Senin, 15 Juni 2026

Jatuh cinta memang bisa terjadi dalam sekejap mata. Hanya butuh beberapa detik untuk merasakan getaran yang mengubah segalanya

Posted By: Aa channel media - Juni 15, 2026


Pengetahuan tidak hanya mengonfirmasi hal-hal yang dapat dilihat secara fisik. Menurut penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr Stephanie Ortigue dari Universitas Syracuse, cinta sebenarnya bisa terjadi pada pandangan pertama, bahkan hanya dalam seperlima detik. Ortigue menjelaskan bahwa perasaan romantis tidak berakar di hati, tetapi di otak, yang bereaksi terhadap romantika seolah-olah dipengaruhi oleh kokain.


Ketika seseorang jatuh cinta, 12 bagian otak bekerja sama untuk melepaskan bahan kimia yang memicu perasaan "bahagia", seperti oksitosin, dopamine, dan adrenalin. Seolah-olah otak menciptakan ramuan cinta, bahan kimia ini menciptakan euforia di pusat-pusat kognitif otak yang mengelola pemahaman bahasa, pemrosesan visual, dan citra tubuh. Seluruh proses ini terjadi dengan sangat cepat.

Meskipun tidak mengherankan melihat bagaimana otak merespons romansa, konsep cinta pertama atau cinta pada pandangan pertama masih menimbulkan kebingungan. Bagaimana dengan orang yang bertemu secara online? Proses jatuh cinta dengan seseorang yang dikenal melalui situs kencan seringkali membutuhkan waktu lama, karena sulit untuk menilai daya tarik fisik sebelum bertemu langsung.

Mungkin perbedaan antara cinta pada pandangan pertama dan cinta yang tumbuh dari waktu ke waktu terletak pada kesadaran. Gairah mungkin baru muncul setelah keduanya bertemu, meski efek euforia kebahagiaan masih terlihat.

Temuan Ortigue memiliki implikasi besar terutama dalam kasus patah hati dan kesehatan mental. Cinta bisa terjadi pada pandangan pertama, tetapi butuh waktu untuk merasakan cinta yang lebih mendalam. Dengan pemahaman tentang bagaimana otak mengelola cinta, konselor dan psikolog dapat lebih siap untuk membantu klien memahami reaksi mereka terhadap patah hati. Harapannya, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan terapi baru untuk mengatasi cinta yang hilang.



0 comments: