Assalamualaikum wr. wb. Seorang lelaki tua dengan wajah berkerut memiliki otot yang lemah karena usia yang telah lanjut. Dengan tangannya yang gemetar, ia sedang sibuk menanam sebuah pohon buah.
"Pak cik, pak cik sedang apa?" tanya seorang lelaki muda.
Dengan sedikit mendengar, lelaki tua itu memalingkan wajahnya sejenak sebelum melanjutkan pekerjaannya. Lelaki muda itu melihat dengan seksama pohon yang sedang ditanam oleh lelaki tua. "Pokok seperti ini butuh waktu puluhan tahun untuk berbuah. Sementara usia pak cik tidak mungkin dapat bertahan lama lagi." sindir lelaki muda.
Cuk! Cuk! Suara cangkul lelaki tua itu terdengar memotong akar pokok. Lalu, dengan tekun ia menekan-tekan tanah di sekitarnya agar menjadi padat.
"Pak cik sudah tua, kata-kata tentang kematian sudah semakin dekat. Rumah katakan pergi. Mengapa pak cik bersusah payah menanam pohon ini? Bukankah itu sia-sia saja?" tanya lelaki muda itu dengan nada mengejek. Namun, lelaki tua tetap tak terpengaruh dan terus bekerja tanpa memperdulikan komentar lelaki muda tersebut. Ia melihat ke depan dengan keyakinan dan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.
Jika ingin agar amal kebaikan tidak terputus, mari kita belajar dari kisah Abu al-Darda', sahabat Nabi yang bijaksana. Di usia senjanya, beliau tidak lupa untuk meninggalkan warisan terbaik bagi anak dan cucunya dengan menanam pohon-pohon yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Abu al-Darda' dengan tekun menanam pohon, dan ketika ditanya mengapa beliau melakukannya, beliau menjawab dengan tulus hati, "Tidak ada yang salah jika aku memperoleh pahala dari perbuatanku ini dan orang lain juga mendapat kebaikan dari buah pohon yang kudirikan."
Ada juga sahabat lain yang mengikuti jejak Abu al-Darda', dengan rajin menanam pohon meskipun sudah lanjut usia, karena mereka memikirkan kemaslahatan generasi yang akan datang. Mereka sadar bahwa orang-orang sebelumnya telah menanam untuk mereka, dan sekarang tiba giliran mereka untuk menanam agar generasi yang akan datang juga bisa menikmati hasilnya.
Layaknya Abu al-Darda' dan sahabat lainnya, amal kebaikan yang ditinggalkan tidak akan pernah mati. Ilmu yang mereka sampaikan akan dinikmati oleh generasi-generasi selanjutnya, sedangkan sedekah yang mereka berikan akan memberi manfaat kepada banyak orang. Pahala dari amal baik mereka akan terus mengalir tanpa putus.
Maka, mari kita semua belajar dari kebijaksanaan mereka, bahwa penting untuk selalu memikirkan cara untuk memberikan manfaat kepada sesama, baik di masa muda maupun tua. Karena hanya dengan begitu, amal kebaikan yang kita lakukan akan memberikan manfaat yang berkelanjutan dari zaman ke zaman.
Seorang wanita mengalami tragedi pemerkosaan. Dia dihadapkan pada dua pilihan yang dapat mempengaruhi masa depannya, apakah akan menjadi suram atau terang.
1. Menyimpan rasa sakit dan trauma dalam dirinya. Menyalahkan diri sendiri dan terus meratapi kejadian yang tidak adil itu. Membiarkan diri tenggelam dalam kegelapan yang membayangi hidupnya.
2. Melakukan tindakan yang tepat dengan melaporkan kejadian kepada pihak berwajib. Bangkit dan mencari kebahagiaan tanpa harus terus terikat dengan masa lalu yang kelam.
Seorang lelaki kehilangan pekerjaan. Dia juga dihadapkan pada dua pilihan, antara membuat masa depannya suram atau memberikan sinar dalam hidupnya.
1. Merasa putus asa dan mengubur diri dalam kecanduan rokok untuk melupakan masalah. Menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak berharga sebagai seorang lelaki.
2. Melihat cabaran sebagai peluang untuk berkembang. Berusaha sekuat tenaga mencari pekerjaan baru yang lebih baik tanpa menunggu waktu yang lama.
Baik kita memilih opsi pertama atau kedua, waktu terus berjalan tanpa henti. Hingga pada suatu titik, kita akan kembali kepada Sang Pencipta. Masa itu akan membawa kita ke alam keabadian yang memerlukan bekal dari perjalanan hidup kita.
Jika kita memilih jalan yang salah, kita akan merasakan konsekuensinya tidak hanya di dunia ini, tetapi juga di alam berikutnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki bekal yang bermanfaat dalam hidup ini agar kita memiliki modal yang cukup untuk perjalanan ke abadi. Meskipun ujian pahit datang, waktu terus berjalan, dan kita harus siap menghadapinya dengan bijak.
Bolehlah bersedih, tapi jangan terlalu larut dalam kesedihan. Apabila hati terluka, biarkanlah air mata mengalir. Air mata memiliki kekuatan penyembuh dan bisa menjadi terapi untuk jiwa. Jangan ragu untuk menangis di hadapan Sang Pencipta.
Namun, jangan biarkan kesedihan itu menguasai diri. Berapa lama lagi kita akan menangisi hal yang telah berlalu? Berapa banyak waktu yang akan terbuang sia-sia? Ingatlah, hidup harus terus berjalan. Waktu tidak akan menunggu siapapun. Bangunlah dan hadapi tantangan yang ada!
Setiap fajar membawa harapan baru. Malam berganti siang dengan indahnya. Kehidupan adalah anugerah dan ujian yang harus dimanfaatkan. Jangan biarkan kesedihan menghalangi produktivitasmu. Tanamkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri dan orang lain sebelum terlambat.
Umar bin Abdul Aziz pernah mengatakan: "Malam dan siang, keduanya bekerja untukmu. Maka manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya." Setiap fajar dan mentari memberikan kesempatan baru untuk melangkah. Gunakanlah waktu dengan bijak sebelum terlambat. Jangan sia-siakan waktu yang ada, karena waktu tidak akan kembali.
Hentikan kebiasaan menghabiskan waktu sia-sia. Apakah kita rela melewati hari tanpa tujuan yang jelas? Apakah kita akan bangun tanpa rencana apa pun? Apakah kita ingin melewati satu hari tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat?
Lakukanlah pekerjaan hari ini saat ini. Biarkan pekerjaan besok menunggu besok. Jika kita menunda pekerjaan dari hari ini ke esok, bagaimana dengan pekerjaan besok? Apakah pekerjaan beberapa hari yang lalu bisa diselesaikan dalam satu hari?
Hidup ini memiliki tujuan. Hidup kita akan kembali kepada Sang Pencipta. Buatlah hari ini lebih baik dari kemarin. Jadikan hari esok lebih produktif dari pada hari ini.
Hari kemarin sudah berlalu. Hari esok belum tentu kita miliki. Yang kita punya hanya hari ini. Mulailah hidup kita hari ini dengan perencanaan yang matang. Jadikan rutinitas kita hari ini berarti dan penting. Mari bersama-sama berpikir, apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.






0 comments:
Posting Komentar