Kemarahan masyarakat Indonesia kini tengah memuncak. Ditemukannya barang bukti melimpah berupa 74 kilogram emas batangan dan tumpukan uang tunai senilai Rp476 miliar di sebuah rumah mewah di Sentul City, serta brankas besar berisi hampir Rp60 miliar di Kafe de'Clan Cipete, merupakan pengkhianatan terbesar terhadap keadilan di negeri ini.
Bagaimana mungkin seorang Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, yang seharusnya menjadi penjaga utama pemberantasan korupsi, malah diduga menyimpan harta haram dengan nilai jauh melampaui laporan resmi LHKPN-nya yang hanya Rp18,2 miliar?
Hari ini, Sabtu, 11 Juli 2026, rakyat mengekspresikan kemarahan besar dan mengeluarkan pernyataan tuntutan resmi:
1. Dukung Kebijakan Tegas Presiden Prabowo Subianto: Tangkap Tanpa Pandang Bulu!
Rakyat berdiri mendukung penuh ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan aparat penegak hukum untuk menangkap Febrie Adriansyah guna mempermudah penyelidikan. Negara tidak boleh kalah oleh elit yang tidak bertanggung jawab. Rakyat menuntut bukti nyata bahwa di bawah pemerintahan ini, tidak ada perlakuan istimewa atau perlindungan politik bagi pejabat tinggi yang terlibat dalam skandal korupsi besar dan TPPU!
2. Tolak Semua Alibi Verbal, Terapkan Pembuktian Terbalik Sekarang Juga!
Rakyat menolak keras dalih dari Febrie Adriansyah yang mengatakan bahwa emas puluhan kilogram dan uang ratusan miliar tersebut adalah "milik orang lain yang dititipkan." Menurut hukum dan akal sehat masyarakat, penemuan harta di rumah pribadi otomatis memicu kewajiban Pembuktian Terbalik. Jika Febrie tidak bisa segera menunjukkan dokumen formal, akta autentik, dan kontrak sah dalam Berita Acara Pemeriksaan, maka seluruh aset tersebut harus disita untuk kesejahteraan masyarakat!
3. Selidiki Tuntas Mafia Pengadaan Batu Bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel
Masyarakat mengawal ketat penyelidikan oleh Kortastipidkor Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang kini memeriksa belasan saksi, mulai dari keamanan perumahan hingga taipan Tan Kian. Manipulasi dokumen kuantitas dan kualitas batu bara PLTU yang menyebabkan pemadaman listrik massal harus dibongkar sampai tuntas. Jangan biarkan aliran dana haram ini menghilang atau disamarkan melalui jaringan money changer dan bisnis kafe mewah di Cipete!
4. Kutuk Aksi Intimidasi dan Tuntut Transparansi Penuh
Masyarakat mengecam keras tindakan intimidatif dari kelompok yang tiba di Polda Metro Jaya dengan dalih ingin mengambil saksi kasus Jampidsus. Penjagaan dari pihak TNI dengan dalih perlindungan dari Kejaksaan tidak boleh menghalangi proses penggeledahan dan penyidikan yang sah oleh kepolisian.
Menangkap koruptor itu bukan prestasi, namun membuat tidak ada lagi orang yang berani korupsi di negeri ini, adalah prestasi tertinggi!
Masyarakat akan terus mengawasi kasus ini setiap saat. Jika hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, rakyat akan turun ke jalan untuk menuntut keadilan!







0 comments:
Posting Komentar