Kanker serviks adalah jenis kanker yang dapat menyerang organ reproduksi wanita, yaitu serviks atau leher rahim. Penting bagi kita untuk memahami gejala dan cara pencegahan kanker serviks agar dapat mendeteksi penyakit ini sejak dini.
Kanker serviks dapat menimbulkan gejala seperti nyeri panggul, pendarahan di luar siklus haid, atau keputihan yang berbau tidak sedap. Cara terbaik untuk mendeteksi kanker serviks adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin seperti pap smear atau tes HPV.
Untuk mencegah kanker serviks, kita dapat melakukannya dengan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, menerapkan pola makan sehat, dan rutin berolahraga. Selain itu, vaksin HPV dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker serviks.
Dengan memahami gejala dan cara pencegahan kanker serviks, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjaga kesehatan reproduksi wanita secara optimal. Jadi, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan rutin dan menjaga gaya hidup sehat untuk mencegah risiko terkena kanker serviks.
Kanker ovarium adalah salah satu jenis kanker yang sering menyerang wanita. Penting bagi kita untuk memahami gejala dan cara mendeteksi kanker ovarium secara dini. Selain itu, mencegah penyakit ini juga sangat penting untuk menjaga kesehatan kita.
Kanker ovarium dapat dideteksi melalui beberapa cara, seperti pemeriksaan rutin oleh dokter dan tes pencitraan. Gejala-gejala seperti nyeri perut yang menetap, perubahan berat badan yang tidak wajar, dan perubahan pola buang air kecil adalah tanda-tanda yang perlu diperhatikan.
Untuk mencegah kanker ovarium, penting untuk menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan merokok. Selain itu, mengurangi stres dan menjaga berat badan ideal juga dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker ovarium.
Dengan memahami gejala, melakukan deteksi dini, dan menerapkan gaya hidup sehat, kita dapat mengurangi risiko terkena kanker ovarium. Jaga kesehatan anda dengan baik dan hindari faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit ini.
Dewasa ini, seiring bertambahnya umur harapan hidup, terjadi perubahan pola penyakit. Jika dulu penyakit yang dominan adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit, bakteri, atau virus, kini yang lebih mendominasi adalah penyakit generatif dan keganasan. Meskipun demikian, penyakit infeksi juga tetap menjadi perhatian utama dalam kesehatan saat ini.
Wanita adalah makhluk yang lembut dan perlu dilindungi, mereka menyumbang 2/3 populasi di Bumi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali penyakit yang dapat menyerang mereka, terutama penyakit keganasan. Kanker payudara dan kanker leher rahim adalah penyakit keganasan yang paling umum terjadi pada wanita, dengan kanker leher rahim menjadi penyebab kematian tertinggi.
Di bidang kandungan, kanker ovarium merupakan jenis keganasan yang paling mematikan, menyebabkan kematian pada 125.000 wanita di seluruh dunia dari total 204.000 kasus yang terdiagnosis. Di Amerika Serikat pada tahun 2007, dari 22.430 kasus kanker ovarium, sebanyak 15.280 wanita meninggal dunia. Angka insiden kanker ovarium cenderung meningkat dalam dua dekade terakhir.
Kanker ovarium adalah jenis kanker yang bermula dari organ ovarium pada wanita, dimana sekitar 90% diantaranya berasal dari lapisan epitel ovarium. Sifat epitel ovarium yang multipotensial membuatnya dapat berubah menjadi berbagai tipe tumor, seperti tumor serous, mucinous, endometrioid, clear cell, brener, dan unifferentiated. Penting untuk mengetahui apakah tumor tersebut bersifat jinak, borderline, atau ganas. WHO telah membuat klasifikasi kanker ovarium yang digunakan secara luas dalam praktek medis.
Faktor Risiko
Dalam mengenali penyakit ini penting bagi untuk diketahui apa saja faktor risiko yang dapat menginduksi terjadinya penyakit ini, antara lain sebagai berikut:
1. Faktor Reproduksi
Adanya riwayat reproduksi yang buruk terdahulu, memiliki anak yang sedikit (kurang dari 3), infertilitas, wanita lajang, menopause yang terlambat serta usia menarche (mens pertama kali) yang terlalu muda merupakan faktor risiko. Faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko kanker ovarium adalah menyusui, namun belum diketahui secara pasti hubungan antara berapa lama menyusui dengan penurunan risiko.
2. Faktor Hormonal
Penggunaan hormon eksogen pada pengobatan yang berhubungan dengan menopause dapat meningkatkan risiko kanker ovarium, peningkatan berat badan juga berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit ini.
3. Faktor Genetik
Pada umumnya kanker ovarium bersifat sporadis, namun faktor keturunan menyumbang angka 5-10%, sehingga riwayat keluarga merupakan faktor penting dalam menentukan apakah seorang wanita memiliki risiko terkena kanker ovarium.
4. Faktor Lingkungan
Ras Kaukasian di negara-negara industri memiliki rata-rata tertinggi terkena penyakit ini. Pola diet ala western atau barat yang kaya daging dan sedikit sayuran telah diteliti meningkatkan insiden penyakit. Konsumsi tembakau juga meningkatkan risiko terutama jenis tumor mucinous. Sayur-sayuran memiliki efek menguntungkan menurunkan insiden kanker ovarium.
Gejala dan keluhan
Setelah mengetahui faktor risiko, penting untuk mengenali gejala dan keluhan penyakit ini. Gejala yang umum dirasakan oleh pasien tidaklah khas. Keluhan yang paling sering muncul adalah perasaan berat dan tidak nyaman di perut bagian bawah disertai nyeri, yang akan semakin parah seiring dengan perkembangan penyakit. Selain itu, pasien juga dapat mengalami sering kencing dan sulit buang air besar, terutama jika massa tumor menekan saluran kencing dan pencernaan.
Pada pemeriksaan fisik, terutama pada perut dan kandungan, seringkali ditemukan massa di dalam panggul dengan berbagai variasi. Akurasi pemeriksaan fisik sekitar 70,2%, namun hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kerjasama pasien, indeks massa tubuh, dan lain-lain. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan tambahan seperti USG dan penanda tumor (CA 125) untuk diagnosis yang lebih pasti. USG transvaginal lebih disarankan daripada trans abdominal karena memberikan gambaran yang lebih tajam, namun tidak dapat dilakukan pada pasien yang masih perawan.
Kombinasi anamnesis, pemeriksaan USG, dan penanda tumor akan menghasilkan Risk of Malignancy Index (RMI) yang lebih akurat dalam memprediksi keganasan ovarium sebelum operasi. Pembedahan memegang peranan penting dalam penatalaksanaan penyakit ini, terutama untuk menegakkan diagnosis, menentukan stadium penyakit, dan melakukan pengangkatan tumor.
Namun, pencegahan tetap merupakan langkah paling penting dalam memerangi penyakit ini. Pencegahan melalui meminimalkan faktor risiko, menjalani pola hidup sehat, diet seimbang, pemeriksaan rutin ke dokter, serta penggunaan kontrasepsi oral dapat membantu menurunkan risiko penyakit ini. Bagi wanita dengan risiko tinggi, bedah profilaksis dengan pengangkatan kedua ovarium di atas usia 35 tahun dapat menjadi pilihan untuk mencegah penyakit ini.



0 comments:
Posting Komentar