Tema wewangian juga muncul dalam dunia sastra. Salah satu buku terkenal tentang subjek ini diterbitkan pada tahun 1985 dan tetap menjadi buku terlaris selama 316 minggu yang luar biasa. Buku ini mengisahkan kisah Jean-Baptiste Grenouille, seorang pembunuh yang berusaha menciptakan parfum terbaik. Aroma menjadi motif utama dalam novel ini, yang memiliki nuansa agak mengerikan.
Grenouille lahir di Paris pada abad ke-18, di pasar ikan. Saat Anda membaca novel ini, Anda akan merasakan sensasi seolah-olah mencium bau busuk yang melekat di kota itu: dari pasar ikan, rumah jagal, penyamakan kulit, hingga orang-orang yang jarang mandi. Buku ini jelas bukan untuk orang yang penakut. Namun, bagi pembaca lain, saya akan merangkum plotnya dengan singkat.
Ibu Grenouille meninggalkan bayinya di sebuah kios ikan, percaya bahwa bayinya lahir mati. Namun, sang bayi ternyata masih hidup dan menarik perhatian orang-orang di sekitarnya dengan tangisannya. Ibunya dihukum mati karena dituduh membunuh bayi, sementara Grenouille dibesarkan oleh pengasuh-pengasuh yang berbeda.
Sejak kecil, Grenouille terasa berbeda dan membuat orang-orang di sekelilingnya merasa jijik. Ia sendiri tidak memiliki aroma tubuh, yang sebenarnya merupakan masalah besar. Pengasuh-pengasuhnya sering kali merasa tidak nyaman di sekitarnya dan mengembalikannya setelah beberapa waktu merawatnya.
Hanya Madame Gaillard yang bertahan merawatnya karena ia kehilangan indra penciumannya. Kehidupan bersamanya sangat menyiksa karena Grenouille tidak bisa memberikan atau menerima kasih sayang. Anak-anak lain yang dirawatnya pernah mencoba untuk menyakiti Grenouille karena mereka tidak tahan dengan kehadirannya.
Meskipun tidak memiliki aroma tubuh, Grenouille memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Ia senang mengumpulkan aroma dan mencari bau baru. Namun, ia belum bisa membedakan antara parfum yang menyenangkan dan tidak. Ketika ia dijual ke seorang penyamak kulit oleh Madame Gaillard, Grenouille tidak keberatan. Dia bertahan hidup berkat ketekunannya dan bahkan diberi waktu luang untuk menjelajahi kota mencari aroma baru.
Suatu hari, ia menemukan aroma yang sangat indah namun tidak bisa mengidentifikasinya. Setelah mengikuti aroma itu, ia menemukan sumbernya: seorang gadis muda. Dalam usahanya untuk menyerap parfumnya selamanya, gadis itu meninggal, dan aroma indahnya hilang. Kini, satu-satunya hal yang membuat Grenouille bertahan adalah keinginannya untuk memahami bagaimana menangkap aroma itu.
Bakatnya tidak luput dari perhatian, dan ia diberi kesempatan untuk magang dengan seorang pembuat parfum. Di sana, ia belajar berbagai teknik pembuatan parfum. Namun, magang itu tidak cukup baginya. Ia ingin tidak hanya menyuling parfum, tetapi juga menemukan cara untuk menangkap hampir semua aroma, bahkan aroma dari kaca atau batu. Kecewa, ia jatuh sakit parah dan baru sembuh setelah mengetahui ada pembuat parfum lain di kota Grasse yang bisa menjadi mentornya.
Ia meninggalkan Paris dengan tujuan mencapai Grasse dan menyelesaikan pelatihannya sebagai pembuat parfum. Namun, di luar kota, aroma orang-orang di sekitarnya membuatnya merasa jijik. Ia merindukan kesendirian tanpa aroma manusia. Selama tujuh tahun berikutnya, Grenouille hidup sebagai seorang pertapa.
Selama waktu itu, ia sibuk dengan aroma-aroma yang telah dikumpulkannya dalam "Istana Aroma" dalam pikirannya, yang berisi lebih dari sekadar parfum. Suatu hari, ia bermimpi tenggelam dalam semua aroma tersebut. Ketika ia bangun, ia menyadari untuk pertama kalinya bahwa ia tak memiliki aroma. Ia bertekad menyelesaikan pelatihannya dan menciptakan parfum yang begitu harum sehingga semua orang akan menyukainya.
Kembali ke peradaban, Grenouille mengembangkan parfum dari bahan-bahan menjijikkan yang memungkinkannya untuk bergerak di antara orang-orang tanpa disadari. Parfum ini menipu orang lain sehingga mereka percaya bahwa ia sama seperti mereka. Melalui parfum ini, ia merasakan penerimaan pertama dalam hidupnya. Ia belajar bahwa indra penciuman manusia bisa dimanipulasi. Untuk mendapatkan kekuasaan, ia ingin menciptakan parfum yang sempurna.
Di Grasse, ia menyelesaikan pelatihannya dan mempelajari teknik menangkap semua aroma. Sekarang, ia bisa mulai membuat parfumnya. Ia menjelajahi kota untuk menghirup aroma, selalu mencari wewangian seindah yang pertama ia temui di Paris. Namun, setiap ia menangkap aroma seorang gadis cantik, gadis itu meninggal.
Orang-orang di kota mulai takut akan keselamatan putri-putri mereka. Grenouille mengunjungi setiap rumah dan meninggalkan tubuh telanjang dan botak para gadis.
Tak lama setelah menyelesaikan karyanya, Grenouille ditangkap. Ia akan dihukum mati atas kejahatannya. Pada hari eksekusinya, ia menggunakan beberapa tetes parfumnya. Tak seorang pun bisa menahan kekuatannya. Ayah dari salah satu gadis yang dibunuh bahkan ingin mengadopsinya karena ia melihat putrinya tercermin dalam parfum itu. Grenouille diampuni dan meninggalkan kota.
Karena orang-orang hanya mencintai parfumnya, bukan dirinya, Grenouille ingin mengakhiri hidupnya. Ia menuangkan seluruh botol parfumnya ke tubuhnya dan membiarkan sekelompok pengemis mencabik-cabik dan memakannya.
"Parfum" memiliki hampir 300 halaman. Baik buku maupun film dengan judul yang sama sangat direkomendasikan. Film ini dirilis pada tahun 2006 dan menawarkan visual yang menakjubkan. Namun, film ini tidak sepenuhnya menangkap kekejaman Grenouille seperti dalam buku.
"Parfum" sangat direkomendasikan baik sebagai buku maupun film tentang topik ini!







0 comments:
Posting Komentar