Tes lamaran kerja telah selesai dilakukan. Ada beberapa tes yang harus diikuti, seperti tes tulis yang mencakup identitas diri, sifat, motivasi, dan manajemen konflik. Setelah itu, dilanjutkan dengan tes wawancara.
Awalnya, aku tidak bersemangat untuk melamar pekerjaan yang ada di iklan lowongan kerja di koran lokal. Rasanya tidak siap untuk bekerja di kantor dengan jadwal yang ketat dan rutin. Namun, karena desakan istri, akhirnya aku pun mengikuti lamaran tersebut.
Aku mengirim lamaran untuk posisi di bagian berita. Ternyata, aku dipanggil untuk mengikuti tes tulis dan wawancara kemarin. Namun, pengalaman itu tidak begitu mengesankan bagiku, bahkan terasa membosankan.
Yang paling membuatku terkejut adalah ucapan salah satu tim seleksi. Mereka mengatakan bahwa bekerja di TV berarti hidup kita akan diatur setiap seperduapuluhlima detik. Jika terjadi kesalahan atau kelambatan, bisa mengakibatkan kerugian yang besar. Hal ini membuatku semakin merasa bahwa hidup di dunia yang terburu-buru ini bukanlah pilihan yang tepat bagiku saat ini.
Meskipun tantangannya menarik, aku memilih untuk mengejar jalan yang berbeda terlebih dahulu. Masih banyak hal yang bisa dilakukan tanpa harus terburu-buru dan bergantung pada waktu. Aku ingin dapat mengatur waktu dan hidupku sendiri, bukan sebaliknya.







0 comments:
Posting Komentar