Senin, 16 Februari 2026

Yuk kita kenali tanda-tanda penyakit Tipes!

Posted By: Aa channel media - Februari 16, 2026

Hati-hati saat musim hujan seperti sekarang ini. Selain banyak bakteri yang berkembang, terkadang gaya hidup kita tidak sehat. Seringkali kita membeli makanan di pinggir jalan yang pastinya terkena debu. Saat makan bakso, kita sering menghabiskan satu botol saus sendiri dengan alasan gratis. Namun, gaya hidup seperti ini seringkali menjadi penyebab penyakit, salah satunya adalah tipes. 

Penyakit tipes disebabkan oleh Bakteri Salmonella Typhosa, yang namanya sekeren bahayanya. Bakteri ini banyak menular melalui makanan, minuman, tinja, dan air seni yang dibawa oleh lalat. Bakteri Salmonella termasuk dalam genus bakteri enterobacteria gram negatif yang berbentuk tongkat, dengan masa inkubasi dalam tubuh selama 5-12 hari. Nama "keren" bakteri tipes diberikan oleh Pak tua Edward Salmon, seorang ahli patologi dari Amerika, meskipun rekannya, Theobold Smith, yang pertama kali menemukan bakteri ini pada tahun 1885 pada tubuh babi. 

Pada fase awal demam tifoid, kuman memasuki tubuh dan bersiap untuk menyerang. Masa inkubasi berlangsung selama 7-12 hari, dengan rata-rata 10-12 hari. Gejala awal seperti kehilangan nafsu makan, rasa malas, sakit kepala, nyeri otot, lidah kotor, dan gangguan perut muncul.

Gejala khas demam tifoid menjadi penentu dalam diagnosis. Jika gejala khas tersebut terlihat, diagnosis dapat segera ditetapkan. Gejala khas demam tifoid termasuk anoreksia, sakit kepala, nyeri otot, lidah kotor, dan gangguan perut.

Minggu pertama setelah terinfeksi, gejala penyakit ini dimulai dengan demam tinggi yang berlangsung lama, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, nadi lemah, pernapasan cepat, bronkitis kataral, perut kembung, dan rasa tidak nyaman. Diare dan sembelit bisa terjadi bergantian, dan lidah penderita akan terlihat kotor di tengah, dengan tepi dan ujung yang merah dan bergetar. Gejala lain yang mungkin dialami adalah epistaksis, tenggorokan kering, dan radang. Ruam kulit biasanya muncul pada hari ketujuh, terutama di bagian abdomen, berupa bercak merah tua yang menghilang setelah beberapa hari. Pada kasus yang lebih parah, purpura kulit dapat terjadi. Limpa akan terasa membesar dan perut terasa kembung. Jika penderita memeriksakan diri pada periode ini, gejala yang muncul bisa saja menyerupai penyakit lain.

Pada minggu keempat merupakan fase penyembuhan yang penting meskipun awalnya dapat muncul komplikasi seperti pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis. Jika tidak ditangani dengan segera, dapat terjadi berbagai komplikasi serius.

Komplikasi intestinal meliputi perdarahan usus, perforasi usus, dan ileus paralitik. Sementara komplikasi ekstra-intestinal meliputi masalah kardiovaskuler seperti kegagalan sirkulasi perifer, miokarditis, trombosis, dan tromboflebitis. Komplikasi lainnya termasuk anemia hemolitik, trombositopenia, DIC, sindrom uremia hemolitik, pneumonia, hepatitis, glomerulonefritis, osteomielitis, polineuritis perifer, serta masalah neuropsikiatrik seperti delirium, meningitis, dan psikosis.

Langkah terbaik yang harus diambil adalah segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan menghindari komplikasi yang lebih parah.


0 comments:

Posting Komentar