Kamis, 19 Maret 2026

Dengki adalah bahan penghapus yang merusak kebaikan

Posted By: Aa channel media - Maret 19, 2026

Hasad dengki, atau sering disebut dengki atau iri hati, adalah sebuah sikap yang tidak baik dan seharusnya dihindari. Pada masa lalu, mungkin saat kita belajar agama di sekolah dasar, kita sering diajarkan tentang sifat tercela ini. Untuk mengetahui apakah kita terkena hasad dengki, kita bisa merenungkan apakah kita senang melihat orang lain menderita atau merasa tidak nyaman melihat orang lain bahagia.

Jika kita merasakan hal-hal seperti itu dalam hati kita, kemungkinan kita sedang terkena penyakit hasad dengki, yang merupakan penyakit yang berbahaya bagi jiwa. Kita harus segera mencari penawarnya, karena jika dibiarkan, penyakit ini dapat merugikan kita, baik di dunia maupun di akhirat. Sayangnya, tidak ada institusi khusus yang dapat menyembuhkan penyakit hasad dengki, sehingga kita perlu mencari bantuan dari dokter jiwa atau seorang Mursyid yang dapat membantu menyembuhkan hati kita. Hampir semua orang memiliki sedikit hasad dengki, yang membedakan adalah seberapa besar dan seringnya kita terpengaruh oleh sifat tersebut.

Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa ada enam golongan manusia yang akan masuk neraka, salah satunya adalah orang yang memiliki hasad dengki di hatinya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hasad dengki dapat menghapus kebaikan seperti api yang membakar kayu.

Seseorang yang memiliki penyakit hasad dengki dalam hatinya tidak akan pernah merasakan kebahagiaan. Hidupnya akan selalu dipenuhi dengan penderitaan dan kesengsaraan. Setiap kali melihat orang lain lebih sukses atau bahagia, hatinya akan terusik dan merasa tidak nyaman. Sebaliknya, ia akan merasa senang jika melihat orang lain mengalami kesulitan atau kegagalan.

Hasad dengki adalah penyakit kronis yang dapat merusak hubungan antar manusia dan merusak persaudaraan. Hal ini dapat memunculkan fitnah, dendam, prasangka buruk, ghibah, hasutan, dan dosa-dosa lain yang dapat menghancurkan segala kebaikan. Seseorang yang terus-menerus mengamalkan sifat hasad dengki sebenarnya adalah orang yang tidak menghargai karunia Allah dan tidak bersyukur atas apa yang telah diberikan kepada dirinya dan orang lain.

Dalam sebuah kisah, Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan kepada seorang wanita yang rajin beribadah namun suka menyakiti orang lain dengan perkataannya. Beliau menyatakan bahwa orang tersebut tidak akan mendapatkan kebaikan dan merupakan penghuni neraka. Sebaliknya, dalam kisah lain, Rasulullah menyebut seorang pemuda sebagai ahli Surga karena amal ibadahnya yang mulia.

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya menjauhi sifat hasad dengki dan menghargai karunia Allah kepada orang lain. Kita harus belajar untuk bersyukur dan tidak iri hati terhadap kesuksesan dan kebahagiaan orang lain, karena hal tersebut merupakan tanda ketidakredaan kepada Allah. Semoga kita semua terhindar dari sifat hasad dengki dan selalu bersikap baik kepada sesama.

Ada seorang sahabat yang memiliki keinginan untuk mengamati pemuda tersebut secara lebih dekat, sehingga ia memutuskan untuk mengikuti pemuda tersebut pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, sahabat tersebut meminta izin kepada pemuda untuk menginap di rumahnya, permintaan tersebut pun disetujui oleh pemuda. Namun, setelah mengamati pemuda sepanjang hari dan malam, sahabat tersebut menyadari bahwa tidak ada ibadah yang istimewa yang dilakukan oleh pemuda tersebut. Pemuda hanya melakukan ibadah wajib tanpa tambahan seperti shalat malam.

Sahabat tersebut semakin penasaran dan akhirnya bertanya kepada pemuda, "Mengapa kamu disebut sebagai pemuda ahli Surga oleh Rasulullah, padahal tidak ada yang istimewa dalam amalan ibadahmu? Bolehkah aku tahu rahasiamu?" Pemuda terkejut mendengar pertanyaan tersebut dan setelah merenung sejenak, ia menjawab, "Mungkin yang membuatku disebut sebagai pemuda ahli Surga oleh Rasulullah adalah karena hatiku tidak pernah merasa dengki terhadap orang lain, bahkan aku tidak pernah memiliki niat untuk dengki."

Orang yang melakukan banyak ibadah pun dapat masuk neraka jika terjerumus dalam dengki, apalagi jika tidak melakukan ibadah sunnah seperti tahajud dan puasa sunnah serta masih terpengaruh oleh perasaan dengki. Oleh karena itu, sebagai seorang yang beriman kepada Allah, kita harus menyadari penyakit hati seperti dengki dan berusaha untuk memperbaikinya melalui mujahadah atau perjuangan melawan hawa nafsu yang negatif.

Beberapa tips yang dapat dilakukan dalam memerangi rasa dengki antara lain adalah dengan mengucapkan selamat atas keberhasilan orang yang kita dengki, menyebutkan kebaikan dan keistimewaan orang tersebut, menjaga hubungan baik dengan orang tersebut, membela orang tersebut jika ada yang mencoba menjatuhkannya, dan berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan untuk menghilangkan rasa dengki dalam hati. Meskipun terasa sulit, namun inilah obat yang dapat menyembuhkan penyakit hati kita.

Tapi obat ini harus kita terapkan dengan sungguh-sungguh dan selalu mengingat firman Allah dalam QS Al Ankabut: 69 yang berarti "dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami". Rasa iri dan dengki terhadap orang lain muncul karena merasa orang lain memiliki keistimewaan dan kelebihan yang lebih dari yang kita miliki.

Jika seseorang mendapatkan lebih banyak nikmat daripada kita, atau jika kita merasa kalah dalam persaingan atau kompetisi, maka perasaan dengki akan muncul. Seharusnya kita tidak merasa seperti itu. Jika kita percaya kepada Allah dan yakin akan keadilan-Nya dalam memberikan pemberian kepada hamba-Nya, maka kita tidak akan merasa dengki terhadap orang lain. Firman Allah dalam QS An-Nisa: 32, yang berarti "janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain". Allah yang menentukan pemberian-Nya kepada setiap orang. Dia menguji kita.

Jika seseorang menyadari dirinya sebagai hamba-Nya, maka dia akan selalu bersyukur atas nikmat yang diterimanya, menerima takdir dengan ikhlas, dan sabar dalam menghadapi ujian. Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman bahwa "barangsiapa tidak redha dengan takdir-Ku dan tidak sabar dalam menghadapi cobaan-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku". Jika Allah memberikan lebih kepada seseorang daripada kita, itu adalah ujian untuk melihat seberapa sabar dan redha kita dengan takdir-Nya. Jika Allah memberikan lebih kepada kita, itu juga adalah ujian untuk melihat seberapa bersyukur kita atas nikmat tersebut.

Jadi, mengapa harus merasa dengki? Jika kita masih merasa dengki, itu artinya kita tidak merestui keputusan Allah. Kita tidak senang dengan ketentuan-Nya dan tidak menerima kehendak-Nya. Orang yang merasa dengki tidak hanya bermusuhan dengan orang yang diketahui, tetapi juga bermusuhan dengan Allah. Mereka tidak berperilaku baik terhadap manusia maupun Allah. Oleh karena itu, mereka pantas menjadi penghuni Neraka.


 

0 comments:

Posting Komentar