Klasifikasi bencana berdasarkan urutan kejadian adalah Bencana Alam primer, sekunder, tersier, dan kuartener. Pada suatu kejadian, bencana sebenarnya bisa saja hanya bencana primer atau bisa terjadi secara berurutan hingga bencana tersier.
Definisi umum dari setiap kategori bencana Alam adalah:
- Bencana Alam primer adalah bencana murni yang disebabkan oleh faktor alam
- Bencana Alam sekunder adalah bencana yang terjadi akibat kegagalan manusia dalam mencoba mengendalikan, mengelola, dan merusak alam.
- Bencana Alam tersier adalah bencana yang disebabkan oleh bencana sekunder yang sudah terjadi
- Bencana Alam kuartener adalah bencana lanjutan yang disebabkan oleh bencana tersier
Untuk lebih detailnya, mari kita ikuti contoh rangkaian kejadian berikut.Bencana galodo yang terjadi telah menimbulkan dampak luas di beberapa daerah di Lereng Gunung Marapi, termasuk Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang Panjang. Kerusakan parah terjadi di empat kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman. Selain merusak hunian penduduk, bencana galodo juga menghancurkan tempat ibadah, sekolah, fasilitas kesehatan, lahan pertanian, lahan perikanan, saluran irigasi, dan masih banyak lagi yang dilanda galodo tanpa menyisakan apapun.
Galodo dikategorikan sebagai bencana alam sekunder, yang disebabkan oleh kegagalan manusia dalam menjaga alam dan berakibat pada kerusakan lingkungan itu sendiri. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah perlu bekerja sama dengan masyarakat untuk melindungi hutan dari kerusakan, serta menindak tegas pelaku pembalakan ilegal dengan menghukumnya secara adil.
Dari klasifikasi di atas kita dapat menilai sebuah bencana, termasuk dalam kategori apa dan mengapa bencana itu terjadi. Suatu kejadian yang tampaknya sebagai bencana alam (primer) bisa menjadi bencana akibat kesalahan manusia (sekunder) atau bencana lanjutan lainnya (tersier atau kuartener).



0 comments:
Posting Komentar