Selasa, 18 Agustus 2026

Apakah salah memilih dia?

Posted By: Aa channel media - Agustus 18, 2026


Suatu hari, teman saya bertanya mengapa saya memilih hal-hal tertentu daripada yang lain, seperti mengapa saya menyukai ini dan tidak itu, atau mengapa saya mendukung satu orang daripada yang lain. 


Saya memberitahunya bahwa itu karena prinsip-prinsip saya, yang seperti aturan yang saya ikuti dalam hidup. Apakah teman-teman blogger saya berpikir bahwa menjawab seperti itu salah? 


Bukankah benar bahwa setiap orang membutuhkan prinsip untuk membimbing mereka? Bahkan memilih sesuatu bisa menjadi sebuah prinsip. Bagi saya, prinsip adalah kebenaran dasar atau aturan yang membantu saya memutuskan bagaimana berpikir dan bertindak. 


Moto blog saya adalah "Saya Adalah Saya dan Akan Tetap Saya." Mungkin terdengar egois, tetapi itu hanyalah siapa saya. Saya tidak akan berubah hanya untuk menyesuaikan diri; saya ingin melakukan apa yang baik dan benar. 


Kadang-kadang saya menginginkan sesuatu hanya karena saya menyukainya, bukan karena itu adalah prinsip. Setiap orang membutuhkan prinsip atau kepercayaan untuk dijalani, bahkan jika mereka kadang-kadang tidak setuju dengan orang lain. 


Selama prinsip tersebut tidak menyakiti siapa pun, saya rasa itu tidak apa-apa. Misalnya, memilih partai politik: mengapa memilih "A" dan bukan "B" atau "C"? Orang memilih berdasarkan apa yang mereka sukai, siapa yang mereka percaya, atau apa yang mereka yakini benar. 


Hal yang sama berlaku untuk mendukung tim sepak bola. Beberapa menyukai Manchester United, Juventus, Barcelona, atau tim lokal seperti Persija atau Persib. Bagi penggemar, itu bukan hanya tentang prinsip tetapi juga tentang gairah dan cinta terhadap tim mereka. 


Mereka mendukung mereka karena menyenangkan dan mereka peduli, bukan hanya karena aturan. Jadi, apa prinsip hidup saya sendiri? Saya masih mencarinya. Saya percaya bahwa pencarian membantu kita menemukan apa yang benar-benar membimbing kita. 


Tanpa prinsip, seseorang tidak memiliki sikap yang jelas, bisa dengan mudah berubah, mengikuti orang lain, atau hanya melakukan apa yang tampaknya paling aman. Itu agak pengecut. 


Saya berpegang pada prinsip saya: "Saya Adalah Saya dan Akan Tetap Saya," selama itu tidak menyakiti orang lain. Saya juga berusaha mengikuti tiga ide utama dari Al-Qur'an untuk mengatur hidup saya: keadilan, kebaikan (ihsan), dan peduli terhadap orang lain (takaful). 


Saya berharap dapat menjalani ini...




0 comments: