Rabu, 10 Desember 2025

Modal Autodidak, Omzetnya Mencapai Hingga Rp4 Juta

Posted By: Aa channel media - Desember 10, 2025

Keberanian memulai usaha tanpa modal autodidak tidak menghentikan Sahid s Collection Creative Manufacture of Homeware untuk tumbuh dan berkembang. Bahkan, usaha kerajinan ini mampu menghasilkan omzet Rp3 juta hingga Rp4 juta per hari. Bukan semua orang berani mencoba terjun ke dunia bisnis tanpa memiliki keahlian atau keterampilan di bidang tersebut. Ada banyak alasan yang bisa dipertimbangkan, seperti takut akan risiko kegagalan yang tinggi, atau ketidakberanian untuk memulainya.

Namun, semua keraguan itu tidak mematahkan semangat keluarga Ali Munawar dalam menggeluti bisnis kerajinan fiber melalui Sahid s Collection. Meskipun butuh usaha dan perjuangan yang besar untuk memulainya, namun setelah beberapa tahun berjalan, Sahid s Collection berhasil menjadi pusat kerajinan tangan terkemuka yang menyediakan berbagai hiasan rumah terlengkap di Jakarta. Informasi yang diterima menunjukkan bahwa berbagai jenis produk hiasan rumah dihasilkan di pusat produksi ini.

Tak hanya itu, Sahid s Collection kini menjadi satu-satunya pemasok aneka produk kerajinan bahan fiber bagi seluruh wilayah.

Kisah sukses Sahid s Collection dimulai oleh seorang pria paruh baya bernama Ali Munawar, bersama adik laki-lakinya yang bernama Sahid Masrun. Mereka memulai usaha aneka kerajinan fiber tanpa memiliki keahlian dalam membuat kerajinan tersebut, namun berhasil merintis usaha mereka dengan perlahan namun pasti.

Ide awal untuk memulai bisnis kerajinan fiber muncul setelah mereka melihat banyaknya produk kerajinan fiber berbentuk buah-buahan yang diimpor dari China pada tahun 1995. Hiasan buah-buahan tersebut sangat populer di Indonesia dan banyak digunakan sebagai pajangan di rumah-rumah. Melihat peluang yang terbuka, kedua bersaudara ini memutuskan untuk memulai usaha mereka pada tahun tersebut.

Mereka mulai dengan membeli kerajinan fiber berbentuk buah-buahan sebagai contoh, namun akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri kerajinan tersebut dan menambah variasi dengan buah-buahan khas Indonesia. Ali Munawar, pemilik Sahid s Collection, memutuskan untuk belajar secara autodidak tentang proses pembuatan kerajinan fiber dan secara langsung melihat proses pembuatan di sentra industri kerajinan fiber sebelum memutuskan untuk memproduksi sendiri kerajinan tersebut.

Setelah menjadi ahli, mereka memutuskan untuk memulai produksi sendiri. "Pada tahun-tahun awal, kerajinan fiber yang menggambarkan berbagai jenis buah sangat diminati di pasaran," ujar mereka. Meskipun saat itu sedang tren kerajinan fiber buah, namun mereka mengakui bahwa tidak mudah untuk memasarkan produk mereka. Bahkan karena sulitnya menemukan pasar yang cocok, mereka mulai memasarkan produk mereka dengan cara menjualnya kepada sesama penjual kerajinan fiber.

"Awalnya memang sulit, karena kami tidak memiliki keahlian dalam bisnis kerajinan fiber maupun pemasaran," ungkap mereka yang memiliki tempat produksi kerajinan fiber di Jalan Inerbang, Jakarta Timur. Namun seiring berjalannya waktu, produksi kerajinan fiber dari Sahid Collection mulai dikenal oleh masyarakat. Bahkan produk mereka mulai diminati, terutama di Jakarta, karena koleksi kerajinan buah fiber yang mereka hasilkan lebih lengkap daripada produk serupa dari China.

"Kami semakin laris karena koleksi buah-buahan kami sangat lengkap. Produk dari China hanya memiliki apel dan anggur, sedangkan kami memiliki berbagai jenis buah," ujar mereka. Berbeda dengan produk impor dari China, di Sahid Collection, buah-buahan khas Indonesia seperti jagung, pisang, alpukat, wortel, bahkan pare dijadikan bahan untuk kerajinan fiber.

"Ini adalah salah satu bentuk inovasi yang kami lakukan, sehingga sekarang kami menjadi supplier terbesar kerajinan fiber di Jakarta," lanjut mereka. Setelah berdiri selama 15 tahun, Sahid Collection kini sudah dikenal sebagai pusat kerajinan fiber. Produk kerajinan dari Sahid Collection bahkan telah tersebar ke seluruh Indonesia. Meskipun saat ini mereka tidak memasarkan produk kerajinannya di toko-toko atau gerai sendiri.

"Pelanggan kami adalah toko-toko souvenir atau toko kerajinan, kami kini berperan sebagai pemasok, biasanya mereka datang langsung ke tempat produksi untuk membeli," ungkap Ali. Bisnis kerajinan fiber yang ditekuni oleh dua bersaudara ini, akhirnya mampu memberikan kehidupan yang layak dan penghasilan yang stabil bagi keluarga mereka. Bahkan, dari awalnya bekerja tanpa bantuan karyawan, dengan perkembangan bisnis yang dimilikinya, saat ini Sahid's Collection telah berhasil menampung 24 karyawan tetap dan belum termasuk karyawan kontrak. "Dengan terus melakukan inovasi, pasar akan dapat dikuasai," tegas Ali. 

 



0 comments:

Posting Komentar