Allah Ta'ala memberikan rahmat kepada manusia tanpa bisa ditahan oleh siapapun. Begitu juga, apa pun yang ditahan oleh Allah Ta'ala tidak bisa dilepaskan oleh siapapun. Dia Maha Perkasa dan Maha Bijaksana (Q.s Al-Fathir:2).
Sebelum manusia menyadari hubungannya dengan Tuhan sebagai Pencipta, keadaannya sama dengan mati.
Hidup tidak memiliki arti jika tidak disadari maknanya. Sebelum kesadaran itu menyadarkan kita, hidup hanyalah seperti mati, tanpa makna.
Kepercayaan kepada Allah Azza wa Jalla adalah awal dari kehidupan, dan kehilangan kepercayaan sama dengan mati.
Kesadaran adalah kunci untuk bangkit dari kelalaian, nilainya sangat tinggi. Kesadaran memacu semangat untuk melangkah maju.
Ketika kesadaran muncul, itulah kemenangan sejati. Kita tidak ragu lagi melangkah menuju tujuan. Rintangan diatasi dengan mudah.
Kesadaran membuat kita bertanya, siapa kita, dari mana kita, dan kemana kita tuju. Hati terfokus pada satu tujuan.
Dengan kesadaran, makrifat kepada Allah Azza wa Jalla semakin dalam, ibadah semakin kuat. Cahaya iman menyinari hati dan pikiran.
Kekuatan ibadah adalah media untuk menyempurnakan cahaya keimanan. Semoga kita semua diberkahi Allah Azza wa Jalla dengan keimanan yang kokoh. Amiin Ya Robbal 'Alamiin. Terima kasih.
Selasa, 28 April 2026
Filled Under
Artikel Islam
Nasihat dari Para Ulama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar