Selasa, 07 Juli 2026

Aroma parfum klasik yang berasal dari beberapa dekade yang lalu

Posted By: Aa channel media - Juli 07, 2026


Ada beberapa parfum yang tetap populer selama bertahun-tahun dan bahkan bertahan lebih dari satu generasi. Parfum-perfum tersebut sering kali diluncurkan kembali dan digunakan sebagai dasar untuk menciptakan kreasi baru. 


Jika melihat koleksi parfum, kita akan menemukan banyak parfum klasik dan variasi di pasar. Pilihan aroma yang tersedia sangat beragam, mulai dari oriental hingga floral, floral-fruity, segar, dan lainnya.


Di antara wewangian oriental, Opium karya Yves Saint Laurent adalah salah satu yang tak pernah pudar. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 1977, parfum ini tetap menjadi favorit banyak orang. Aroma Opium yang memikat hadir dalam campuran cengkeh, melati, dan nilam. Sebagai alternatif, Le Parfum Intense yang diciptakan oleh Elie Saab juga menawarkan pesona yang sama memikatnya dengan sentuhan madu mawar dan amber. Saffron Cologne Intense dari Jo Malone juga tidak kalah menarik dengan perpaduan saffron, cendana, dan kemenyan.

Saat membicarakan wewangian bunga, Eternity dari Calvin Klein pasti langsung terlintas dalam pikiran. Diluncurkan pada tahun 1988, parfum ini tetap menjadi klasik yang dicintai dan populer hingga saat ini. Aromanya yang terdiri dari freesia, daffodil, dan lili sangat memikat. Sebagai opsi lain, Charme Rose Intense yang diciptakan oleh Thomas Sabo juga menjanjikan dengan kombinasi freesia, peony, dan akord "mawar hitam." Flower in the Air dari Kenzo juga memiliki potensi untuk menjadi favorit banyak orang dengan buketnya yang terdiri dari gardenia, magnolia, dan mawar.

Untuk para penggemar aroma bunga dengan sentuhan buah, Coco Mademoiselle Eau de Parfum dari Chanel adalah pilihan yang sempurna. Diluncurkan pada tahun 2001, parfum ini memukau dengan campuran mawar Mei, melati, dan jeruk. Dior Addict Eau Delice dari Dior juga menawarkan aroma bunga-buah yang menarik dengan kombinasi cranberry, melati, dan ylang-ylang. Sementara itu, Miss Auro dari Swarovski menampilkan perpaduan grapefruit, ivy, buddleia, dan leci.

Untuk wanita yang lebih suka aroma segar, Light Blue dari Dolce & Gabbana telah menjadi favorit sejak tahun 2001. Aroma apel, bambu, cedar, dan kayu lemon dalam parfum ini sangat menyegarkan. Figue de Vigne dari Caudalie dan Acqua Colonia Pink Pepper & Grapefruit dari 4711 merupakan alternatif segar yang menarik.

Aromatics Elixir dari Clinique memiliki aroma pahit yang khas. Parfum ini telah menjadi favorit sejak tahun 1970 dan tetap populer hingga saat ini. Eau de Narcisse Bleu dari Hermès dan Vetiver dari Roja juga menawarkan aroma yang menarik dengan kombinasi bahan-bahan berkualitas.



0 comments: