Rabu, 17 Juni 2026

Alasan Belanda senang menanam pohon asam jawa di tepi jalan

Posted By: Aa channel media - Juni 17, 2026


karena mereka menghargai lingkungan dan ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Pohon asam jawa memberikan manfaat yang banyak, salah satunya adalah memberikan kesejukan dan keindahan alam di sepanjang jalan. Hal ini juga membantu menjaga kelestarian lingkungan dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam merawat alam sekitar. Dengan menanam pohon asam jawa di pinggir jalan, Belanda turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari.


Jika menapaki sejumlah jalan tua peninggalan kolonial di Indonesia, masyarakat mungkin masih akan menemukan pohon asam Jawa yang tumbuh subur dan rindang di pinggir jalan. Tamarindus indica, demikian nama ilmiahnya, bukan hanya sekedar tanaman hiasan atau pemberi teduh. 


Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, asam Jawa sengaja ditanam dalam jumlah besar di sepanjang jalur-jalur utama karena memiliki banyak keunggulan. Salah satu daerah yang terkenal dengan keberlimpahan pohon asam Jawa adalah jalur Anyer-Panarukan, jalan raya sepanjang kira-kira 1.000 kilometer yang dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.


Mengapa pilihan jatuh pada pohon asam Jawa untuk ditanam di sisi jalan? Menurut buku Rumah di Tanah Rempah, pemerintah kolonial Belanda memilih pohon ini karena karakteristiknya yang sesuai dengan kebutuhan infrastuktur jalan pada masa itu. 

Asam Jawa dikenal memiliki batang yang kuat, umur panjang, serta mampu tumbuh subur di berbagai kondisi iklim dan tanah. Hal ini menjadikannya cocok untuk ditanam di pinggir jalan yang terbuka. Pohon ini mampu bertahan terhadap berbagai perubahan cuaca, mulai dari musim kering hingga hujan deras.

Selain itu, tajuk lebar pohon asam Jawa memberikan keteduhan bagi para pelintas jalan. Pada jaman dahulu, perjalanan melalui darat memakan waktu yang lama dan kendaraan sangat terbatas. Kehadiran pohon yang rindang di sepanjang jalan memberikan tempat berteduh bagi para pekerja, pedagang, dan pasukan yang melakukan perjalanan. 

Selain memberikan keteduhan, pohon asam Jawa juga memiliki manfaat ekologis yang besar. Menurut buku Hutan Kota: Masa Depan Indonesia, pohon ini mampu menyerap air ke dalam tanah, menjaga keseimbangan lingkungan, menghasilkan oksigen dalam jumlah besar, serta menjadi habitat bagi berbagai satwa liar.

Sistem perakarannya yang kuat juga membantu menjaga struktur tanah dan mengurangi risiko erosi. Hal ini menjadikan pohon asam Jawa sangat berguna sebagai tanaman penghijauan. Penghijauan ini terkait erat dengan pembangunan Jalan Raya Pos atau Grote Postweg yang menghubungkan Anyer di Banten hingga Panarukan di Jawa Timur. Jalan tersebut dibangun pada awal abad ke-19 sebagai bagian dari kebijakan Daendels untuk memperkuat jalur transportasi dan pertahanan di Pulau Jawa

Di sepanjang jalur tersebut, pohon asam Jawa ditanam secara besar-besaran, tidak hanya sebagai peneduh tetapi juga sebagai penanda perjalanan yang panjang dan melelahkan. Keberadaan pohon-pohon besar di sisi jalan membuat perjalanan menjadi lebih nyaman, terutama pada masa ketika kendaraan dan manusia masih bergantung pada tenaga hewan atau berjalan kaki.



0 comments: