Selasa, 17 Maret 2026

Meraih Belas Kasihan Allah Di Bulan Ramadhan

Posted By: Aa channel media - Maret 17, 2026

Di antara nama Allah Ta'ala adalah Al-Ghafur (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-Nya adalah maghfirah (pemberi ampunan). Manusia sangat membutuhkan ampunan Allah Ta'ala dari dosa-dosa mereka, dan rentan terjerumus dalam dosa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian tidak berbuat dosa, pasti Allah akan mengganti kalian dengan kaum yang berbuat dosa, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Dia akan mengampuni mereka."

Dosa telah ditakdirkan bagi manusia dan pasti terjadi. Allah Ta'ala telah menentukan faktor-faktor penyebab dosa, agar hati manusia selalu bergantung kepada Rabbnya, mengintrospeksi diri, dan menjauhi sifat sombong. Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu penuh rahmat, ampunan, dan kebaikan. Puasa adalah perisai dari dosa dan pelindung dari neraka.

Seorang Muslim yang berusaha mendapatkan ampunan dosa, akan gembira dengan melakukan amal shalih agar Allah menghapus dosa dan perbuatan buruknya. Tauhid adalah sebab terbesar ampunan. Siapa yang memiliki tauhid, telah memiliki sebab ampunan yang agung. Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, namun akan mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya.

Siapa yang memiliki tauhid dalam hatinya, akan diampuni dosa-dosanya. Kalimat tauhid akan mengusir cinta dan pengagungan kepada selain Allah dari hati. Dengan meraih tauhid, dosa dan kesalahan dapat dihapus, walaupun sebanyak buih di lautan. Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda tentang seorang dari umatnya yang akan dihadapkan di hadapan makhluk pada hari Kiamat, namun dikeluarkan satu kartu berisi syahadat.

Kemudian Allah berfirman: "Masukanlah dalam timbangan!" Dia pun bertanya: "Wahai Tuhanku, apa gunanya kartu ini dibanding lembaran-lembaran itu?" Maka Allah berfirman: "Sungguh, kamu tidak akan dizalimi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Selanjutnya lembaran-lembaran tersebut diletakkan dalam satu anak timbangan dan kartu tersebut di anak timbangan yang lain. Ternyata lembaran-lembaran terangkat tinggi dan kartu tersebut lebih berat. Maka tidak ada yang lebih berat dari nama Allah."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits Qudsi menyatakan: Allah berfirman: "Wahai anak keturunan Adam, seandainya kamu membawa dosa sepenuh bumi kemudian kamu menjumpai-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Ku (tidak berbuat syirik), tentu saja Aku akan membawakan untukmu sepenuh bumi ampunan."

Ini adalah keutamaan dan kemurahan dari Allah Ta'ala dengan pengampunan seluruh dosa yang ada pada lembaran-lembaran tersebut dengan kalimat tauhid. Karena kalimat tauhid adalah kalimat ikhlas yang menyelamatkan pemiliknya dari adzab. Allah Ta'ala menganugerahkan surga dan menghapus dosa-dosa yang seandainya memenuhi bumi; namun hamba tersebut telah mewujudkan tauhid, maka Allah Ta'ala menggantikannya dengan ampunan.

DOA DENGAN PENGHARAPAN 

Allah Ta'ala memerintahkan berdoa dan berjanji akan mengabulkannya. Allah Ta'ala berfirman: "Dan Rabbmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." Doa adalah ibadah. Doa akan dikabulkan apabila memenuhi kesempurnaan syarat dan bersih dari penghalang-penghalang. Kadangkala, pengabulan itu tertunda, karena sebagian syarat tidak terpenuhi atau adanya sebagian penghalangnya. Di antara syarat dan adab terkabulnya doa adalah kekhusyukan hati, mengharapkan ijabah dari Allah Ta'ala, sungguh-sungguh dalam meminta, tidak menyatakan insya Allah, tidak tergesa-gesa mengharap pengabulan, memilih waktu-waktu dan keadaan yang mulia, mengulang-ulang doa tiga kali dan memulainya dengan pujian kepada Allah Ta'ala dan shalawat, berusaha memilih makanan dan minuman yang halal dan lain-lain.

Di antara permohonan terpenting yang dipanjatkan seorang hamba kepada Rabb-nya yaitu permohonan agar dosa-dosanya diampuni atau pengaruh dari pengampunan dosa seperti diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada seseorang yang berujar: "Saya tidak mengetahui doamu dengan perlahan yang juga dilakukan Mu'adz." Permohonan kami di seputar itu.

Maksudnya doa kami itu berkisar pada permohonan agar dimasukkan surga dan diselamatkan dari neraka. Abu Muslim al-Khaulani rahimahullah mengatakan:

"Tidak ada kesempatan bagi saya untuk berdoa, tanpa saya mengubah doa itu menjadi permohonan agar dilindungi dari api neraka." ISTIGHFAR (MEMOHON AMPUNAN) Permohonan ampun adalah benteng dari adzab, penjaga dari setan, penghalang dari kegelisahan, kefakiran, dan penderitaan, serta pelindung dari masa paceklik dan dosa; meskipun dosa-dosa seseorang telah menumpuk sampai menyentuh langit.

Dalam hadis Anas bin Malik, Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman: "Wahai anak Adam, selama kamu masih berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni semua dosamu dan Aku tidak akan peduli; Wahai anak Adam, seandainya dosamu mencapai langit, kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuni kamu dan Aku tidak peduli; Wahai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sebesar bumi, kemudian kamu datang kepada-Ku tanpa berbuat syirik atau menyekutukan-Ku dengan apapun, sungguh Aku akan datang kepada kamu dengan membawa ampunan sebesar bumi juga. (HR. at-Tirmidzi) Membaca istighfar adalah penutup terbaik bagi berbagai amalan, umur, serta penutup majelis.

