Langkah ini diambil untuk meningkatkan keamanan data pelanggan dan mencegah penyalahgunaan identitas saat proses pendaftaran nomor seluler.
Meskipun mendukung langkah untuk meningkatkan keamanan, operator seluler melalui Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menyatakan keberatan terhadap biaya verifikasi biometrik yang mencapai Rp3.000 untuk setiap transaksi registrasi. Menurut ATSI, biaya tersebut dianggap terlalu tinggi dan berpotensi menambah beban operasional perusahaan.
Oleh karena itu, ATSI meminta pemerintah untuk mengevaluasi besaran tarif layanan verifikasi biometrik. Bahkan, jika memungkinkan, biaya tersebut diharapkan dapat dikurangi atau bahkan dibebaskan agar implementasi kebijakan registrasi kartu SIM dengan pemindaian wajah dapat berjalan lebih efisien tanpa memberatkan operator maupun masyarakat.







0 comments:
Posting Komentar