Jumat, 15 Mei 2026

Kamu bagaikan puisi

Posted By: Aa channel media - Mei 15, 2026

Ngomongin orang itu dosa, tapi mari kita membicarakan karakter seseorang, mungkin juga diantara kita ada yang sama. Aurelia saja ya namanya. Karakter fiktif ini terinspirasi dari genus hewan ubur-ubur. Perkenalkan saya dengan seseorang yang mirip dengan Aurelia. Dia terdengar bagus, terlihat bagus, semakin dilihat malah semakin bagus. Senyumnya tidak manis, tapi sempurna, bahkan hanya terlihat dari samping, senyumnya sangat cantik. Saya mengenal Aurelia di tempat kuliah saya. Kami menjadi teman saat bertugas di lab yang sama.

Aurelia cepat dikenal oleh semua orang di lab, karena pintar, cantik, dan tidak malu-malu saat dia diajak ke kondangan. Namun, dia tidak pernah memiliki sahabat dekat, tidak punya teman yang selalu bersama, bahkan tidak memiliki pacar...

Cantik tapi aneh, menurut saya. Orang cantik yang tidak punya pacar sejak lahir pasti ada kelainan. Mungkin keinginannya terlalu tinggi atau dia tidak suka laki-laki dan lebih memilih pacaran dengan perempuan yang lebih cantik darinya. (Lebih baik saya jaga jarak dengan dia, huh!).

Karena saya tidak memiliki teman selain Aurelia di lab, akhirnya saya terpaksa berteman dengan dia. Baru pada minggu kedelapan dia mulai bicara. Ceritanya selalu seputar hal-hal perempuan, yang hanya butuh waktu 2-3 minggu bagi saya untuk mendengar cerita yang sama dari perempuan lain di lab yang sama.

Kemudian saya bertanya mengapa dia suka menyendiri. Orang cantik seperti dia mengatakan sulit bersahabat, selalu ada masalah dengan sahabat dekatnya, mencoba pacaran tapi tidak pernah menemukan yang dia inginkan. Ya, dia memiliki banyak mantan pacar, yang hanya bertahan 1-2 minggu. Saya tidak menghitungnya, jadi saya simpulkan bahwa dia tidak pernah memiliki pacar sejak lahir. Saya memiliki definisi pacar sendiri.

"Aku sulit dimengerti, mungkin itulah sebabnya aku tidak memiliki teman dekat, karena aku tidak suka orang yang tidak mau mengerti, yang hanya peduli dengan keinginannya sendiri." Saya diam, siap mendengarkan keluh kesahnya yang lain. Sepertinya dia memiliki jutaan kata di ujung lidahnya. "Jujur Put, kadang aku juga kesal padamu, saat aku sakit, kamu tidak mengerti, malah memaksa aku pergi ke dokter terus-menerus, bekerja dalam kelompok. Aku bingung, mungkin karena aku sulit dimengerti, ya..." Dia mengungkapkan itu dengan sinis. Sangat sinis sampai membuat saya kesal. Lalu dia melanjutkan dengan semua emosinya tentang saya yang tidak mau memahami ketika dia diminta untuk segera menemui dokter penguji oleh kepala ruangan, dan hal lain yang baru saya pahami sekarang. Dia tidak henti-hentinya marah.

Mungkin dia bertemu dengan orang yang tepat, saya suka sedikit perdebatan di hari yang sulit. "Kamu tidak pernah memberitahu... Kamu tidak menelepon, kamu tidak memberitahuku apa yang terjadi, kamu hanya marah tanpa alasan, lalu pergi, menjelaskan dengan ekspresi wajah? pantomim?" Lalu dia melanjutkan dengan kemarahannya. Saya bosan dan pergi. Saya sudah setengah jam mendengarkan keluh kesahnya. Saya tidak tertarik pada orang yang baru saya kenal, marah-marah menyalahkan orang lain.

Dia menjadi populer tahun ini dengan paras cantiknya, karakter misterius yang membuat semua orang memiliki pendapat tersendiri tentang Aurelia.

Dia seperti puisi. Puisi tidak memiliki sahabat. Puisi diciptakan penulisnya saat ia sendirian. Jarang terdapat paduan puisi seperti paduan suara. Seperti Aurelia yang selalu sendirian. Puisi menjelaskan sesuatu yang tersirat, menurut maknanya sendiri. Seperti kata "Bulan" dalam puisi yang saya artikan sebagai sinar temaram, orang lain menganggap itu sebagai keindahan, dan lainnya mengartikannya sebagai kekasih. Yang tahu maknanya hanyalah penulisnya. Penulis mungkin berharap karyanya dikenal orang, dengan membingungkan maknanya, berharap kita bisa merenunginya. Kebanyakan penulis juga berharap pembaca memahami maknanya.

Saya pikir saya tidak perlu menjadi seperti puisi seperti Aurelia yang indah. Saya hanya ingin agar saya memahami diri sendiri. Lebih baik saya menjadi poster yang mudah dimengerti, berwarna cukup bagus untuk dilihat dengan bahasa yang sederhana, mampu menarik pembacanya. Itu sudah cukup. Pembuat poster akan terbantu dengan warna dan kata-kata yang ditulis. Saya juga lebih sering berada di tempat yang tepat, sesuai dengan target pasar. hehehe! 



0 comments: