Assalamualaikum wr. wb.
Jika ditanya kepada siapa pun: "Apakah Anda ingin masuk surga?", pasti jawabannya adalah "ya" tanpa ragu. Karena itu, seseorang akan berusaha keras untuk melakukan segala hal yang memungkinkan baginya untuk masuk surga, meskipun harus menghadapi godaan dan cobaan dari setan dan hawa nafsu. Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa keduanya akan berusaha menggagalkan setiap upaya orang yang menginginkan kebahagiaan abadi di akhirat nanti.
Jadi, apa yang perlu dilakukan? Jawaban umum untuk pertanyaan ini biasanya adalah beribadah, menjauhi hal-hal yang haram atau maksiat, dan tidak menyakiti orang lain. Namun, apakah itu sudah cukup?
Ada yang pernah mengatakan: "Untuk masuk surga, kita harus membawa orang lain bersama-sama. Kita harus membawa orang lain bersama kita." Artinya, amalan individu mungkin tidak cukup untuk memastikan seseorang melangkah ke surga. Memastikan bahwa kita menjadi hamba Allah yang taat saja belum cukup untuk memenuhi syarat masuk surga.
Allah telah dengan jelas mengingatkan tentang tanggung jawab untuk menjaga keluarga agar tidak terjerumus ke dalam neraka dalam firman-Nya yang berbunyi: "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu-batu..." (Surah al-Tahrim 66: 6)
Seperti yang kita ketahui, tanggung jawab seorang Muslim tidak terbatas pada semua aspek kehidupan manusia yang sesuai dengan ajaran Islam yang komprehensif, karena manusia dijadikan sebagai khalifah di muka bumi. Oleh karena itu, membangun kemajuan umat dan peradaban juga termasuk dalam upaya menuju surga Ilahi.
Jangan sampai terlewat dalam mengikuti arus zaman yang terus berkembang. Pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai bidang teknologi menjadi hal yang penting bagi kita sebagai khalifah yang bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang semakin pesat (populasi dunia mencapai 7 miliar pada 31 Oktober 2011), sumber daya alam pun semakin menipis. Jika kita melihatnya secara fisik, manusia dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
Sebagai umat Islam, kita juga harus memperhatikan hal ini karena kita dituntut untuk mengurus kehidupan kita dengan menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki. Meskipun rezeki sebenarnya datang dari Allah SWT yang tidak terduga, namun sebagai manusia kita tetap harus berusaha untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.
Sangat disayangkan apabila umat Islam sebagai sebuah peradaban tertinggal dalam perkembangan teknologi yang memberikan banyak manfaat bagi umat manusia. Sejarah menunjukkan bahwa umat lain lebih dulu mengembangkan ilmu teknologi dan menciptakan berbagai metode untuk mengaplikasikannya. Padahal, dulu umat Islam pernah menjadi pelopor dalam bidang sains dan teknologi.
Sinergi Dunia Akhirat
Peradaban Islam terbentuk sebagai peradaban yang unggul, manfaatnya tidak hanya untuk umat Islam saja, tetapi juga turut bermanfaat bagi umat manusia di seluruh dunia. Hal ini benar-benar menunjukkan peran yang sukses dari seorang khalifah. Itulah peran seorang khalifah yang berfungsi dengan baik.
Hal yang perlu kita pelajari dari kemajuan sains dan teknologi peradaban Islam terdahulu adalah upaya pengkajian dan perkembangan ilmu dan pengetahuan telah dilakukan dengan perspektif kesejahteraan dunia dan akhirat. Sinergi antara kesejahteraan dunia dan akhirat inilah yang menjadi kunci rahasia kejayaan peradaban Islam suatu masa dahulu.
Bahkan, segala kemajuan yang dibangun mengambil kira keperluan hidup manusia dan sekaligus bernafaskan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa, tanpa melupakan tujuan akhir yaitu mendapatkan keridhaan Ilahi yang akan membawa ke surga-Nya. Pengabdian dan ketaatan dalam bentuk menegakkan syariat Allah dan keadilan-Nya terwujud dalam bentuk teknologi yang dibangun.
Sebagai contoh, lihatlah teknologi yang digunakan untuk mengunci pintu baitulmal. Kononnya, pintu pusat simpanan baitulmal pada masa lampau dikunci dengan sistem kunci yang dirancang khusus dan sulit ditembus. Hal ini bertujuan agar harta baitulmal terjaga dengan baik agar dapat digunakan sesuai dengan ketentuan syariah.
Ketidakmungkinan untuk membobol kunci tersebut akan menggagalkan upaya pencurian harta tersebut, sekaligus menjadi bukti niat seseorang untuk mencuri. Hal ini juga memberi kesempatan kepada pelaku agar dapat terhindar dari hukuman yang berat karena kegagalan dalam mencuri harta tersebut, namun tetap akan dikenakan hukuman lain sesuai dengan kebijaksanaan hakim. Pada saat yang sama, hal ini juga memberi kesempatan kepada pelaku untuk bertaubat dan merenungi perbuatannya yang salah.
Umat Islam zaman modern ini perlu memahami pentingnya untuk terus belajar dan menguasai ilmu pengetahuan sains dan teknologi. Hal ini penting agar kita dapat menjalankan tugas sebagai khalifah Allah di bumi, serta menjadikan dunia ini lebih baik dan mendapatkan keberkahan-Nya.
Dalam menggali ilmu pengetahuan serta teknologi, kita juga dapat menemukan rezeki yang tidak terduga dari Allah. Manusia diberikan akal untuk memahami dan memanfaatkan segala ciptaan-Nya, yang mana terkandung berbagai manfaat untuk kita.
Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran, Allah menciptakan besi dengan segala kekuatannya yang bermanfaat bagi manusia. Dan di bumi ini, Allah menciptakan segala keperluan hidup bagi kita. Semua ini sebagai rahmat-Nya bagi kita yang harus kita syukuri.
Meskipun kehidupan modern penuh dengan teknologi dan kemajuan, kita tidak boleh lupa bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. Kita harus tetap fokus pada tujuan akhir kita, yaitu kehidupan abadi di akhirat.
Kita harus bijak dalam menggunakan teknologi, tidak hanya untuk kesenangan semata. Umat Islam juga harus menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi, agar dapat memberikan kontribusi dalam membangun dunia yang lebih baik. Dengan begitu, kita dapat mencapai kehidupan sejahtera di dunia dan akhirat.





0 comments:
Posting Komentar