Hari itu cuaca panas di Riau. Turis asing membludak ingin menikmati matahari dan bermain di pantai. Saya mendapat tugas untuk menjenguk seorang pasien Australia di hotel di sekitar Seminyak. Kebanyakan pasien adalah dari Australia, tapi ada juga dari negara lain.
Pasien yang saya kunjungi adalah seorang nona muda yang telah mengalami masalah perut dan sedikit dehidrasi selama dua hari terakhir. Setelah memberikan penanganan dan suntikan obat, dia merasa lebih baik dan kami pun mulai berbincang-bincang.
"Pertama kali ke sini?" tanya saya.
"Tidak... Saya sudah beberapa kali ke sini sejak tahun lalu. Sering bepergian sendirian," jawabnya.
"Wah! Kamu sungguh berani, seorang wanita bepergian sendirian ke negara lain. Apakah kamu punya bisnis di sini?"
"Iya... Saya punya brand di sini. Saya memiliki butik di Jalan Seminyak... Kamu tahu *? Ya, itu. "
"Bisnis sendiri? keren..."
"Iya... masih berkembang dengan baik, kamu juga seharusnya melakukannya. Bepergian ke luar negeri. Lakukan hal yang kamu sukai, itu penting. Nantinya akan lebih mudah bagimu. Pertama kali saya mencoba Bali karena... Saya tidak tahu... Banyak warga Australia datang ke sini... tapi kemudian saya pergi ke beberapa negara sendirian. Setelah terbiasa, itu menjadi menyenangkan. Kamu bertemu orang di sana. Mungkin dari negaramu atau negara lain. Maka munculah ide untuk membangun bisnis di sini. Hahaha! Saya pikir saya bisa melakukannya. Hahaha! "
"Ide bagus... Jika saya memiliki cukup waktu dan uang, terkadang saya memikirkan untuk mengunjungi Raja Ampat. Banyak traveler mengatakan itu tempat yang sangat indah. Dan saya juga memikirkan tentang bisnis."
"Iya... mengapa tidak! Di mana itu Raja Ampat?"
"Masih di Indonesia. Raja Ampat memiliki terumbu karang yang indah katanya. Itu berada di Papua."
"Oh ya! Saya pikir saya pernah mendengar tentang itu! Catat!"
"Hahaa! ya... kamu harus pergi ke sana..."
"Senang bertemu denganmu dok..."
"Senang bertemu denganmu juga, nona..."
Siapa sangka, percakapan dengan pasien dehidrasi yang sedang mengantar desain bajunya sendiri itu semakin memberikan semangat kepada saya untuk terus maju dan mengembangkan diri. Terkadang saya gagal dalam upaya yang saya lakukan, tapi mengingat percakapan itu membuat saya merasa bahwa tidak ada batasan untuk maju dan bahagia. Bagi seorang wanita, bagi siapa pun. Yang membatasi hanyalah rasa takut dari dalam diri sendiri.
Sekarang saya telah pindah dari Riau, memulai kehidupan baru di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Bukan di Papua juga, tapi semoga berhasil...







0 comments:
Posting Komentar