Datu Nur Raya adalah tokoh ulama terkemuka di Banjar yang dikenal karena kepandaiannya dalam ilmu agama. Ia merupakan sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat karena kebijaksanaan dan ketulusan hatinya. Keberadaannya menjadi cahaya dan teladan bagi umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Datu Nur Raya selalu memberikan arahan dan petunjuk yang bijak kepada siapa pun yang membutuhkan, sehingga ia dianggap sebagai pemimpin spiritual yang sangat dihormati di kawasan tersebut. Keberadaannya membawa kedamaian dan keberkahan bagi seluruh penduduk Banjar.
Seperti biasanya, setiap minggu aku selalu membagikan hikayat tentang para ulama dan datuk-datuk kita. Kali ini, aku ingin berbagi kisah tentang seorang datuk yang dikenal dengan sebutan DATU NURAYA.
Datuk Nuraya memiliki nama Syekh Abdul Mu'in atau juga dikenal sebagai Syekh Abdul Jabbar atau Syekh Abdurr Rau'f. Pada suatu hari Lebaran, Datu Suban kedatangan 12 muridnya, antara lain Datu Murkat, Datu Taming Karsa, Datu Niang Thalib, Datu Karipis, Datu Ganun, Datu Argih, Datu Ungku, Datu Labai Duliman, Datu Harun, Datu Arsanaya, Datu Rangga, dan Datu Galuh Diang Bulan.
Ketika sedang menikmati hidangan Lebaran, tiba-tiba muncul seorang yang bertubuh sangat besar. Para datuk segera bersiap dengan senjata, namun orang besar itu memberi salam dengan kata-kata yang penuh kebaikan. Datu Suban meminta para muridnya untuk bersikap tenang dan memberikan salam balik. Orang besar itu hanya menjawab dengan kalimat tauhid "LA ILAHA ILLALLAH" setiap kali ditanya oleh Datu Suban.
Setelah beberapa kali dzikir tauhid, orang besar tiba-tiba roboh. Para datuk pun bingung bagaimana cara memandikan dan menguburkannya, apalagi saat itu tanah keras karena musim kemarau. Namun, dengan mukjizat, hujan turun dengan deras dan tubuh orang besar itu terasa ringan seperti kapas.
Sebelum membersihkan mayat, Datu Suban menemukan sebuah kitab di dalam tas selempang orang besar tersebut yang kemudian dikenal sebagai KITAB BARENCONG. Kitab itu berisi berbagai khasiat ilmu dunia dan akhirat. Para datuk bekerja sama untuk memandikan dan mengubur jenazah Nuraya, dengan kuburnya yang panjang dan lebar.
Semoga kita selalu dapat menjadi hamba yang taat kepada Allah, dan semoga diberikan kesempatan untuk berziarah ke makam Datuk Nuraya dan datuk-datuk lainnya. Semoga kita selalu dalam keimanan dan ketakwaan. Amin.






0 comments:
Posting Komentar