Bismillahirrahmanirrahim.. Assalamualaikum wr. wb. kepada semua.. posting kali ini membicarakan tentang topik Kualitas tingkah laku yang baik versus perlakuan yang baik.
Apa itu akhlak? Akhlak ialah dorongan dalam hati yang mampu melahirkan perbuatan baik secara spontan tanpa pertimbangan akal. Inilah definisi ringkas akhlak mengikut pandangan Ibn Maskawih dan Imam al-Ghazali.
Dengan kata lain, akhlak ialah perlakuan baik yang sudah begitu serasi dan sebati dalam diri seseorang yang membolehkannya melakukan kebaikan secara automatik.
Ada beda antara perlakuan baik dengan akhlak yang baik? Contohnya, seseorang yang menghulurkan bantuan kepada orang lain hanya setelah mempertimbangkannya berjam-jam atau berhari-hari. Itu belum boleh dikatakan akhlak yang baik. Itu hanya perlakuan baik.
Seseorang yang baru sahaja mengamalkan sifat pemurah, belum lagi menjadi seorang yang betul-betul pemurah dalam arti kata yang sebenar jika dia masih di peringkat bermujahadah ketika melakukan kebaikan. Yang dimaksudkan dengan akhlak pemurah itu hanya apabila dia mengeluarkan bantuan dengan segera, spontan dan tidak memerlukan masa yang panjang untuk berfikir dan mempertimbangkan perbuatan baiknya itu berdasarkan ilmu yang dipelajari atau logik akal. Tegasnya, akhlak ialah perbuatan baik yang lahir daripada hati, bukan daripada pemikiran.
Akhlak itu penting kerana itulah misi kedatangan Rasulullah ke mula bumi ini. Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud : "Aku diutus untuk memperbaiki akhlak manusia.(Riwayat al-Baihaqi)
"Mengikut sesetengah ulama, hadis ini menterjemahkan maksud firman Allah, maksudnya : "Tidaklah Aku mengutus Muhammad melainkan untuk memberi rahmat kepada seluruh semesta alam." (Surah al-Anbiya' 21:107)
Mengikut pakar yang mengkaji ayat-ayat al-Quran, 80% isinya adalah tentang ajaran akhlak. Tatkala ditanya kepada Rasulullah tentang manusia yang paling sempurna imannya, Rasulullah terus menjawab : "Orang yang terbaik akhlaknya."(Riwayat Ahmad)
Jadi, iman dan takwa itu walaupun berada dalam hati, tetapi kesannya terpancar ke luar diri dalam bentuk akhlak yang baik. Justeru tidak hairanlah jika Rasulullah sendiri dipuji oleh Allah atas dasar ketinggian akhlaknya, walaupun Baginda mempunyai banyak lagi kelebihan-kelebihan lain.
Mengasah Budi Pekerti
Budi pekerti Rasulullah adalah al-Quran. Semua ajaran al-Quran itu diinterpretasikan oleh Rasulullah dalam bentuk budi pekerti yang baik, yang bisa terlihat dan dirasakan oleh siapa pun yang berada di sekitarnya, baik itu istri, anak, sahabat, atau bahkan musuhnya. Beliau berhasil menyebarkan dakwah, mendidik, membimbing, dan memimpin umat dengan kualitas budi pekerti yang tinggi.
Nasihat dari Rasulullah sangat efektif karena perbuatannya sejalan dengan perkataannya. Budi pekerti tersebut mampu menyentuh hati, sedangkan kebijaksanaan mampu menjangkau akal. Ketika hati telah terpikat, maka akal, emosi, bahkan seluruh diri manusia pun pasti akan terpikat. Inilah rahasia kesuksesan perjuangan Rasulullah.
Sayangnya, kekuatan dari rahasia tersebut semakin luntur dari umat dan pejuang Islam masa kini. Mungkin argumennya tajam, pemikirannya jernih, namun jika budi pekerti tumpul, dakwah dan pendidikan tidak akan memberikan dampak yang signifikan. Seperti yang dikatakan oleh Sayidina Ali: "Jika seorang ulama tidak bertaqwa, nasehatnya tidak akan efektif seperti air yang jatuh di atas telur burung kasuari."
Kebenaran tanpa budi pekerti tidak akan diterima manusia. Ketika Nabi Musa dan Nabi Harun hendak bertemu dengan Firaun, Allah mengingatkan keduanya untuk berbicara dengan lembut dan penuh kasih sayang. Pesannya adalah, meskipun keduanya membawa wahyu dan dakwah yang benar, Allah tetap menekankan pentingnya berbicara dengan budi pekerti yang baik. Jangan sampai kebenaran ditolak hanya karena cara penyampaiannya yang tidak tepat (tidak berbudi pekerti). Hidayah dan taufik adalah kuasa Allah, namun yang diperintahkan kepada para pendakwah dan pejuang Islam adalah menyebarkan dan memperjuangkan Islam dengan sopan santun dan budi pekerti yang baik.







0 comments:
Posting Komentar