BERPUASA DI SIANG HARI DAN SHOLAT MALAM KARENA IMAN, MENGHARAPKAN BALASAN PAHALA DARI ALLAH, IKHLAS SERTA DALAM RANGKA TAAT KEPADA ALLAH 

Taat kepada Allah, dia berpuasa bukan untuk mengikuti orang lain, bukan untuk mendapatkan pujian, bukan untuk melestarikan adat, bukan untuk kesehatan, bukan untuk pamer, dan bukan untuk kepentingan duniawi. Dia melaksanakan ibadah puasa karena iman kepada Allah, sebagai bentuk ketaatan, dan harapan akan pahala dari-Nya.

Dalam hadis disebutkan: Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni. (al-Bukhari dan Muslim) Sungguh luar biasa bagi seseorang yang berpuasa dan keluar dari ibadahnya tanpa dosa dan hati yang suci. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyarankan kalian untuk sholat malam. Barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan sholat malam karena iman dan ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibunya."

Dengan melaksanakan semua ini, berarti seorang Muslim menjaga waktu siangnya dengan puasa, menjaga waktu malamnya dengan sholat tarawih, dan berusaha mendapatkan keridhaan Allah.

MELAKSANAKAN SHOLAT MALAM PADA LAILATUL QADAR KARENA IMAN DAN INGIN MENDAPATKAN PAHALA 

Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan oleh Allah, melebihi semua malam lainnya, malam di mana Allah menurunkan kitab-Nya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan." (QS al-Qadr/97:1

Allah menjadikan Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan, malam di mana malaikat turun dan menjadikannya malam yang penuh keselamatan dari segala keburukan dan dosa. Allah menegaskan pentingnya malam ini dengan menyebutkannya dalam Al-Qur'an. Orang yang terhalang dari kebaikan pada malam ini, berarti dia terhalang dari segala kebaikan.

Rasulullah pernah mencari Lailatul Qadar di seluruh hari Ramadhan, karena Beliau melakukan i'tikaf pada sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua, dan sepuluh hari terakhir. Orang yang ingin mendapatkan keberkahan, akan antusias melakukan sholat malam pada malam yang lebih baik dari delapan puluh tiga tahun empat bulan tersebut.

Rasulullah bersabda: "Barangsiapa melaksanakan sholat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosa-dosanya yang telah lewat." (al-Bukhari dan Muslim) Untuk mendapatkan ampunan di malam itu, tidak perlu menyaksikannya secara langsung, namun yang penting adalah melaksanakan qiyamul lail sebagaimana disampaikan dalam hadis tersebut.

Memberikan sedekah merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia di hadapan Allah Ta'ala. Dengan beramal sedekah, seseorang akan mendapatkan kebaikan, sesuai dengan firman Allah Ta'ala: Kalian tidak akan mencapai kesempurnaan iman sampai kalian memberikan sebagian dari harta yang kalian cintai. Dan apa pun yang kalian infakkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS Ali Imran/3:92)

Dalam hadits Mu'adz radhiyallahu'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai. Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Dan shalat seseorang di tengah malam... (at-Tirmidzi no: 2541)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merupakan sosok yang sangat dermawan. Beliau bahkan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat bertemu dengan malaikat Jibril. Saat itu, beliau lebih penyayang daripada angin yang bertiup lembut. Salah satu bentuk sedekah terbaik adalah memberi makan kepada orang yang berpuasa. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits: "Barang siapa memberi makan berbuka puasa bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun." (HR. at-Tirmidzi)

Pahala orang yang bersedekah akan dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat bahkan lebih. Dan di bulan Ramadhan, penggandaan pahala tersebut semakin besar. Salah satu pemandangan yang menarik adalah semangat orang-orang di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan masjid-masjid lainnya untuk memberi berbuka puasa kepada sesama Muslim di bulan Ramadhan. 

Melakukan ibadah umrah juga termasuk di antara faktor yang dapat menghapus dosa-dosa. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Umrah ke umrah adalah penghapus dosa di antara keduanya. Dan pahala haji yang mabrur tidak lain adalah surga" (al-Bukhari no: 1650)

Umrah di bulan Ramadhan memiliki pahala yang lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata kepada seorang wanita bernama Ummu Sinan: "Apa yang menghalangimu untuk berhaji bersamaku?" Ia menjawab: "Suamiku memiliki dua ekor unta, salah satunya digunakan untuk berhaji dan yang lainnya untuk mengairi sawah." Maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya: "Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan dapat menggantikan haji bersamaku." (HR Bukhari no 1863; Muslim no 3028)

Keberuntungan seseorang yang melakukan umrah di bulan Ramadhan ibarat berhaji bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, seperti ikut serta dalam seluruh tahapan haji Beliau. 

Menyelesaikan puasa sebulan penuh merupakan amalan yang akan membuat seseorang terbebas dari api neraka di bulan Ramadhan, dan hal tersebut terjadi setiap malam. Allah Ta'ala menyempurnakan pahala bagi orang-orang yang bersabar tanpa batas. Ada ulama yang mengatakan: Orang yang berpuasa sebulan penuh dan meraih pahala yang sempurna, serta bertemu dengan malam Lailatul Qadar, sungguh telah mendapatkan hadiah besar dari Allah. Semoga Allah Ta'ala mengampuni dosa-dosa kita semua, menutupi kekurangan-kekurangan kita, dan memudahkan segala urusan kita. 



0 comments:

Posting Komentar