Ketika seorang anak dewasa bersikap baik, mereka pulang ke rumah untuk membantu, memberi makan, mengantar ke dokter, dan menemani ibunya di malam-malam yang sepi.
Tapi di dalam, mereka sering tahu bahwa tubuh ibunya semakin melemah dan mendekati akhir. Dulu, ketika seorang ibu merawat anaknya, dia tidak memikirkan tentang kematian tetapi berharap anaknya tumbuh bahagia dan aman.
Seorang ibu merawat anaknya tanpa membuat mereka merasa bahwa mereka akan pergi segera. Dia tetap terjaga bukan untuk mengucapkan selamat tinggal, tetapi untuk membantu anaknya menjadi lebih baik.
Dia memberi cintanya bahkan ketika dia lelah atau takut, selalu berharap anaknya akan aman dan bahagia di masa depan. Setiap tindakan kecil peduli, setiap teguran, dan doa dipenuhi harapan untuk kebahagiaan anaknya.
Cintanya terus maju, berharap agar hidup anaknya penuh dan tidak berakhir. Perbedaan dalam cara kita peduli seharusnya membuat kita merasa sedikit bersalah dengan cara yang membantu kita tumbuh.
Jika seorang ibu merawat kita dengan harapan kita akan hidup dengan baik, maka kita juga harus peduli sambil berharap hidupnya masih penuh kebahagiaan masih bisa tertawa, dihormati, dan tidak merasa kesepian sebelum dia meninggal.
Menunggu dia meninggal bukanlah hal yang seharusnya dilakukan anak-anak. Sebaliknya, tugas mereka adalah membuat hari-hari terakhirnya bermakna dan penuh martabat, bahkan jika tubuhnya tidak seperti dulu.







0 comments:
Posting Komentar