Dalam beberapa ayat, al-Quran mengungkapkan peristiwa masa depan yang akan dihadapi oleh sekelompok manusia di akhirat nanti. Mereka akan merasakan 'penyesalan' yang mendalam atas kehidupan mereka yang jauh dari prinsip-prinsip Islam selama di dunia. Ungkapan penyesalan ini diabadikan dalam kata-kata "Ya Laitani".
Penyesalan yang terucap namun tidak bisa diubah, karena saat itu sudah terlambat. Informasi ini seharusnya menjadi pelajaran bagi yang masih hidup di dunia, agar mereka waspada dan tidak merasakan penyesalan yang sama di akhirat nanti. Lebih baik jika penyesalan itu terjadi di dunia, karena masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun, penyesalan di akhirat tidak akan membawa manfaat apa pun, kecuali siksaan neraka.
Ada beberapa jenis penyesalan yang akan dialami oleh sekelompok manusia di akhirat nanti. Pertama, penyesalan saat menghadapi sakaratul maut. Saat itulah semua perbuatan baik dan buruk akan terungkap, dan bagi yang banyak melakukan keburukan, mereka akan merasakan penyesalan yang mendalam.
Kemudian, ada penyesalan saat melihat teman dekat disiksa di neraka. Pertemanan yang buruk bisa membawa dampak yang mengerikan di akhirat, dan kelompok manusia ini akan menyesali hubungan pertemanan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Terakhir, ada penyesalan saat melihat catatan amal yang buruk. Setiap amal baik maupun buruk akan tercatat dengan jelas, dan bagi yang melakukan banyak dosa, mereka akan merasa terkejut dan menyesal melihat catatan amal mereka. Mereka akan menyadari betapa pentingnya melakukan kebaikan selama di dunia.
Mereka menyesal dan berharap dapat kembali ke dunia untuk melakukan amal sholeh. Namun, penyesalan itu datang terlambat dan tidak berguna. Bagaimana cara menghindari penyesalan tersebut? Kisah di atas adalah gambaran masa depan yang telah diinformasikan kepada setiap manusia yang hidup di dunia.
Pelajaran yang bisa dipetik adalah bagaimana agar kita tidak merasakan penyesalan. Solusinya adalah dengan bertaubat selama masih diberi kesempatan hidup di dunia dan kembali ke ajaran Islam. Seseorang yang hidup dalam suatu kebiasaan, akan mati dalam kebiasaan tersebut, dan dibangkitkan dalam kebiasaan yang sama.
Jika kita membiasakan diri dengan nilai-nilai Islam, maka kita akan hidup dan dibangkitkan dalam keadaan yang sesuai dengan ajaran tersebut. Begitu juga dalam memilih teman dan lingkungan, carilah yang bisa membimbing menuju jalan Allah agar dapat menyelamatkan diri di akhirat nanti. Selain itu, perbanyaklah amal sholeh agar catatan pribadi kita di akhirat nanti baik dan menyenangkan.






0 comments:
Posting Komentar