Tahukah Anda bahwa dahulu kala, sebelum Indonesia merdeka, ada seorang pangeran dari Jawa bernama Pati Unus yang berani melawan kapal-kapal Eropa di lautan?
Nama lengkapnya adalah Pati Unus, dan ia adalah putra mahkota kerajaan Demak. Mengapa ia disebut Pangeran Sabrang Lor? Dan apa hubungannya dengan petualangan besar melawan Portugis di Malaka? Mari kita cari tahu kisah menarik ini!
Pada tahun 1511, Malaka kota perdagangan penting direbut oleh Portugis, yang dipimpin oleh Afonso de Albuquerque. Kehilangan Malaka merupakan masalah besar karena merupakan tempat yang ramai di mana banyak kapal berdagang dan Islam menyebar di Indonesia. Portugis menguasai jalur air yang sempit, sehingga kapal-kapal takut untuk melewatinya karena mereka mungkin akan ditangkap.
Sultan Malaka, Mahmud Syah, melarikan diri ke sebuah pulau bernama Bintan dan meminta bantuan kerajaan-kerajaan Islam lainnya di Indonesia. Kerajaan Demak mendengar seruan itu! Pemimpin mereka, Raden Patah, bersiap untuk berperang.
Pangeran yang bertanggung jawab atas angkatan laut adalah Pati Unus, yang saat itu baru berusia 25 tahun. Pati Unus tahu bahwa Portugis memiliki angkatan laut yang kuat dengan meriam-meriam besar. Jadi, ia memutuskan untuk membangun armada kapal yang kuat, terinspirasi oleh angkatan laut kuno yang disebut Majapahit.
Mereka membangun kapal-kapal besar di pelabuhan Semarang dan Jepara dengan bantuan pekerja Muslim Tionghoa yang terampil. Butuh waktu tiga tahun untuk membuat kapal-kapal ini! Beberapa kapal tampak seperti kapal dari tempat bernama Aceh.
Kapal-kapal itu juga dipersenjatai dengan meriam khusus yang disebut cetbang, yang dapat menembakkan proyektil yang kuat. Ini menunjukkan betapa majunya teknologi mereka pada saat itu. Antara akhir tahun 1512 dan awal tahun 1513, armada terbesar yang pernah dilihat Indonesia berlayar dari Jepara menuju Malaka.
Ada 100 kapal dan 5.000 tentara dari Jawa. Mereka juga membawa tentara dari tempat lain bernama Palembang, sehingga totalnya menjadi 12.000 pejuang! Tetapi yang membuat armada ini benar-benar menakjubkan adalah sebuah kapal besar yang disebut jung. Beratnya mencapai 1.000 ton ukuran yang sangat besar untuk masa itu! Kapten Portugis, Fernão Peres de Andrade, menulis tentang kapal ini, mengatakan bahwa itu adalah kapal terbesar yang pernah dilihatnya.
Kapal itu membawa 1.000 tentara! Yang lebih mengesankan lagi, meriam Portugis tidak dapat menembus lambung kapal di bawah air. Kapal itu memiliki tiga lapisan besi, masing-masing setebal koin! Ini menunjukkan betapa majunya pembuatan kapal Indonesia pada tahun 1500-an. Ketika mereka mencapai Malaka pada Januari 1513, armada Demak langsung menyerang benteng Portugis.
Pertempuran sengit terjadi di jalur air sempit yang disebut Selat Malaka. Tetapi Portugis sudah siap. Mereka memiliki tembok yang kuat dan senjata yang lebih baik. Kapal-kapal Demak dikalahkan. Sekitar 60 kapal tenggelam, dan 800 tentara tewas. Pati Unus harus kembali ke Jawa, merasa sedih karena kalah.
MENGAPA IA DISEBUT PANGERAN SABRANG LOR? Kekalahan dalam pertempuran tidak menghentikannya. Ketika Raden Patah, penguasa sebelumnya, meninggal pada tahun 1518, Pati Unus menjadi raja baru. Pada tahun 1521, ia mencoba lagi dengan armada besar yang terdiri dari 375 kapal!
Namun kali ini, ia gugur dalam pertempuran. Karena keberaniannya menyeberangi Laut Jawa untuk melawan Portugis, orang-orang memberinya julukan
“Pangeran Sabrang Lor,” yang berarti “Pangeran yang Menyeberang ke Utara.” Ada juga yang mengatakan artinya “Pangeran yang Gugur di Utara.” Nama itu menunjukkan keberanian dan pengorbanannya yang besar!
Glosarium/Daftar Istilah
● Pangeran Sabran-Law: Julukan untuk Patty Unus. Sabran = persimpangan, Law = utara. Artinya "Pangeran yang menyeberang ke Utara"
● Kerajaan Demak: Kerajaan Islam pertama di Jawa, didirikan di pantai utara Jawa (1475-1554 M)
● Adipati Jepara: Gubernur atau penguasa wilayah Jepara di Kerajaan Demak
● John/Jun: Kapal layar besar tradisional kepulauan, dengan berat mulai dari beberapa ratus hingga beberapa ribu ton
● Cheban: Meriam pengisian belakang yang khas Indonesia, andalan armada Kerajaan Majapahit dan Demak
● Lancharan: Kapal layar dengan satu hingga tiga tiang, juga digerakkan oleh dayung
● Penjajap: Kapal perang yang diubah dari kapal kargo, mampu dilengkapi dengan meriam
● Bombard: Meriam Portugis besar yang menembakkan proyektil batu atau besi
● Esfera: Meriam Portugis besar yang digunakan untuk pertempuran laut
● Afonso de Albuquerque: Laksamana dan gubernur Portugis yang memimpin penaklukan Malaka pada tahun 1810-an Tahun 1511.







0 comments:
Posting Komentar