Rabu, 12 November 2025

Kebenaran

Posted By: Aa channel media - November 12, 2025

Kebenaran adalah kesesuaian antara pengetahuan, penalaran, dan objek. Hal ini juga bisa diartikan sebagai pendapat atau tindakan seseorang yang diterima (atau tidak ditolak) oleh orang lain dan tidak merugikan diri sendiri.

Kebenaran merupakan lawan dari kekeliruan, yang terjadi ketika objek dan pengetahuan tidak sesuai. Sebagai contoh, jika dikatakan bahwa roda mobil memiliki bentuk segitiga, hal tersebut jelas keliru karena kenyataannya roda berbentuk bundar. Namun, jika dikatakan bahwa roda mobil berbentuk bundar dan hal ini sesuai dengan kenyataan, maka pernyataan tersebut dianggap benar.

Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan objek, atau disebut juga sebagai pengetahuan obyektif. Karena suatu objek memiliki banyak aspek, maka sulit untuk mencakup keseluruhan kebenaran dari objek tersebut. Topik tentang kebenaran sering diperdebatkan oleh teolog, filsuf, dan ahli logika.

Salah satu cara sederhana untuk memahami suatu subjek adalah dengan menentukan apa yang bisa benar atau salah, termasuk pernyataan, proposisi, kepercayaan, kalimat, dan pemikiran.

Pengertian benar pada dasarnya adalah kesesuaian antara pikiran dan kenyataan. Misalnya, proposisi bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari adalah benar karena sesuai dengan kenyataan. Kriteria kedua untuk kebenaran adalah ketiadaan pertentangan dalam proposisi tersebut. Sebuah proposisi dianggap benar jika tidak ada pertentangan dari awal hingga akhir. Sebaliknya, proposisi yang tidak jelas, seperti "Tuhan dapat membuat batu yang lebih besar dari diri-Nya," dianggap salah karena tidak memiliki makna yang jelas.

Validitas berasal dari kata Latin "validus" yang berarti kuat atau sah. Dalam konteks logika, validitas merujuk pada kesahihan suatu proposisi. Suatu proposisi dianggap valid jika kesimpulannya terdapat dalam premis-premisnya, tanpa mempertimbangkan kebenaran proposisi tersebut. Validitas tidak ditentukan oleh kebenaran proposisi, melainkan oleh hubungan logis antara premis-premis dan kesimpulan.

Sebagai contoh, argumen bahwa "Semua mantan presiden adalah orang bertanggungjawab, Soekarno adalah orang bertanggungjawab, Jadi, Soekarno adalah mantan presiden" adalah tidak valid secara logis, meskipun premis-premisnya benar. Kebenaran dan kesalahan terkait dengan proposisi atau pernyataan individu, sementara validitas dan ketidakabsahan berkaitan dengan argumen sebagai keseluruhan. Hubungan antara kebenaran proposisi dan validitas argumen sangat penting, di mana suatu argumen dapat tetap valid meskipun salah satu premisnya tidak benar. Dalam logika, terdapat berbagai kombinasi kemungkinan kebenaran proposisi dan validitas argumen.

Berbagai jenis kebenaran terkait dengan pendidikan Bahasa Inggris memiliki sifat yang beragam. Ada kebenaran mutlak yang tidak berubah dan tidak terbantahkan, serta kebenaran nisbi yang dapat berubah-ubah dan dipengaruhi oleh faktor lain. Kebenaran absolut bersumber dari wahyu, sementara kebenaran nisbi dipengaruhi oleh rasio atau indra.

Kebenaran dalam sains diukur dengan rasio dan bukti empiris, jika teori sains rasional dan terbukti dengan bukti empirisnya, maka teori tersebut dianggap benar. Kebenaran dalam filsafat diukur dari sisi logisnya, sedangkan kebenaran dalam pengetahuan mistik diukur dengan berbagai ukuran seperti wahyu.

Ada beberapa jenis kebenaran yang dikenal luas, antara lain kebenaran religius yang bersumber dari agama atau keyakinan tertentu, kebenaran filosofis yang hasil dari pertimbangan kontemplatif, kebenaran estetis yang berdasarkan penilaian tentang keindahan, kebenaran ilmiah yang didasarkan pada syarat ilmiah dan bukti empiris, serta kebenaran pengetahuan mutlak dan relatif yang masing-masing memiliki sifat yang berbeda.

Teori-teori kebenaran telah memainkan peran penting dalam sebagian besar tradisi filsafat. Apapun fokus utama para filsuf, mereka tak bisa mengabaikan kebenaran. Konsep kebenaran muncul dengan cepat dan menghasilkan karya teoretis yang beragam.

Teori Korespondensi

Argumen utama dari pendukung teori kebenaran korespondensi adalah kejelasannya. Menurut René Descartes, kebenaran adalah kesesuaian pikiran dengan objeknya. Immanuel Kant juga setuju bahwa kebenaran adalah kesepakatan dengan objeknya. Dengan kata lain, suatu pernyataan benar jika sesuai dengan kenyataan. Teori ini berpendapat bahwa kebenaran bergantung pada hubungan bahasa-dunia.

Teori Koherensi
Kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan dengan pernyataan lain yang diterima sebagai benar atau jika maknanya saling berhubungan dengan pengalaman. Pernyataan dikatakan benar jika bersifat runtut, masuk akal, dan logis. Semua gagasan harus saling berhubungan dan tidak boleh ada pertentangan di antara mereka.

Teori Pragmatik
Pernyataan benar jika efektif. Teori ini menekankan bahwa kebenaran diukur berdasarkan manfaatnya. Kebenaran suatu pernyataan bergantung pada apakah pernyataan tersebut bermanfaat atau tidak bagi kehidupan. Pragmatisme menantang otoritarianisme, intelektualisme, dan rasionalisme.

Teori Performatif

Menurut teori ini, kebenaran bukanlah kualitas dari sesuatu tetapi sebuah tindakan. Untuk menyatakan sesuatu benar, cukup dengan melakukan tindakan persetujuan terhadap pernyataan tersebut. Pernyataan yang benar menciptakan realitas.

Teori Konsensus

Kebenaran adalah kesesuaian yang diterima oleh orang terutama di kalangan para ahli. Teori ini menyatakan bahwa ilmu pengetahuan berkembang dalam beberapa tahapan, terutama dalam masyarakat ilmiah. Kebenaran ilmiah dianggap benar jika mendapat dukungan atau kesepakatan dalam masyarakat ilmiah terhadap teori tersebut.


 

0 comments:

Posting Komentar