Senin, 13 April 2026

Atmosfer Bumi lapisan udara yang mengelilingi planet kita

Posted By: Aa channel media - April 13, 2026

Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelubungi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut hingga ke luar angkasa yang jauh. Di Bumi, atmosfer tersebar mulai dari ketinggian 0 km di atas tanah hingga sekitar 560 km dari permukaan Bumi. Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan yang dinamai berdasarkan fenomena yang terjadi di dalamnya. Transisi antara setiap lapisan berlangsung secara bertahap. Penelitian tentang atmosfer pertama kali dilakukan untuk mengungkap misteri cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kilauan gemerlap bintang. Dengan bantuan peralatan sensitif yang dipasang di luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang atmosfer beserta beragam fenomena yang terjadi di dalamnya.

Atmosfer Bumi terdiri dari nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sejumlah kecil argon (0.9%), karbondioksida (sekitar 0.0357%), uap air, dan gas-gas lainnya. Atmosfer berfungsi sebagai perisai bagi kehidupan di Bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan meredam perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam. Sebanyak 75% dari atmosfer terdapat dalam jarak 11 km dari permukaan planet.

Atmosfer tidak memiliki batas yang tegas, namun semakin tipis secara perlahan seiring dengan peningkatan ketinggian. Tidak ada garis yang jelas memisahkan antara atmosfer dan ruang angkasa luar.

Troposfer
Lapisan ini terletak di level terendah, dengan campuran gas yang ideal untuk mendukung kehidupan di Bumi. Lapisan ini melindungi kehidupan dari radiasi yang dipancarkan oleh benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer lainnya, lapisan ini adalah yang paling tipis, hanya sekitar 15 kilometer dari permukaan Bumi. Di dalamnya, berbagai jenis cuaca seperti hujan, angin, musim salju, dan kemarau terjadi. Suhu udara di permukaan laut sekitar 30 derajat Celsius, dan semakin tinggi, suhu semakin rendah. Setiap kenaikan 100 meter, suhu udara akan turun sekitar 0,61 derajat Celsius. Pada lapisan ini terjadi perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan, dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari.

Stratosfer
Dari ketinggian sekitar 11 kilometer, terjadi perubahan bertahap dari troposfer ke stratosfer. Suhu di lapisan stratosfer paling bawah relatif stabil dan sangat dingin, sekitar -60 derajat Celsius. Angin kencang dengan pola aliran tertentu terjadi di lapisan ini, yang juga merupakan tempat terbang pesawat. Pada bagian tengah stratosfer, suhu mulai bertambah seiring kenaikan ketinggian karena adanya lapisan ozon yang menyerap radiasi sinar ultraviolet. Suhu di lapisan ini bisa mencapai sekitar 0 derajat Celsius pada ketinggian sekitar 40 kilometer.

Mesosfer
Lapisan ketiga ini menyebabkan suhu atmosfer turun seiring dengan ketinggian, hingga mencapai suhu yang sangat rendah di bagian atasnya. Pada ketinggian sekitar 40 kilometer, terdapat lapisan transisi menuju mesosfer. Suhu di lapisan ini dapat turun hingga sekitar -90 derajat Celsius. Awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es, dapat terjadi di lapisan ini.

Termosfer
Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 kilometer. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan suhu yang cukup tinggi di lapisan ini, yaitu sekitar 2.500 derajat Celsius. Radiasi sinar ultraviolet menyebabkan pembentukan ionosfer yang dapat memantulkan gelombang radio. Lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio dan merupakan lapisan terluas di atmosfer Bumi.

Ionosfer
Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan udara ionosfer ini, maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebut Meteorit.
Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini.

Pengertian Lapisan Termosfer sebagai Lapisan Atmosfer
Lapisan Termosfer Berada di atas mesopouse dengan ketinggian sekitar 75 km sampai pada ketinggian sekitar 650 km. Pada lapisan ini, gas-gas akan terionisasi, oleh karenanya lapisan ini sering juga disebut lapisan ionosfer. Molekul oksigen akan terpecah menjadi oksegen atomik di sini. Proses pemecahan molekul oksigen dan gas-gas atmosfer lainnya akan menghasilkan panas, yang akan menyebabkan meningkatnya suhu pada lapisan ini. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkatnya ketinggian. Ionosfer dibagi menjadi tiga lapisan lagi, yaitu:

1. Lapisan ozon Terletak antara 80 - 150 km dengan rata-rata 100 km dpl. Lapisan ini tempat terjadinya proses ionisasi tertinggi. Lapisan ini dinamakan juga lapisan ozon. mempunyai sifat memantulkan gelombang radio. Suhu udara di sini berkisar - 70° C sampai +50° C.
2. Lapisan udara F Terletak antara 150 - 400 km. Lapisan ini dinamakan juga lapisan udara appleton.
3. Lapisan udara atom Pada lapisan ini, materi-materi berada dalam bentuk atom. Letaknya lapisan ini antara 400 - 800 km. Lapisan ini menerima panas langsung dari matahari, dan diduga suhunya mencapai 1200° C.

Eksosfer
Eksosfer adalah lapsan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya Zodiakal.

Komposisi dari atmosfer Bumi Gas-gas yang membentuk atmosfer

 

 

 

 

 

 

Atmosfer Bumi terdiri dari:

  • Nitrogen (N_2, 78 \%)
  • Oksigen (O_2, 21 \%)
  • Argon (Ar, 1 \%)
  • Air (H_2O, 0-7 \%)
  • Ozon (O, 0-0.01 \%)
  • Karbondioksida (CO_2, 0.01-0.1 \%)

 


0 comments:

Posting Komentar