Kamis, 13 November 2025

Nilai sosial

Posted By: Aa channel media - November 13, 2025

Nilai sosial merupakan panduan hidup bagi setiap anggota masyarakat, yang dianggap baik dan wajib dipatuhi. Nilai ini tidak tertulis, tetapi disepakati bersama oleh seluruh anggota masyarakat. Nilai-nilai ini diwariskan dari generasi lama ke generasi baru secara turun-temurun. Nilai sosial beragam dan selalu berubah mengikuti perkembangan masyarakat. Nilai sosial sangat penting untuk mengatur hubungan antar anggota masyarakat. Masyarakat akan mengikuti norma sosial yang berlaku dan menentukan apa yang dianggap benar dan penting berdasarkan nilai-nilai sosialnya. Implementasi nilai-nilai sosial dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk pandangan hidup dan identitas budaya yang membedakan suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Tuhan, masyarakat, dan individu merupakan sumber nilai sosial yang utama. Penetapan nilai sosial yang berasal dari Tuhan didasarkan pada ajaran agama yang menjadi pedoman dalam berperilaku. Nilai sosial yang berasal dari masyarakat adalah hasil kesepakatan antara anggota masyarakat. Sementara nilai sosial yang berasal dari individu adalah hasil pemikiran individu yang kemudian menjadi pedoman bagi masyarakatnya.

Ciri-ciri umum dari nilai sosial termasuk terbentuk melalui interaksi sosial secara terus-menerus, diwariskan melalui proses belajar seperti sosialisasi dan akulturasi, dan memberikan aturan untuk memenuhi kebutuhan sosial. Nilai sosial juga dapat berbeda-beda di setiap masyarakat dan memiliki pengaruh yang berbeda bagi tindakan manusia serta dampak positif dan negatif terhadap perkembangan individu.

Tolok ukur nilai sosial dalam masyarakat diukur melalui penghargaan yang diberikan terhadap nilai tersebut. Tolok ukur ini dapat berubah seiring perkembangan masyarakat dan dapat diukur melalui gaya hidup masyarakat. Perubahan gaya hidup mencerminkan perubahan nilai sosial dalam masyarakat. Nilai sosial juga dapat menjadi terbatas jika individu tidak berinteraksi dengan orang lain, yang dapat mengakibatkan keterasingan sosial.

Pembentukan nilai-nilai sosial merupakan hal yang nyata dalam tindakan manusia. Tindakan individu lebih dipengaruhi oleh nilai budaya daripada nilai sosial. Proses pembentukan nilai-nilai sosial di masyarakat terjadi secara bersama-sama dalam jangka waktu yang cukup lama. Suatu nilai hanya akan diakui sebagai nilai sosial apabila masyarakat merasa bahwa nilai tersebut penting bagi kehidupan mereka. Pembentukan nilai-nilai sosial dapat dilakukan melalui kebijakan publik yang menggunakan pendidikan, kepemimpinan, dan hubungan antar masyarakat. Perubahan sosial yang menyeluruh di dalam masyarakat dapat mempercepat terbentuknya nilai-nilai sosial yang baru.

Jenis-jenis nilai sosial dapat dibedakan berdasarkan sifatnya, yaitu:

1. Nilai kepribadian, yang merupakan nilai yang membentuk kepribadian seseorang dan berasal dari diri individu itu sendiri.
2. Nilai kebendaan, yang diukur dari kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan usaha sendiri.
3. Nilai biologis, yang berkaitan dengan kesehatan dan sifat biologis manusia.
4. Nilai kepatuhan hukum, yang terkait dengan aturan hukum negara yang menjadi acuan tentang hak dan kewajiban warga negara.
5. Nilai pengetahuan, yang mengutamakan konsep ilmiah sebagai cara untuk mencari kebenaran.
6. Nilai agama, yang berkaitan dengan ajaran agama yang menjadi pedoman dalam sikap, perilaku, ketaatan, dan menjauhi larangan.
7. Nilai keindahan, yang terkait dengan kebutuhan akan keindahan sebagai bagian dari budaya.

Berdasarkan tingkat kepentingannya, nilai sosial dapat dibagi menjadi:

  • Nilai material adalah segala hal yang dapat bermanfaat bagi kebutuhan fisik manusia, seperti makanan, air, dan pakaian. Nilai ini dapat diukur dengan mudah menggunakan alat pengukur, seperti liter untuk mengukur isi.
  • Nilai vital adalah segala hal yang penting bagi manusia dalam menjalani kegiatan sehari-hari, seperti buku dan alat tulis bagi pelajar, kalkulator bagi auditor, dan motor bagi tukang ojek.
  • Nilai kerohanian adalah hal-hal yang bermanfaat bagi batin atau rohani manusia, seperti nilai kebenaran yang berasal dari akal manusia, nilai keindahan yang berasal dari rasa estetika, dan nilai kebaikan atau moral yang berasal dari kodrat manusia.


Berdasarkan tingkat keberadaannya, nilai sosial dapat dibagi menjadi yang mandiri dan tidak mandiri. Nilai mandiri adalah nilai yang ada sejak manusia ada dan memiliki sifat khusus, sedangkan nilai tidak mandiri adalah nilai yang diperoleh manusia dari bantuan pihak lain.

Berdasarkan cirinya, nilai sosial dapat dibedakan menjadi:

  • Nilai yang membudaya adalah nilai yang dapat mendorong tindakan melalui proses berpikir yang lama dan telah menjadi bagian dari kepribadian bawah sadar.
  • Nilai dominan adalah nilai yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada nilai lainnya, dikarenakan banyaknya penganut nilai tersebut, dipertahankan dalam waktu yang lama, dan dihormati oleh tokoh masyarakat.

Peranan utama dari nilai sosial adalah mengatur perilaku anggota masyarakat sesuai dengan norma-norma yang berlaku, sehingga menciptakan ketenteraman dalam masyarakat. Tujuan bersama dalam masyarakat dapat tercapai dengan mudah ketika terdapat ketenteraman. Nilai sosial berperan sebagai panduan perilaku, kontrol sosial, dan perlindungan sosial. Sebagai panduan perilaku, nilai sosial mengarahkan individu untuk berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat. Nilai sosial memberikan batasan-batasan untuk tingkah laku manusia dengan memberikan sanksi atau rasa bersalah. Keberadaan nilai sosial juga memberikan perlindungan bagi manusia dalam menjalankan tindakan-tindakan tanpa rasa takut.

Nilai sosial juga berperan dalam membentuk kelas sosial dalam masyarakat. Selain itu, nilai sosial juga dapat membentuk rasa persaudaraan, kerja sama, dan perilaku baik dalam masyarakat. Keseimbangan antara nilai sosial, norma sosial, dan interaksi sosial juga membentuk proses akomodasi antar individu atau kelompok sosial.

Dalam dunia bisnis, nilai sosial, moral, dan etika sangat penting. Memberikan bantuan tanpa pamrih adalah salah satu bentuk nilai sosial yang diperlukan untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dan lingkungan selama beroperasi. Bisnis merupakan bagian dari masyarakat yang memerlukan hubungan timbal balik dengan lingkungan bisnis. Penertiban dan pengaturan bisnis harus didukung oleh etika dan norma sosial agar hubungan yang harmonis antara bisnis dan masyarakat dapat terjaga.


 

0 comments:

Posting Komentar