Jatinegara telah menjadi nama Kecamatan yang terkenal di Kota Jakarta Timur. Nama ini mulai dikenal sejak tahun 1942, saat Jepang menduduki Indonesia dan mengganti nama Meester Cornelis yang berbau Belanda. Meester Cornelis sendiri muncul dalam sejarah Jakarta pada abad ke-17, ketika Cornelis Senen, seorang guru agama Kristen, mendapat izin untuk membuka hutan di daerah tersebut.
Cornelis Senen berasal dari Lontor, pulau Banda, dan setelah tanahnya dikuasai oleh VOC, ia pindah ke Batavia dan mulai mengajar agama Kristen kepada masyarakat setempat. Karena kemampuannya dalam berkhotbah, ia dijuluki sebagai "mester" atau "tuan guru". Nama Mester Cornelis pun menjadi terkenal dan masih sering digunakan oleh penduduk Jakarta hingga saat ini.
Hutan yang dibuka oleh Cornelis Senen lambat laun berkembang menjadi bagian dari Kota Batavia. Pada masa Hindia Belanda, wilayah ini diberi nama Gemeente Meester Cornelis sebelum akhirnya digabungkan dengan Gemeente Batavia. Di bawah pemerintahan Jepang, nama Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara, sebuah kawasan dengan status Siku.
Ketika Jakarta ditetapkan sebagai Kotapraja Jakarta Raya, Jatinegara tidak lagi menjadi kewedanaan, namun menjadi bagian dari Kecamatan Pulogadung di Kewedanaan Matraman. Sejarah panjang Jatinegara sebagai pusat kegiatan di Jakarta Timur mencerminkan perkembangan kota yang terus berubah seiring dengan waktu.
Kamis, 21 Mei 2026
Filled Under
Provinsi
Asalnya dari kata Jatinegara dapat dilacak kembali hingga pada zaman dahulu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 comments:
Posting Komentar