Rabu, 19 Agustus 2026

Learning by doing and practicing to understand things better

Posted By: Aa channel media - Agustus 19, 2026


Dalam pembelajaran aktif, siswa tidak hanya mendengarkan guru. Sebaliknya, mereka mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, mengatakan apa yang mereka pikirkan, dan menjelaskan apa yang mereka ketahui. 


Guru menjadi lebih seperti teman atau pemandu, membantu siswa belajar dengan melakukan dan berbicara satu sama lain. Seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya, pembelajaran aktif melibatkan banyak bagian yang membantu membuat pembelajaran menyenangkan, nyaman, dan fokus. 


Seorang siswa adalah bagian yang paling penting. Siswa perlu benar-benar ingin belajar dan merasa bersemangat tentang belajar. Bahkan jika orang lain mencoba membantu, jika siswa tidak tertarik dari dalam, mereka tidak akan belajar secara aktif, dan mereka mungkin tidak mencapai tujuan mereka. 


Keluarga penting karena mereka mengajar dan membimbing anak sebelum sekolah dimulai dan membantu menunjukkan jalan yang benar. Guru seperti dalang atau sutradara. Mereka perlu membuat pembelajaran menyenangkan dan menarik. 


Guru yang baik tahu banyak tentang mengajar, memahami bagaimana anak berpikir, dan menggunakan metode serta strategi yang baik untuk membantu siswa belajar lebih baik. Ini tentang bagaimana suasana kelas. Guru perlu memahami kelas dan siswa dengan baik sehingga mereka dapat memilih cara yang tepat untuk mengajar. 


Guru harus membuat pembelajaran menyenangkan dari awal sampai akhir. Untuk membuat pembelajaran aktif berjalan dengan baik, semua alat dan pengaturan yang diperlukan harus tersedia, baik di dalam maupun di luar kelas. Jika beberapa alat hilang, guru perlu kreatif dan mencari cara untuk menjaga pembelajaran tetap menyenangkan dan aktif tanpa alat tersebut.


C. Waktu pelaksanaan pembelajaran aktif


Ketika ditanya kapan pembelajaran aktif harus dibuat, jawabannya adalah ketika suasana belajar sudah terbentuk atau ketika belajar tidak aktif (statis), atau juga dapat disebut sebagai kegiatan belajar pasif.


Buku ini menjelaskan bahwa kegiatan belajar atau pendidikan seharusnya secara ideal menciptakan suasana belajar aktif di mana saja dan kapan saja, terutama untuk siswa sebagai objek pembelajaran. 


Namun, hal ini sangat sulit karena kebanyakan guru tidak mampu menciptakan suasana aktif, sehingga proses belajar menjadi monoton atau bahkan menurun. Mengenai fase atau urutan, harus dipertahankan sedemikian rupa sehingga selalu tetap aktif, yaitu:


a) Dari awal pembelajaran,


Seorang guru didorong untuk mengaktifkan siswa sejak awal. Mengapa demikian? Karena jika mereka aktif sejak awal, materi dapat disampaikan dengan lebih mudah, penyampaian selanjutnya dapat dikendalikan dengan baik, dan semangat belajar meningkat.


Dalam buku ini, Melvin L. Silberman menjelaskan secara rinci langkah-langkah untuk menciptakan suasana belajar aktif bagi siswa dari awal, yang umumnya terdiri dari tiga:



Setiap dari ketiga langkah ini memiliki metode atau langkahnya sendiri.


b) Selama proses (tengah) waktu belajar


Sangat penting bagi seorang guru untuk berusaha memungkinkan siswa (murid mereka) secara aktif memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap dengan menggunakan setiap metode dan strategi selama itu memfasilitasi proses belajar.


Untuk mewujudkannya, setidaknya delapan langkah harus dipertimbangkan:


1. Kegiatan belajar di kelas yang lengkap,

2. Merangsang diskusi kelas,

3. Mengajukan pertanyaan,

4. Pembelajaran koperatif,

5. Pengajaran sebaya,

6. Pembelajaran mandiri,

7. Pembelajaran efektif, dan

8. Pengembangan keterampilan.


Delapan langkah ini memiliki langkah-langkah teknis dan rinci lebih lanjut sebagai penjelasan untuk kedelapan langkah di atas.


c) Akhir pembelajaran,


Pentingnya pembelajaran aktif di akhir adalah bagaimana seorang guru dapat memotivasi siswa dan memberikan trik agar apa yang telah disampaikan atau dipelajari tidak dilupakan oleh siswa.


Terkait topik ini, Melvin L. Silberman membaginya menjadi empat fase, yaitu:


ü Strategi tinjauan,

ü Penilaian diri,

ü Perencanaan masa depan, dan

ü Pidato perpisahan.


Tujuan utama dari pembelajaran aktif adalah untuk membantu siswa tetap terlibat dan tertarik selama pelajaran. Ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan, efektif, cepat, dan hidup. 


Dia juga mengatakan, dengan cara yang mengingatkan kita pada Confucius, bahwa tujuan adalah agar siswa mengingat, memahami, terampil, dan menjadi ahli. 


Untuk membantu siswa tetap aktif, mereka perlu melakukan banyak tugas yang berbeda. Buku ini memberikan banyak ide lebih dari 101 cara untuk membuat siswa lebih terlibat dalam pembelajaran


Dari buku ini, kita belajar bahwa pembelajaran aktif adalah tentang siswa bekerja dengan otak mereka, gaya belajar, bekerja dengan orang lain, dan menggunakan alat yang membantu. 


Semua hal ini membantu menciptakan cara belajar yang hidup dan dinamis. Pembelajaran aktif tidak hanya untuk sesaat ini adalah sesuatu yang dimulai sejak awal, berlanjut selama pelajaran, dan berlangsung sampai akhir. 


Dimulai dengan semangat, berjalan lancar selama, dan pembelajaran tetap melekat pada siswa bahkan setelah pelajaran selesai.




0 comments: