Takbir adalah amalan sunnah yang senantiasa terdengar merdu saat menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pada momen-momen bersejarah itu, umat Islam disarankan untuk merayakan malamnya dengan berbagai amalan ibadah, di antaranya adalah mengumandangkan takbir.
Seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis, Takbir menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.
مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ الْعِيدِ، أَحْيَا اللهُ قَلْبَهُ يَوْمَ تَمُوْتُ القُلُوبُ
Man ahyâ laylatal ‘îd, ahyâllâhu qalbahu yauma tamûtu al-qulûb.
Ada malam yang gelap, ketika hatinya mati menjadi kuburan bagi hati-hati lainnya.
Siapa yang merayakan malam Idul Fitri, Allah akan menyegarkan hatinya saat hati-hati lain mati.
Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan, umat Muslim disarankan untuk memuliakan asma Allah dengan mengucapkan takbir. Namun, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa takbir yang diucapkan saat Lebaran dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu takbir Mursal dan takbir Muqayyad. Kedua jenis takbir ini memiliki perbedaan dalam hal waktu dan cara pelaksanaannya.
Takbir Mursal adalah takbir yang dapat dilantunkan tanpa terikat pada waktu shalat tertentu, sehingga tidak harus diucapkan setelah menyelesaikan shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Takbir ini disarankan untuk dibaca kapan pun diperlukan, di mana pun berada, dan dalam situasi apa pun. Laki-laki maupun perempuan dianjurkan untuk mengucapkan takbir ini, baik saat berada di rumah, dalam perjalanan, di jalan, di masjid, di pasar, atau di tempat lainnya. Meskipun boleh dilakukan kapan saja, takbir Mursal lebih baik diucapkan mulai dari matahari terbenam pada malam Hari Raya hingga imam mengucapkan takbiratul ihram dalam shalat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha.
Dendangan Takbir dan Shalat Idul Fitri merupakan bagian penting dari perayaan Idul Fitri. Terdapat berbagai macam Takbir yang bisa dilantunkan, mulai dari Takbir yang tidak terikat oleh waktu hingga Takbir yang terikat dengan waktu. Sementara itu, Shalat Idul Fitri merupakan ibadah sunat muakad yang dilakukan pada pagi hari, waktu Dhuha, dan dianjurkan untuk dilaksanakan di lapangan. Shalat ini sebaiknya dilakukan secara berjamaah dengan khutbah tanpa adzan. Hal ini dilakukan karena Shalat Idul Fitri hanya dilakukan sekali dalam setahun, sehingga menjadi ibadah yang istimewa dan dianjurkan untuk dikerjakan dengan penuh kesungguhan.
Takbir Muqayyad merupakan takbir yang diucapkan dengan waktu tertentu, yaitu setelah menyelesaikan shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah. Sunnah untuk mengucapkan Takbir Muqayyad setiap selesai shalat selama bulan Dzulhijjah, mulai dari tanggal 9 hingga 13. Hari 9-10 Dzulhijjah dikenal sebagai Hari Arafah dan Hari Raya Idul adha, sementara Hari 11-13 Dzulhijjah disebut Hari Tasyrik.
Bacaan takbir yang terdengar adalah sebagai berikut: Lafaz takbir yang dikumandangkan.
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah yang sangat banyak, dan Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Dia menepati janji-Nya, memberikan kemenangan kepada hamba-Nya, memperkokoh pasukan-Nya, dan mengalahkan golongan yang zalim dengan kekuasaan-Nya yang Maha Esa, Amin.
Dengan memahami perbedaan antara Takbir Mursal dan Takbir Muqayyad, umat Islam dapat melaksanakan takbir dengan lebih baik sesuai dengan waktu dan ketentuannya.





0 comments:
Posting Komentar