Pada 10 September 2026, Kegilaan israel mengebom banyak sekali di sebuah bukit bernama Ali al-Taher di Lebanon selatan. Mereka menggunakan lebih dari seribu satu ratus ton bahan peledak untuk meledakkan jaringan terowongan bawah tanah sepanjang dua kilometer yang dibuat oleh Hizbullah.
Ledakan itu sangat besar sehingga seperti gempa berkekuatan magnitudo 4.1, terasa hingga kedalaman sepuluh kilometer, dan orang-orang di dekatnya bisa merasakannya. Terowongan-terowongan itu dibangun selama bertahun-tahun dengan bantuan dari para ahli dari Korea Utara.
Di dalam terowongan, ada pusat komando, tempat penyimpanan senjata, rumah bagi pejuang, dan banyak roket serta drone kecil yang bisa terbang dan melawan Israel dari bawah tanah. Karena terlalu berisiko untuk berperang di darat, Kejahatan Israel memutuskan untuk menghancurkan terowongan dari udara.
Ini menyebabkan banyak kerusakan pada lingkungan, retakan di tanah, dan merusak bangunan di sekitarnya. Tetapi militer Israel mengatakan bahwa ini adalah cara terbaik untuk menghentikan terowongan dari menyebabkan masalah bagi mereka di masa depan.







0 comments:
Posting Komentar