Kamis, 04 Desember 2025

Mengenal Web3 serta Keuntungannya

Posted By: Aa channel media - Desember 04, 2025

Baru-baru ini, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi blockchain, muncul berbagai istilah baru yang turut serta dalam tren ini. Salah satunya adalah cryptocurrency, Non-Fungible Tokens (NFT), metaverse, hingga Web3. Mungkin masih sedikit orang yang familiar dengan istilah Web3 atau Web 3.0.

Web3 atau Web 3.0 sendiri merupakan konsep yang belum memiliki definisi standar hingga saat ini, bergantung pada perspektif orang yang menggambarkannya. Beberapa berpendapat bahwa Web3 adalah tahap lanjutan dari perkembangan internet, sementara yang lain menganggapnya sebagai upaya para pengusaha besar untuk menggeser dominasi perusahaan teknologi raksasa saat ini.

Salah satu alasan utama di balik upaya untuk menciptakan Web3 adalah karena sebagian besar platform internet yang populer saat ini dikendalikan oleh segelintir perusahaan besar yang memanfaatkan data pengguna. Konsep utama dari Web3 adalah menggabungkan berbagai teknologi seperti blockchain, cryptocurrency, NFT, dan lainnya untuk menciptakan internet yang lebih independen dari kekuasaan perusahaan-perusahaan teknologi.

Para pendukung Web3 ingin melihat internet berada di tangan pengguna, bukan di bawah kendali perusahaan-perusahaan yang menentukan aturan main. Web3 pada dasarnya adalah cara baru bagi individu untuk menjelajahi internet tanpa harus mengorbankan privasi dan data pribadi yang berharga.

Untuk memahami konsep Web3, kita perlu melihat ke belakang dan mengenal lebih dalam tentang versi Internet sebelumnya. Fase pertama Internet dimulai pada tahun 1991, di mana pengguna hanya berperan sebagai konsumen pasif konten. Situs web pada saat itu, seperti Space Jam, lebih bersifat statis dan memberikan informasi kepada pengguna tanpa interaksi yang signifikan. Web 1.0 pada dasarnya adalah tentang membaca tanpa kemampuan untuk berpartisipasi aktif.

Pergeseran besar terjadi pada awal tahun 2000-an dengan munculnya Web 2.0, di mana pengguna mulai berperan sebagai pembuat konten utama di platform seperti YouTube, Facebook, dan Twitter. Internet menjadi lebih interaktif, sosial, dan kolaboratif, tetapi mengharuskan pengguna untuk memberikan informasi pribadi kepada perusahaan yang mengendalikan platform tersebut. Meskipun pengguna dapat berperan dalam industri konten, namun perusahaan tetap memiliki kendali atas platform tersebut.

Web3 diharapkan menjadi evolusi selanjutnya dari Internet, di mana pengguna bukan hanya menciptakan konten tetapi juga memiliki kendali penuh atas platform tempat konten mereka berada. Platform media sosial dan mesin pencari akan menjadi desentralisasi, menggantikan entitas terpusat seperti Facebook, Twitter, dan Google. Artinya, pengguna akan memiliki kekuatan untuk mengelola dan mengontrol platform mereka sendiri tanpa campur tangan perusahaan besar di belakang layar.

Meskipun belum ada definisi pasti tentang Web3, konsep ini merujuk pada Internet yang dijalankan oleh jaringan terdesentralisasi berbasis teknologi blockchain. Blockchain adalah buku besar digital yang digunakan untuk melacak transaksi cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum.

Cryptocurrency, dalam teorinya, tidak bergantung pada otoritas pusat seperti bank. Begitu pula dengan Web3, yang juga dirancang untuk beroperasi tanpa otoritas pusat. Keunggulan dari jaringan ini terletak pada platform yang tidak dikuasai oleh satu entitas, namun tetap dapat dipercaya oleh semua pihak. Hal ini terjadi karena seluruh pengguna dan operator jaringan harus mematuhi aturan yang sama, yang dikenal sebagai protokol konsensus.

Selain itu, jaringan ini memungkinkan transfer nilai atau uang antar rekening. Dua konsep utama - desentralisasi dan uang digital - menjadi kunci dalam memahami Web3.

Web3 atau Web 3.0 adalah konsep yang merujuk pada evolusi selanjutnya dari Internet. Konsep ini dirancang untuk mengatasi masalah umum yang terjadi pada Internet saat ini, serta membangun ekosistem online yang berfokus pada interaksi manusia yang personal.

Web 3.0 dibuat tanpa adanya otoritas pusat yang mengawasi, melainkan melalui kolaborasi berbagai entitas seperti perusahaan swasta, organisasi non-profit, dan individu yang bekerja bersama secara independen.

Entitas yang berbeda ini menghadapi pengembangan internet versi tiga dengan pendekatan yang beragam. Web3 Foundation fokus pada pembuatan pedoman untuk sistem Web 3.0 secara keseluruhan, sementara ConsenSys Labs membantu wirausahawan dalam membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang dapat mengubah wajah internet versi baru.

Web3 adalah terobosan yang menghadirkan jaringan terbuka, tanpa kepercayaan, dan tanpa izin. Jaringan ini bersifat terbuka karena dibangun dari perangkat lunak open-source dan dikelola oleh komunitas pengembang yang terbuka. Trustless, karena peserta dapat berinteraksi tanpa perlu melibatkan pihak ketiga yang dipercayai. Permissionless, di mana siapa pun dapat berpartisipasi tanpa izin dari pihak berwenang.

Berbeda dengan Web 2.0 yang didorong oleh telepon seluler, media sosial, dan cloud, Web3 dibangun di atas inovasi teknologi baru seperti edge computing, jaringan data terdesentralisasi, dan kecerdasan buatan.

Keuntungan utama Web3 adalah mengatasi masalah pengumpulan data pribadi oleh jaringan pribadi yang digunakan untuk keuntungan pihak ketiga. Dengan jaringan terdesentralisasi, tidak ada entitas yang mengontrolnya, dan aplikasi terdesentralisasi yang dibangun di atasnya bersifat terbuka. Keterbukaan web yang terdesentralisasi memastikan tidak ada yang bisa mengendalikan data atau membatasi akses, memungkinkan siapa pun untuk terhubung dengan berbagai aplikasi tanpa izin dari otoritas pusat.

Di Web3, uang memiliki nilai yang sebenarnya. Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang terikat oleh regulasi pemerintah dan terbatas oleh batasan geografis, uang di Web3 bersifat instan, global, dan tidak memerlukan izin. Hal ini juga memungkinkan penggunaan token dan cryptocurrency untuk menciptakan model bisnis dan ekonomi yang baru, yang dikenal dengan istilah tokenomics. Sebagai contoh, iklan di web yang terdesentralisasi tidak perlu mengandalkan penjualan data pengguna kepada pengiklan, melainkan dapat memberikan imbalan kepada pengguna dalam bentuk token atas melihat iklan.

Secara singkat, Web3 membuka pintu bagi masa depan di mana pengguna dan mesin dapat berinteraksi dengan data, nilai, dan pihak lain melalui jaringan peer-to-peer. Dengan demikian, interaksi tidak lagi memerlukan perantara. 

 



0 comments:

Posting Komentar