Kamis, 25 Juni 2026

Cara Tetap Aman dan Mengenali Media Deepfake

Posted By: Aa channel media - Juni 25, 2026


Baru-baru ini Google telah melarang algoritma deepfake dari Google Collaboratory, sebuah layanan komputasi gratis dengan akses ke GPU.


Pakar Kaspersky telah menjelaskan apa itu deepfake dan mengapa ada begitu banyak kontroversi di sekitarnya. Deepfake biasanya merujuk pada berbagai jenis media yang dihasilkan oleh komputer yang melibatkan orang dan dibuat dengan jaringan saraf

Media tersebut dapat berupa video, foto, atau rekaman suara. Sebagai gantinya menggunakan teknik pengeditan gambar tradisional, penggunaan pembelajaran mendalam telah mengurangi kebutuhan akan keterampilan dan usaha untuk membuat gambar palsu yang meyakinkan.

Awalnya, istilah tersebut merujuk pada perangkat lunak tertentu yang populer di Reddit. Perangkat lunak ini dapat menyematkan wajah seseorang ke dalam video yang menampilkan orang lain, dan banyak digunakan untuk membuat konten pornografi dengan wajah selebriti.

Menurut beberapa perkiraan, hingga 96 persen dari semua deepfake adalah pornografi, yang menunjukkan kekhawatiran tentang penggunaan deepfake untuk kejahatan seperti pelecehan, pemerasan, dan penghinaan publik. 

Penelitian baru juga menunjukkan bahwa algoritma deteksi liveness komersial dapat ditipu oleh deepfake yang dibuat dari foto ID, menciptakan masalah kebocoran identitas yang lebih serius.

Namun, deepfake juga memiliki sisi positif. Sebagai contoh, deepfake telah digunakan dalam dunia seni dan hiburan, seperti dalam film Top Gun: Maverick, di mana algoritma digunakan untuk menyuarakan karakter Val Kilmer yang kehilangan suaranya. Deepfake juga digunakan untuk membuat serial TikTok viral yang menampilkan Tom Cruise palsu, dan beberapa startup sedang mencari cara baru untuk menggunakan teknologi ini, seperti menciptakan avatar metaverse yang hidup.

Untuk mengenali deepfake, perhatikan tanda-tanda seperti gerakan bibir yang tidak normal, rambut yang tidak rapi, fitur wajah yang tidak seimbang, dan kesalahan dalam merender pakaian atau tangan yang menutupi wajah. Selain itu, jangan mudah percaya pada video yang menawarkan sesuatu yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, dan pastikan untuk memeriksa informasi melalui sumber yang terpercaya sebelum mempercayainya.

Deepfake adalah contoh teknologi yang dapat digunakan dengan baik atau buruk, dan penting untuk tetap waspada dan cerdas dalam menghadapinya.



0 comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.