Orang yang lahir di tahun 60-an dan 70-an mungkin tahu nama Cat Stevens. Dia adalah penyanyi Inggris terkenal yang membuat banyak lagu populer seperti "Wild World," "Father and Son," dan "Peace Train."
Tetapi meskipun dia sangat sukses dan menjalani kehidupan yang mewah, sebenarnya dia sedang berusaha memahami apa arti kehidupan yang sebenarnya.
Sesuatu yang sangat menakutkan terjadi padanya yang mengubah segalanya. Saat dia sedang berenang di Pantai Malibu di California, ombak besar menghantamnya dan dia hampir tenggelam.
Saat dia hampir tenggelam, dia berdoa kepada Tuhan dan berjanji bahwa jika dia diselamatkan, dia akan menghabiskan seluruh hidupnya membantu Tuhan. Tiba-tiba, ombak besar itu mendorongnya kembali ke pantai, dan dia diselamatkan.
Cat Stevens mulai membaca Al-Qur'an dan perlahan menemukan semua jawaban yang dia cari tentang jiwanya. Ajaran-ajaran indah dalam Al-Qur'an membuatnya sangat yakin untuk menjadi Muslim pada bulan Desember 1977. Dia mengucapkan Syahadat di Masjid New Regent's Park di London.
Setahun kemudian, dia mengganti namanya menjadi Yusuf Islam karena dia terinspirasi oleh kisah Nabi Yusuf, yang membuatnya merasa sangat tersentuh. Ini mengejutkan banyak orang di dunia musik karena dia sangat populer.
Alih-alih membuat musik, Yusuf Islam memutuskan untuk berhenti tampil dan menjual gitarnya untuk membantu orang lain.
Dia mulai belajar lebih banyak tentang agamanya, membangun keluarga, membuka sekolah Islam, dan membantu orang di seluruh dunia melalui badan amal, seperti memulai "Small Kindness" untuk membantu anak-anak yang terluka akibat perang.
Pada tahun 1980, tiga tahun setelah memilih mengikuti Islam, dia melakukan perjalanan khusus yang disebut Haji ke kota suci Mekah.
Setelah sekitar tiga puluh tahun menjauh dari musik, Yusuf Islam mulai membuat musik lagi, menggunakan nama "Yusuf / Cat Stevens."
Sekarang, dia tidak membuat musik hanya untuk menjadi terkenal, tetapi untuk berbagi pesan perdamaian, kebaikan, dan spiritualitas dengan orang di mana saja.
Kisah Yusuf Islam menunjukkan kepada kita bahwa memiliki banyak hal tidak selalu membuat kita merasa bahagia di dalam.
Kadang-kadang, kita perlu berani dan melepaskan apa yang kita miliki agar kita dapat menemukan apa yang benar-benar membuat kita merasa baik di hati kita. Jika Anda menyukai cerita ini dan itu membantu Anda, bagikan kepada orang lain!







0 comments:
Posting Komentar