Alkisah pada zaman dahulu kala (belum ada televisi, ponsel, kulkas, dan apalagi komputer serta internet), terdapat seorang raja yang memiliki dua orang anak yang sudah dewasa, gagah, tampan, suka membantu orang tua, gemar menabung, baik hati, dan tidak sombong. Mereka diberi nama "Paijo" dan "Paimin". Paijo memiliki tubuh tinggi kekar berotot karena sering berolahraga dan belajar pencak silat, dengan cita-cita menjadi manusia sakti mandraguna. Berbeda dengan Paimin, yang lebih suka membaca buku dan menggali ilmu pengetahuan serta sastra.
Suatu hari, sang raja yang sudah uzur merasa perlu untuk menyerahkan takhtanya agar bisa bersama istri dan dayang-dayangnya dalam kedamaian. Karena memiliki dua anak, tidak mungkin kedua putra tersebut menjadi raja bersama-sama, karena hal itu akan menjadi bahan gosip yang tidak diinginkan.
Setelah rapat dengan dewan kerajaan, sang raja memanggil kedua putra mahkota untuk menentukan siapa yang pantas menggantikannya. Paijo dengan percaya diri menyatakan bahwa dirinya yang pantas karena kekuatan fisiknya yang tak tertandingi, sedangkan Paimin berpendapat bahwa pemimpin haruslah memiliki kecerdasan bukan hanya kekuatan otot.
Sang raja bingung dengan perbedaan pendapat kedua putranya, akhirnya memberikan waktu dua tahun bagi mereka untuk menyempurnakan ilmu masing-masing. Paijo memilih pergi ke timur, sementara Paimin ke barat. Sebelum berpisah, keduanya saling berjabat tangan dan berjanji untuk bertemu kembali setelah dua tahun.
Bersambung....
Kamis, 14 Mei 2026
Filled Under
Motivasi
Sang raja merasa bingung menghadapi perbedaan pendapat yang terjadi antara kedua putranya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 comments:
Posting Komentar