Banyak orang beranggapan bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) hanya terbatas pada masalah khilafiyah Furu'iyah, seperti perbedaan antara NU dan Muhammadiyah, serta antara Madzhab Safi'i dan Madzhab Maliki. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa perbedaan ini seharusnya tidak dibesar-besarkan. Mereka berharap agar terjadi pendekatan antara Sunni dan Syiah, seperti yang terjadi antara NU dan Muhammadiyah. Namun, minimnya pengetahuan tentang aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) membuat mereka menjadi penonton dalam konflik antara Sunni dan Syiah.
Kurangnya informasi dan pemahaman tentang ajaran Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) menyebabkan pendapat mereka terbatas pada pengetahuan yang terbatas. Mereka hanya mengikuti informasi dari tokoh-tokoh Syiah yang mengatakan bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah hanya sebatas perbedaan antara Madzhab Maliki dan Madzhab Syafi'i, padahal sebenarnya perbedaan antara keduanya tidak hanya dalam masalah Furuu, melainkan juga dalam Ushuul.
Rukun Iman dan Islam antara Ahlussunnah Waljamaah dan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) berbeda, begitu pula kitab-kitab hadis yang mereka gunakan. Bahkan sebagian ulama Syiah mengakui bahwa Al-Qur'an yang mereka gunakan juga berbeda dengan Al-Qur'an yang digunakan oleh Ahlussunnah. Oleh karena itu, tidaklah tepat jika dikatakan bahwa Sunni dan Syiah hanya memiliki perbedaan dalam hal kepercayaan, namun sebenarnya perbedaan itu jauh lebih kompleks.
Dengan melihat pentingnya perbedaan ini, berikut kami sampaikan sebagian dari perbedaan aqidah antara Ahlussunnah Waljamaah dan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah).
1. Ahlussunnah: Rukun Islam kita terdiri dari 5 (lima) poin, yaitu a) Syahadatain b) As-Sholah c) As-Shoum d) Az-Zakah e) Al-Haj
Syiah: Rukun Islam Syiah juga terdiri dari 5 (lima) poin, namun berbeda, yaitu a) As-Sholah b) As-Shoum c) Az-Zakah d) Al-Haj e) Al wilayah
2. Ahlussunnah: Rukun Iman terdiri dari 6 (enam) poin: a) Iman kepada Allah b) Iman kepada Malaikat-malaikat Nya c) Iman kepada Kitab-kitab Nya d) Iman kepada Rasul Nya e) Iman kepada Yaumil Akhir / kiamat f) Iman kepada Qadar, baik-buruknya dari Allah.
Syiah: Rukun Iman Syiah memiliki 5 (lima) poin, yaitu a) At-Tauhid b) An Nubuwwah c) Al Imamah d) Al Adlu e) Al Ma'ad
3. Ahlussunnah: Mengucapkan dua kalimat syahadat
Syiah: Mengucapkan tiga kalimat syahadat, selain Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, juga menyebut dua belas imam-imam mereka.
4. Ahlussunnah: Keyakinan kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas dan selalu muncul imam-imam baru hingga hari kiamat, sehingga membatasi jumlah imam-imam hanya pada dua belas (12) atau jumlah tertentu tidak diterima.
Syiah: Keyakinan kepada dua belas imam-imam mereka termasuk rukun iman. Orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang Sunni) dianggap kafir dan akan masuk neraka.
5. Ahlussunnah: Mengakui (sah) Khulafaurrosyidin, yaitu a) Abu Bakar b) Umar c) Utsman d) Ali Radhiallahu anhum
Syiah: Tidak mengakui tiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) karena dianggap merebut kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.
6. Ahlussunnah: Khalifah (Imam) adalah manusia biasa tanpa sifat Ma'shum. Hanya para Nabi yang memiliki sifat Ma'shum.
Syiah: Para imam yang dua belas memiliki sifat Ma'shum seperti para Nabi.
7. Ahlussunnah: Melarang mencaci-maki para sahabat.
Syiah: Mencaci-maki para sahabat dianggap sah, bahkan mereka meyakini bahwa sebagian besar sahabat menjadi murtad setelah wafatnya Rasulullah SAW.
8. Ahlussunnah: Menghormati dan mencintai Siti Aisyah, istri Rasulullah, sebagai Ummul Mu'minin.
Syiah: Mencaci-maki dan mengkafirkan Siti Aisyah.
9. Ahlussunnah: Menggunakan Kutubussittah sebagai sandaran dan referensi, yaitu a) Bukhari b) Muslim c) Abu Daud d) Turmudzi e) Ibnu Majah f) An Nasa'i
Syiah: Menggunakan empat kitab, yaitu a) Al Kaafi b) Al Istibshor c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih d) Att Tahdziib
10. Ahlussunnah: Al-Qur'an tetap orisinil
Syiah: Al-Qur'an menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil.
11. Ahlussunnah: Surga untuk orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya, neraka untuk yang tidak taat.
Syiah: Surga untuk yang mencintai Imam Ali tanpa harus taat kepada Rasulullah, neraka untuk yang memusuhi Imam Ali.
12. Ahlussunnah: Tidak memiliki aqidah raj'ah.
Syiah: Memiliki aqidah raj'ah diakhir zaman, dimana Imam Mahdi akan membalas dendam kepada musuh-musuh Ahlul Bait.
13. Ahlussunnah: Mut'ah dianggap zina dan haram.
Syiah: Mut'ah sangat dianjurkan dan halal.
14. Ahlussunnah: Khamer / arak tidak suci.
Syiah: Khamer / arak suci.
15. Ahlussunnah: Air yang digunakan untuk istinja' dianggap tidak suci.
Syiah: Air yang digunakan untuk istinja' dianggap suci.
16. Ahlussunnah: Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat shalat adalah sunnah.
Syiah: Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat shalat dianggap membatalkan shalat.
17. Ahlussunnah: Mengucapkan Amin di akhir surat Al-Fatihah adalah sunnah.
Syiah: Mengucapkan Amin di akhir surat Al-Fatihah dianggap membatalkan shalat.
18. Ahlussunnah: Shalat jama' diperbolehkan dengan alasan tertentu.
Syiah: Shalat jama' diperbolehkan tanpa alasan apapun.
19. Ahlussunnah: Shalat Dhuha disunnahkan.
Syiah: Shalat Dhuha tidak diperbolehkan.
Semoga pembaca dapat memahami perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja'fariyah) dengan baik. Terima kasih.






0 comments:
Posting Komentar