Salah satu cara untuk meningkatkan iman dan takwa bagi umat muslim adalah dengan menampilkan kepribadian melalui berbusana dan berhias sesuai dengan ajaran agama. Allah telah menciptakan berbagai macam pakaian dan penutup aurat sebagai bentuk kebaikan dan keindahan dalam kehidupan manusia.
Standar berbusana yang ditekankan dalam Islam adalah dengan berlandaskan takwa, yakni pemenuhan terhadap ketentuan agama. Memilih pakaian yang indah dan makanan yang baik adalah hal yang dianjurkan dalam Islam, namun harus dilakukan dengan penuh kewajaran dan tidak berlebihan.
Menutup aurat merupakan syarat sahnya ibadah seperti salat, dan umumnya diatur larangan untuk melihat aurat orang lain. Berbusana sebagai muslimah adalah bentuk pengamalan akhlak terhadap diri sendiri, yang menunjukkan penghargaan terhadap martabat diri sebagai manusia yang beradab.
Al-Quran menjelaskan fungsi pakaian sebagai penutup aurat, perhiasan, pelindung, dan identitas diri. Allah telah menetapkan tata cara berpakaian melalui surat Al-A'raf, yang mengingatkan kita untuk selalu memilih pakaian yang sesuai dengan ajaran-Nya. Adab berpakaian merupakan bagian penting dalam Islam yang harus dijunjung tinggi oleh umat muslim.
Ketika hendak mengenakan pakaian, mulailah dengan membaca basmalah dan selanjutnya ucapkanlah doa berikut ini: "Semoga pakaian yang aku kenakan hari ini menjadi sumber kekuatan dan perlindungan bagi diriku. Amin. "ALLHAMDULILLAHILLADZII KASANII HADZASSAU BAWAROJA QONII MIN GHOIRI HAULIN MINNII WALA QUWWAH"
"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kemampuan untuk menghadapi semua ujian tanpa bantuan dari siapapun dan tanpa kekuatan dari diri saya sendiri"
Mulailah dengan menggunakan anggota tubuh yang kanan sebagai langkah awal. Jangan berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam berbusana, berperhiasan, dan lainnya. Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan agar makan, minum, berpakaian, dan bersedekah dilakukan tanpa kemewahan atau keberlebihan. Sombong adalah sikap yang harus dihindari, terutama dalam berpakaian, karena hal ini dianggap sebagai perbuatan tercela. Selain itu, hindarilah penampilan yang menyerupai pakaian laki-laki maupun pakaian perempuan.
Berhias merupakan usaha untuk memperindah diri. Dalam Islam, berhias diperbolehkan asalkan dilakukan dengan niat beribadah dan untuk memperindah diri. Namun, berhias dengan tujuan untuk menarik lawan jenis atau untuk berbuat dosa tidak diperkenankan. Sebagaimana dikatakan Rasulullah saw: "Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan."
Ketika kita berhias, hendaknya kita mengikuti adab Islam, seperti membaca basmalah sebelum memulai, mendahulukan anggota badan yang kanan, menghindari perhiasan emas bagi laki-laki, mencukur kumis dan memotong kuku, serta tidak mengubah ciptaan Allah. Misalnya, larangan membuat tato, mencukur alis mata, dan menyambung rambut.
Perempuan dilarang menyambung rambut atau meminta disambungkan rambutnya, sesuai dengan larangan Rasulullah saw. Laki-laki juga dilarang memakai perhiasan emas serta berhias seperti perempuan, dan sebaliknya. Ketika berhias, dianjurkan untuk membaca doa sebelum menghadap cermin: "ALLOHUMMA ZAMMANII BIL 'ILMI WATAQWA WAJAYYINII BIL HILMI WAL AKHLAQIL KARIIMAH"
"Ya Allah, hiasilah aku dengan takwa, hati yang lembut, dan budi pekerti mulia."





0 comments:
Posting Komentar