Sabtu, 25 April 2026

Bahkan Raja Fir’aun sendiri Menginginkan Bertemu Pers

Posted By: Aa channel media - April 25, 2026

Fir'aun adalah simbol dari sosok manusia yang keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran. Fir'aun bukanlah nama sebenarnya, melainkan representasi dari sikap yang terlalu angkuh. Fir'aun muncul dalam berbagai sejarah, dimensi waktu, dan kehidupan. Salah satu Fir'aun terkenal adalah Pharao Ramzez pada zaman nabi Musa.

Setelah Pharao Ramzez, Fir'aun terus muncul dalam sejarah dengan berbagai nama dan bentuk, seperti Shah Iran, Baby Doc Duvalier, Pol Pot, Stalin, Idi Amin, Manuel Noriega, Ferdinand Marcos, Kaisar Bokassa, Chun Doo Hwan, Adolf Hitler, Mussolini, dan lainnya. Meskipun memiliki nama yang berbeda, Fir'aun tetap melambangkan kesombongan dan ketidakmauan untuk menerima kebenaran.

Kisah Fir'aun dimulai ketika istri Fir'aun menemukan bayi laki-laki di sungai Nil, yang seharusnya dibunuh sesuai perintah Fir'aun. Namun, bayi itu diselamatkan dan tumbuh menjadi Musa, yang kelak akan menumbangkan Fir'aun. Saat Musa datang menyampaikan kebenaran tentang Tuhan, Fir'aun dengan angkuhnya mengklaim dirinya Tuhan.

Di dalam hati, Fir'aun tahu kebenaran yang dibawa oleh Musa, tetapi keangkuhan dan egoismenya menghalangi dirinya untuk menerimanya. Fir'aun lebih memilih mengingkari hati nuraninya daripada mengakui kebenaran yang disampaikan oleh Musa.

Akhirnya, Fir'aun dan pasukannya mengejar Musa dan umatnya. Dalam keadaan terjepit di antara Lautan Merah dan tentara Fir'aun, Musa merasa bingung. Namun, dengan keajaiban Tuhan, Musa dan umatnya berhasil melintasi Lautan Merah sementara Fir'aun dan pasukannya tenggelam dalam keangkuhan dan kesombongannya.

Di tengah kebingungan, tiba-tiba wahyu turun dari langit, "Lemparkan tongkatmu!"
Tanpa berpikir dua kali, Musa melemparkan tongkatnya ke laut, dan mukjizat terjadi. Dalam sekejap, lautan terbelah dan memberikan jalan bagi Musa melanjutkan perjalannya dari kejaran Fir'aun. Pasukan Musa yang berjumlah kecil menelusuri jalan hasil terbelahnya Lautan Merah, sementara Fir'aun dan bala tentaranya terus mengejar. Begitu Musa dan pasukannya sampai di seberang, air laut menutup kembali dan Fir'aun beserta pasukannya tenggelam ditelan ganasnya ombak lautan.

Fir'aun megap-megap di tengah lautan, merasa perutnya kembung karena kemasukan air laut. Waktu itu belum ada Antangin atau Oskadon untuk mengatasi masuk angin atau sakit kepala. Fir'aun menyadari ajalnya sudah dekat.

Fir'aun kalah dan tenggelam. Sejarah mencatat bahwa Fir'aun mati karena kesombongannya.
Jika Fir'aun selamat dari Lautan Merah, mungkin dia akan mengadakan jumpa pers. Fir'aun mungkin akan berdalih bahwa sulit menerima kebenaran yang disampaikan Musa karena merawat dan membesarkan Musa. Namun, kebenaran tetaplah kebenaran, meskipun ada penolakan dan pemutarbalikan.

Tapi apakah Fir'aun benar-benar akan melakukan jumpa pers seperti itu?
Ini hanyalah khayalan! 



0 comments: