Kamis, 04 Desember 2025

Mengeksplorasi Teknologi yang Akan Menjadi Tren

Posted By: Aa channel media - Desember 04, 2025

Pandemi Covid-19 telah berdampak pada hampir seluruh aspek masyarakat, termasuk perusahaan yang juga terkena imbasnya. Berbagai sektor bisnis dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terjadi. Menurut hasil studi Gartner, pandemi Covid-19 telah menciptakan tren baru, yaitu people centricity, location independence, dan resilient delivery.

People centricity menekankan bahwa manusia tetap menjadi pusat dari semua aktivitas bisnis, meskipun telah terjadi perubahan besar dalam cara bekerja dan berinteraksi akibat pandemi. Location independence mengacu pada pergeseran aktivitas karyawan, konsumen, pemasok, dan ekosistem organisasi, yang membutuhkan peralihan teknologi untuk mendukung proses bisnis baru. Sementara itu, resilient delivery menuntut perusahaan untuk adaptif dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan tantangan yang muncul.

Berdasarkan tren perubahan ini, Gartner memprediksi adanya 9 teknologi yang akan populer di tahun 2021. Salah satunya adalah Internet of Behaviors (IoB), yang mengkaji cara menggunakan data untuk mempengaruhi perilaku manusia. Dengan tingginya penggunaan teknologi saat ini, data dapat digunakan untuk memahami dan memengaruhi perilaku manusia melalui dunia digital. IoB mengumpulkan dan menganalisis data dari sensor dan berbagai aplikasi, yang akan memiliki dampak pada etika dan implikasi sosial sesuai dengan tujuan analisis data yang dilakukan. Implementasi IoB juga akan dipengaruhi oleh hukum perlindungan privasi yang berlaku di berbagai negara.

Misalnya, untuk kendaraan komersial, sistem telematika dapat memantau perilaku pengemudi, seperti pengereman tiba-tiba atau manuver belokan yang mendadak. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja, pemetaan, dan keamanan pengemudi. Total Experience, yang menggabungkan berbagai pengalaman seperti multiexperience, customer experience, employee experience, dan user experience untuk mengubah bisnis. Tujuan utama dari total experience adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi, meningkatkan kepuasan pelanggan dan karyawan, serta membuat perbedaan agar bisnis tetap bersaing. 

Privacy-enhancing Computation menggabungkan teknologi untuk melindungi data saat digunakan, seperti menyediakan lingkungan terpercaya di mana data sensitif dapat diproses dan dianalisis, pemrosesan data secara desentralisasi, dan enkripsi data untuk keamanan. Tujuan dari privacy-enhancing computation adalah memungkinkan perusahaan berkolaborasi di berbagai lokasi tanpa mengorbankan keamanan data. Distributed Cloud adalah layanan cloud yang didistribusikan ke berbagai lokasi fisik namun tetap dikelola oleh penyedia cloud. Tujuan dari distributed cloud adalah untuk mengurangi latensi, biaya penggunaan data, dan mematuhi peraturan yang menuntut data tetap berada di lokasi tertentu. Konsep ini memungkinkan perusahaan untuk tetap memanfaatkan cloud publik tanpa perlu mengelola private cloud sendiri, yang dapat menyebabkan biaya tinggi dan sulit dikelola. Dengan demikian, distributed cloud diprediksi akan menjadi masa depan teknologi cloud.

Kelima, Operasi Dimanapun, adalah model operasional perusahaan di mana proses bisnisnya bisa diakses dan dijalankan dari mana saja (baik oleh konsumen, karyawan, maupun mitra bisnis tanpa harus bertemu langsung). Keberadaan model operasi dimanapun ini menjadi sangat penting bagi bisnis untuk mengatasi tantangan yang dihadapi selama pandemi Covid-19. Keenam, Jaringan Keamanan Siber, merupakan pendekatan arsitektur terdistribusi untuk menciptakan kontrol keamanan yang dapat ditingkatkan, fleksibel, dan dapat diandalkan.

Karena saat ini banyak aset teknologi yang berada di luar batas keamanan tradisional. Jaringan keamanan siber memungkinkan batas keamanan yang didefinisikan berdasarkan identitas pengguna atau barang. Ini juga memungkinkan pendekatan keamanan yang lebih modular dan responsif dengan fokus pada kebijakan. Ketujuh, Bisnis Komposabel Cerdas, adalah jenis bisnis yang dapat menyesuaikan dan berubah fundamental sesuai dengan kondisi yang ada. Perusahaan yang ingin mempercepat strategi bisnis digital harus menjalankan bisnis dengan fleksibilitas dan menggunakan data yang ada untuk mengambil keputusan dengan cepat. Agar berhasil melakukannya, perusahaan harus memiliki akses yang lebih baik pada informasi. Dengan cara menambahkan informasi dengan wawasan yang lebih baik dan memiliki kemampuan untuk merespons dengan cepat implikasi dari wawasan tersebut. 

Kedelapan, Rekayasa AI. Strategi rekayasa AI akan difokuskan pada performa, skalabilitas, interpretabilitas, dan keandalan model AI untuk mengoptimalkan investasi AI yang dilakukan perusahaan. Rekayasa AI bertujuan untuk mengintegrasikan AI ke dalam proses DevOps dan serangkaian proses yang terisolasi. Karena seringkali proyek AI mengalami masalah terkait pemeliharaan, skalabilitas, dan tata kelola. Kesembilan, Hiperotomatisasi, adalah konsep di mana suatu perusahaan mengotomatisasi prosesnya dengan memanfaatkan kerjasama antara manusia dan mesin dalam melatih alat otomasi. Dari proses ini diharapkan mereka dapat membuat keputusan secara mandiri dengan menggunakan kecerdasan buatan dan menjalankan tugas yang sebelumnya hanya dilakukan oleh manusia. Tren hiperotomatisasi ini dimulai dengan otomatisasi proses robotik yang menjadi alat produktivitas dalam bisnis.

Selain 9 tren tersebut, perusahaan juga harus memperhatikan beberapa tren teknologi lain di tahun 2021. NTT Ltd., perusahaan penyedia teknologi, meramalkan 5 tren teknologi menjanjikan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan keamanan bisnis, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan mengurangi dampak pada lingkungan. Pertama, Jaringan All-Photonics (APN), yang akan memperkuat komunikasi global. APN melibatkan penggunaan kabel optik dan hibrid. Jaringan ini memungkinkan transmisi informasi end-to-end antara terminal dan server, dengan kemampuan mentransfer volume data besar tetapi menjaga kualitas tinggi dan latensi rendah. Yang terpenting, jaringan APN juga ramah lingkungan dan hemat daya.

Kedua, Cognitive Foundation (CF), yang akan menghubungkan dan mengontrol segala hal. Kecerdasan komputer CF berfokus pada manajemen terpusat dan alokasi sumber daya TIK cerdas untuk integrasi antarmuka suara, video, dan lainnya yang mendukung Internet of Things (IoT). Melalui penghubungan sumber daya TIK secara virtual dan integrasinya dengan sistem dan jaringan yang beragam, CF menciptakan platform pemrosesan informasi yang mampu menganalisis dan memprediksi tanpa terbatas oleh format sistem atau data.

Ketiga, Digital Twin Computing (DTC), yang akan memungkinkan analisis prediksi dengan mengintegrasikan dunia nyata dan virtual. Digital twin adalah representasi virtual dari lingkungan, produk, atau aset dunia nyata. DTC akan memungkinkan pengujian lingkungan berbeda melalui reproduksi skala dunia nyata yang sebelumnya tidak mungkin, dengan menggabungkan dan bertukar berbagai digital twin dari benda dan orang. Informasi ini dapat diaplikasikan dalam sistem prediksi kemacetan lalu lintas atau dalam memprediksi penyakit dengan akurat.

Keempat, Perkembangan Citizen Developer dan Robotic Process Automation (RPA) akan mengubah wajah bisnis. Dengan platform low-code/no-code yang diciptakan, siapa pun dapat membuat aplikasi bisnis menggunakan data perusahaan mereka, menciptakan keunggulan yang signifikan bagi bisnis mereka. Kelima, Komputasi Kuantum dan Edge membawa era baru dalam dunia komputasi. Lebih banyak pekerjaan komputasi dapat dilakukan secara lokal di tepi jaringan (edge) daripada di pusat cloud, mengurangi penundaan yang mungkin terjadi. 

 



0 comments:

Posting Komentar