Assalamu 'alaikum Wr. wb.
Seorang ahli kubur mengakui kepada seorang yang sholeh tentang kehidupan setelah kematian. Gambaran alam kubur sulit untuk dijelaskan, karena kita belum pernah mati dan dikubur. Kehidupan setelah kematian masih menjadi misteri. Namun, petunjuk dari Al Qur'an dapat membantu kita membayangkan bagaimana kehidupan setelah kematian.
Ada sebuah cerita yang menggetarkan hati. Cerita nyata ini diceritakan oleh seorang putra kiai terkemuka di Jawa Timur. Putra kiai tersebut menceritakan pengalaman menyeramkan yang dialaminya. Kang Ali, seorang lurah di Pamekasan, memiliki kehidupan yang penuh dengan ibadah. Ia selalu menjalankan sholat berjamaah dan melaksanakan sholat sunnah serta ibadah-ibadah lainnya.
Suatu hari, Kang Ali bertemu dengan seorang pekerja seks komersial dari Parangtritis, Yogyakarta. Mereka terlibat dalam percakapan tausiah yang penuh kebaikan. Namun, si perempuan tiba-tiba jatuh sakit dan selama seminggu Kang Ali tidak mendengar kabarnya. Hingga suatu malam, Kang Ali menerima telepon misterius dari si perempuan yang mengaku berada di alam kubur. Kang Ali sangat terkejut dan tak percaya, namun setelah si perempuan menyebutkan garis keturunannya hingga urutan ketujuh, Kang Ali mulai percaya.
Kang Ali kemudian mengunjungi makam si perempuan di Parangtritis dan membaca doa untuknya. Malam itu, si perempuan kembali menghubungi Kang Ali dan menceritakan kondisi alam kubur. Menurutnya, di dalam kubur tidak ada siksaan. Orang baik akan merasakan ketenangan dan langsung naik ke tempat yang lebih baik, sementara orang yang buruk akan merasakan penyesalan.
Selama 40 hari, si perempuan menghubungi Kang Ali dan menceritakan tentang kehidupan di alam kubur. Kang Ali akhirnya percaya bahwa doa untuk orang yang telah meninggal dapat dirasakan oleh mereka. Setelah si perempuan pergi, Kang Ali yakin bahwa amal baik yang kita lakukan selama hiduplah yang akan menolong kita di alam kubur.
Terima kasih.
Sabtu, 14 Maret 2026
Filled Under
Cerita Islam
Laporan Pengamatan dari Alam Kubur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 comments:
Posting Komentar