Kemarin saya membaca sebuah posting menarik yang isinya sederhana namun menginspirasi. Posting tersebut berbicara tentang pentingnya menulis dengan singkat namun padat, tanpa harus bertele-tele. Saya sepakat dengan pendapat tersebut. Kalimat pendek tidak selalu harus kosong, dan kalimat panjang pun tidak menjamin kejelasan. Terkadang, kalimat panjang justru membuat pembaca bingung dan melelahkan.
Menulis dengan singkat dan padat dapat diasah dengan mudah asalkan kita mau belajar dan tekun mencoba. Mulailah dengan menulis tanpa banyak berpikir tentang panjang kalimat. Yang terpenting adalah memiliki hasrat yang menyala dalam menulis. Ketika sudah terbiasa, menulis akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.
Saat menulis, fokuslah pada hal-hal yang kita ketahui. Tidak perlu berusaha menjadi pintar atau jagoan. Setiap orang memiliki porsi kecakapan masing-masing. Lebih baik menulis berdasarkan pengalaman pribadi, karena setiap orang pasti memiliki pengalaman hidup kan?
Jika sudah menyelesaikan tulisan, penting untuk melakukan revisi. Mulailah dari kalimat pertama hingga terakhir, carilah kata pengganti untuk frase-frase yang kurang tepat. Usahakan setiap kalimat terdiri dari 6 kata, tidak lebih. Lakukan perubahan struktur kalimat jika diperlukan, tapi pastikan makna tidak berubah. Bacalah kembali tulisan yang telah direvisi, lalu perbaiki lagi jika diperlukan. Tujuannya adalah agar tulisan terasa lebih enak dibaca, tanpa kesan kaku, dan tanpa kata yang hilang. Jadi, perhatikan setiap kalimat dengan seksama dan sempurnakan hingga tulisan terasa lebih halus.
Kelima, rajinlah melakukan latihan ini. Kemampuan menulis dengan baik bisa dikuasai oleh siapa pun, tanpa memandang latar belakang pendidikan, pekerjaan, atau gaya tulisan. Kuncinya hanya satu: latihan. Saya sendiri juga terus berlatih menulis dengan baik. Tidak percaya? Cobalah perhatikan tulisan ini. Hitunglah jumlah kata dalam setiap kalimat. Setiap kalimat hanya terdiri dari maksimal 6 kata.







0 comments:
Posting Komentar