Kamis, 30 April 2026

Kisah nyata tentang taubat seorang wanita cantik yang menggoda seorang ulama

Posted By: Aa channel media - April 30, 2026

Semoga dengan artikel ini kita bisa meraih hikmah kebaikan, belajar dari kebaikan, menuju perbaikan, dan menjadi muslim yang penuh dengan kebaikan, Aamiin ya Allah...

Sahabat Muslim-Muslimah, Kisah ini benar-benar terjadi pada abad pertama hijriyah, di zaman tabi'in.
"Saudaraku, apakah ada lelaki di Makkah yang tidak tergoda melihat kecantikanku ini?" tanya seorang istri kepada suaminya sambil memandang cermin. Ia bangga dengan kecantikannya yang terpancar di cermin.

"Ada."

"Siapa?"

"Ubaid bin Umair."

Si istri terdiam sejenak. Ia merasa tertantang untuk membuktikan bahwa kecantikannya bisa memikat laki-laki itu.

"Wahai suamiku," pujuknya, "bolehkah aku membuktikan bahwa aku bisa membuat Ubaid bin Umair tunduk di hadapanku?"

Suami terkejut dengan permintaan istrinya yang ekstrim itu, namun ia merasa rencana istri akan menjadi sesuatu yang menarik, untuk menguji kesalehan seorang ulama.

"Silakan, saya izinkan."

Setelah berdandan dengan rapi, wanita itu pergi mencari Ubaid bin Umair di Masjidil Haram.
Ubaid adalah seorang ulama yang lahir saat Rasulullah masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda'i Al Makki. Beliau meninggal pada tahun 74 hijriyah.

Ketika bertemu Ubaid, wanita itu pura-pura meminta nasehat. Ia mengatakan kebutuhannya sangat mendesak, dan meminta Ubaid pindah ke sudut masjid.

Setibanya di sana, wanita itu membuka cadarnya dan wajah cantiknya terlihat seperti rembulan yang bersinar terang.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ubaid, melihat perilaku aneh wanita itu.

"Sungguh, aku mencintaimu. Aku hanya ingin jawaban darimu," ujar wanita itu, mencoba menggoda Ubaid.

"Sebentar," kata Ubaid.

Sekarang suaranya mulai meningkat.

"Ada beberapa pertanyaan yang harus kau jawab dengan jujur, kemudian aku akan menjawab pertanyaanmu tadi."

"Baik, saya akan menjawab dengan jujur."

"Pertama, jika Malaikat Maut datang menjemputmu saat ini, apakah kau senang aku memenuhi ajakanmu?"

Wanita itu terkejut dengan pertanyaan yang mengingatkannya pada kematian.
"Tidak."

"Kedua, jika saat ini kau berada di alam kubur dan diinterogasi oleh Malaikat Munkar dan Nakir, apakah kau senang aku penuhi ajakanmu?"

"Tidak."

"Ketiga, jika saat ini semua manusia menerima catatan amal mereka dan kau tidak tahu apakah kau akan menerima catatan amalmu dari tangan kanan atau kiri, apakah kau senang jika aku memenuhi ajakanmu?"

"Tidak."

"Keempat, jika saat ini semua manusia dipanggil untuk ditimbang amalannya dan kau tidak tahu apakah amal kebaikanmu lebih berat daripada amal burukmu, apakah kau senang jika aku memenuhi ajakanmu?"

"Tidak."

"Kelima, jika saat ini kau berhadapan dengan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas segala nikmat-Nya yang telah diberikan kepadamu, masihkah kau merasa senang jika aku memenuhi ajakanmu?"

"Demi Allah, tidak."

"Jadi, wahai wanita, takutlah kepada Allah. Allah telah memberikan segalanya kepadamu."

Kini wanita itu tak dapat menahan air matanya. Dia datang ke Masjidil Haram dengan tujuan pura-pura mencari nasihat, namun sekarang dia mendapatkan nasihat yang sungguh menyentuh hatinya.
Ketika tiba di rumah, suaminya terkejut melihatnya bersedih.

"Apa yang terjadi, istriku?"

"Kita termasuk orang-orang yang celaka," jawab wanita itu, lalu dia berwudhu dan shalat.

Selama beberapa hari berikutnya, dia berubah sepenuhnya. Dia tak lagi bangga dengan kecantikannya. Dia tidak lagi suka berdandan setiap malam. Dia berubah menjadi seseorang yang tekun dalam shalat dan puasa



0 comments: