Sabtu, 13 Juni 2026

Mantan-mantan Presiden Indonesia yang terlupakan dalam catatan sejarah

Posted By: Aa channel media - Juni 13, 2026


Dalam sejarahnya, Indonesia pernah mengalami pergantian sistem pemerintahan. Dari kesatuan berubah menjadi serikat dan berubah kembali menjadi kesatuan hingga kini. Begitu juga dengan pemimpinnya atau presidennya, selama 63 tahun berdiri sebagai Negara, telah terjadi berkali-kali pergantian pemimpin di Indonesia. 


Mulai dari ir. Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono sekarang. Orang Indonesia umumnya hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarno Putrie, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, masih ada dua presiden Indonesia lainnya yang jarang disebut, yaitu Syafrudin Prawiranegara dan Mr. Asaat.


Syafrudin Prawiranegara pernah menjabat sebagai Presiden/Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Soekarno dan M. Hatta ditawan Belanda dan Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Untuk menjaga kelangsungan pemerintahan, dibentuklah PDRI dengan Syafrudin Prawiranegara sebagai penjabat presiden. Syafrudin menjabat sebagai Presiden Indonesia Darurat sejak 19 Desember 1948 hingga masa perjuangan berakhir.

Mr. Asaat, atau nama lengkapnya Assaat, lahir di Kubang Putih Banuhampu pada tanggal 18 September 1904. Dia aktif dalam gerakan kebangsaan dan politik sejak masih menjadi mahasiswa. Assaat bergabung dengan berbagai organisasi seperti Jong Sumatranen Bond, Perhimpunan Pemuda Indonesia, dan Partai Indonesia. Meskipun tidak lulus dari Rechts Hoge School (Sekolah Hakim Tinggi) di Jakarta, Assaat pergi ke Belanda dan berhasil meraih gelar "Meester in de rechten" (Sarjana Hukum).

Pada masa revolusi Indonesia, Assaat tetap setia memikul tanggung jawabnya, baik sebagai anggota KNIP maupun sebagai Acting Presiden RI di Yogyakarta. Dia terus berjuang tanpa pamrih dan patah semangat, memberikan kontribusi besar dalam menegakkan dan mempertahankan Republik Indonesia. Meskipun jarang disebut dalam sejarah, peran Assaat dalam perjuangan kemerdekaan sangat penting dan patut diingat oleh generasi masa kini.



0 comments: