Kisah cokelat dimulai sejak lama ketika orang-orang di Amerika Tengah, seperti Aztec dan Maya, menemukan biji istimewa yang disebut kakao. Mereka membuat minuman pahit dari biji tersebut yang sangat penting bagi budaya mereka dan bahkan menggunakannya dalam upacara-upacara khusus.
Kemudian, para penjelajah dari Eropa menemukan kakao dan membawanya kembali ke tanah air mereka. Seiring waktu, orang-orang belajar bagaimana mengubah kakao menjadi cokelat manis dan lezat yang kita nikmati saat ini.
Dahulu kala, orang-orang di Amerika Tengah, seperti suku Maya dan Olmec, menemukan buah istimewa yang disebut kakao. Mereka percaya itu adalah hadiah dari para dewa dan menggunakannya untuk membuat minuman khusus bagi raja dan upacara keagamaan.
Suku Maya menganggap pohon kakao itu ajaib dan penting untuk kehidupan dan kesuburan. Kemudian, pada tahun 1700-an, seorang ilmuwan bernama Linnaeus menyebut pohon kakao sebagai "theobroma cacao," yang berarti "minuman para dewa."
Suku Maya membuat minuman yang lezat dan pedas dari kakao, sering menambahkan cabai atau jagung. Itu adalah minuman mewah untuk orang-orang penting. Pada tahun 1502, ketika Columbus melakukan perjalanan ke Karibia, ia diberi biji kakao sebagai pembayaran. Suku Aztec menunjukkan kepadanya cara mereka membuat minuman khusus dari biji tersebut, yang mereka yakini memberikan energi dan kebijaksanaan.
Mereka bahkan menggunakannya untuk membantu tentara dalam pertempuran. Columbus tidak menyukai minuman itu tetapi membawa biji-biji itu kembali ke Spanyol. Ketika Cortes tiba di Meksiko, ia melihat suku Aztec menyimpan banyak biji kakao di gudang-gudang besar dan menganggapnya sangat berharga.
Penguasa Aztec, Montezuma, menyambut Cortes dan memberinya tanah untuk menanam kakao. Ini memulai penggunaan kakao di banyak tempat, terutama di Karibia. Ketika Spanyol membawa kakao ke Eropa, orang-orang di sana mulai menambahkan gula dan membuatnya lebih manis.
Kakao menjadi minuman mewah untuk orang kaya. Pada tahun 1600-an, cokelat populer di Prancis dan Inggris, di mana harganya sangat mahal sehingga hanya orang kaya yang mampu membelinya.
Selama bertahun-tahun, kakao sebagian besar dikonsumsi sebagai minuman. Pada tahun 1828, seorang pria bernama Van Houten membuat mesin yang dapat menghilangkan lemak dari biji kakao, mengubahnya menjadi bubuk.
Kemudian, perusahaan-perusahaan Eropa menggunakan bubuk ini untuk membuat batang cokelat pertama dengan mencampurnya dengan mentega kakao cair dan gula.
Ini membuat cokelat mudah dimakan sebagai camilan padat. Pada awal tahun 1900-an, cokelat populer di Amerika Serikat, dan hingga kini, banyak orang menyukai rasanya yang lezat.







0 comments:
Posting Komentar