Dari salah satu senior dari puluhan koas yang jaga di UGD hari itu,
"Gila, koas sekarang makin banyak put, gue jadi bingung ga ngerjain apa-apa tapi capeknya tetep aja, ga jelas banget!!"
Dari seorang koas junior yang saat itu jaga,
"Duh mbok (panggilan untuk perempuan yang lebih tua, bahasa bali), ga jelas ni, uda kayak corpus alienum (benda asing dalam tubuh), sini nyenggol, sana disuruh minggir"
Begitu nasib koas. Kamu tidak bisa melakukan apa pun, kamu diabaikan. Kamu tidak berguna. Yang lelah adalah mereka yang bisa melakukan sesuatu. Mengerjakan semua yang seharusnya bisa dibagi secara merata.
Tetapi selama ini sepertinya saya tidak pernah menjelaskan definisi koas atau dokter muda ya...
Koas Dokter Muda adalah mahasiswa kedokteran yang sudah menyelesaikan jenjang sarjana S1 (gelarnya S, ked) dan magang di RS untuk mendapat gelar dokter (dr. ). Itulah mengapa anak kedokteran sekolahnya lama. Enam tahun. Empat tahun pendidikan teori, dua tahun magang di RS. Dalam masa ini, koas itu tidak digaji, mereka membayar fakultas untuk belajar di RS. Jangan harap ada koas yang berpenghasilan karena kegiatannya di RS.
Koas di tempat saya kalau sudah di tempat yang tidak jelas kerjaannya, yang hanya boleh menjadi penonton tapi tidak boleh ikut ngerjain tindakan, pasti bilang "Disana kita kayak upil! kaga jelas!". Menurut saya itu merupakan hal bagus. Mengapa? Karena menjadi upil tidak seburuk itu. Semua manusia butuh upil mamen!
Upil adalah benda asing di hidung, yang membuat hidungmu terasa tidak enak, ada yang ganjel jika terlalu banyak. Jika di hidungmu ada upil, what to do?
Masukkan salah satu di antara semua jari kamu ke dalam hidung, ureg ureg ureg, kena deh benda yang agak keras atau lembek, tarik keluar, lihat bentuknya, itulah dia yang namanya upil. Warnanya bermacam-macam tapi berspektrum, dari putih-kuning-hijau sampai kehitaman. Jangan menyangkal, jika tidak ada upil, kamu tidak akan menikmati sensasi menariknya, karena itulah yang paling enak. Semakin sulit dijangkau, semakin terasa nikmatnya.
Sama seperti kamu bilang jika kamu adalah upil, berarti keberadaanmu adalah suatu kenikmatan disana. Jadi mengapa kamu harus mengeluh menjadi upil di stase tertentu. Ijinkanlah mereka mengganggu kamu, karena mereka semakin menikmati kamu. Jika ada kerjaan, ambil. Jika disemprot sedikit, kamu ngambek, itu berarti kamu masih upil junior. Kamu tidak tahu jati dirimu sebenarnya.
Semakin hijau tua warnamu, semakin kamu keras dan sulit dijangkau. Mungkin kamu ada di sudut hidung yang sulit diraih jari orang itu. Semakin nikmat terasa sensasinya karena keberadaanmu itu. Tetapi jika kamu masih berwarna putih dan mudah dikeluarkan, kamu belum menjadi upil sejati. Jadi jika di stase tertentu tugasmu adalah sebagai upil, cobalah mengakrabkan diri dengan jari sampai mereka tidak bisa menolak bahwa "NGUPIL ITU ENAK".
Lepaskan rasa malumu sampai mereka bersorak "HIDUP RAJA UPIL!". Itu butuh semangat ekstra dan senyum yang tiada habisnya. Justru dengan menjadi upil kita bisa memanfaatkan kesempatan. Jadi, tetap semangat teman-teman dokter muda!







0 comments:
Posting Komentar