankan bisnis online level ini biasanya juga memiliki operasi offline, namun ada juga yang fokus hanya pada bisnis online.
Sebagai contoh, toko elektronik dan komputer yang memungkinkan pelanggan untuk berbelanja dan melakukan pembayaran secara online. Meskipun memiliki toko fisik, kedua sistem ini tidak terintegrasi. Banyak faktor yang membuat perusahaan memilih untuk tidak mengintegrasikan kedua bagian ini, seperti masalah anggaran atau kebutuhan yang berbeda.
Untuk bisa melakukan transaksi online, bisnis level ini memerlukan akun merchant. Dengan akun tersebut, toko online dapat melakukan pembayaran secara langsung. Kemampuan untuk melakukan transaksi secara real time sangat penting dalam bisnis online level 3 ini.
Total integrasi adalah level tertinggi dan paling kompleks dari sebuah bisnis online. Level ini mencakup semua tingkat sebelumnya, ditambah beberapa kelebihan lain. Integrasi total berarti semua sistem bekerja bersama-sama dan saling bergantung. Ini berarti sistem inventory, manajemen konsumen, database produk, pembuatan akun, proses pembayaran, validasi, pengepakan, dan pengiriman, semua bekerja dalam satu sistem yang terpadu.
Perusahaan yang berkomitmen untuk menjual dan memasarkan produk mereka secara online adalah para pelaku bisnis online level ini. Dibutuhkan investasi yang cukup besar untuk membangun dan menjalankan sistem yang terintegrasi ini. Oleh karena itu, bisnis level menengah ke bawah biasanya memilih untuk tidak menggunakan sistem ini.
Namun, bagi perusahaan dengan skala menengah ke atas, yang memiliki operasi yang luas, berbagai produk, harga yang beragam, serta konsumen dari berbagai kalangan, sistem terintegrasi ini akan memberikan banyak kemudahan. Persaingan yang ketat kadang-kadang membuat sistem terintegrasi menjadi suatu keharusan. Harapan dari calon konsumen juga menjadi alasan mengapa pebisnis level ini menggunakan sistem terintegrasi secara total, untuk tetap bersaing di pasaran.
Fitur-Fitur Toko Online telah dibahas sebelumnya untuk sistem terintegrasi ini. Dari situ, kita sudah mengetahui berbagai fasilitas yang bisa dimiliki oleh bisnis online yang menggunakan sistem ini. Amazon adalah contoh yang baik untuk sistem dan bisnis online level ini.
Dengan informasi ini, kita bisa merencanakan bisnis online kita di masa depan, sesuai dengan pengalaman, kemampuan, dan modal yang dimiliki. keterampilan yang diperlukan, biaya yang harus dikeluarkan, jumlah karyawan yang dibutuhkan, potensi internasional, metode pembayaran, pemasaran online, pendapatan tambahan, dan contoh-contohnya. Jadi, tunggu informasi selanjutnya!



0 comments:
Posting Komentar