Kisah dimulai dengan Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa semester II di Universitas Harvard, yang menciptakan sebuah platform kencan untuk teman-teman sekelasnya. Terinspirasi oleh situs Hot or Not, Zuckerberg menamai platformnya Facemash.com.
Platform ini menampilkan dua foto pasangan (pria dan wanita) dan anggota platform diberi kesempatan untuk memilih pasangan yang dianggap paling "hot". Untuk mendapatkan foto-foto pasangan tersebut, Zuckerberg dengan berani mencari foto-foto rekan-rekannya dengan cara mendatangi mereka satu per satu untuk meminta izin.
Bahkan, ia sampai melakukan tindakan yang melanggar privasi dengan membobol akses jaringan komputer kampus untuk mengumpulkan foto tambahan. Aksi tersebut akhirnya terungkap dan kampus mengambil tindakan dengan memblokir platform Facemash.com serta mengancam akan mengeluarkan Zuckerberg dari kampus. Meskipun ancaman itu tidak terlaksana, Zuckerberg membela diri dengan menyatakan bahwa tindakan kampus sebenarnya wajar, namun mereka tidak menyadari potensi platform tersebut sebagai alat promosi untuk kampus mereka. Ia meyakinkan bahwa, suatu saat nanti pasti akan ada orang lain yang mengembangkan platform serupa.
Pada tahun 2004, tanpa merasa jera, pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg menciptakan sebuah platform baru yang diberi nama "TheFacebook" yang dapat diakses melalui URL: http://www.thefacebook.com. Dengan situs baru ini, Zuckerberg dengan sinis mengatakan, "Menurutku usaha pihak kampus yang ingin menciptakan media pertukaran informasi antara anggota akademisi yang membutuhkan waktu bertahun-tahun adalah sesuatu yang konyol. Dengan situs ini, aku bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu seminggu."
Ketika diluncurkan, "The Facebook" hanya tersedia untuk kalangan mahasiswa Harvard. Dan sungguh mengejutkan! Dalam waktu satu bulan, pengguna situs ini sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard pada saat itu.
Kemudian, sejumlah teman Zuckerberg bergabung untuk memperkuat tim thefacebook.com. Mereka termasuk Eduardo Saverin (analis bisnis), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes.
Pada bulan Maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di Boston, AS, serta ke beberapa kampus terkenal seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Dengan cepat, situs ini menyebar ke hampir semua kampus di AS dan Kanada.
Pada bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum, dan Moskovitz pindah ke markas mereka di Palo Alto, California. Mereka dibantu oleh Adam D'Angelo dan Sean Parker. Di pertengahan tahun 2004, thefacebook.com menerima investasi pertamanya dari salah satu pendiri PayPal, Pieter Thiel. Pada bulan Mei 2005, thefacebook.com mendapatkan suntikan dana hasil kerjasama dengan Accel Partners. Pada tanggal 23 Agustus 2005, thefacebook resmi membeli nama domain mereka dari Aboutface.com dengan harga USD 200.000 dan mulai menggunakan nama domain facebook.com.
Pada tahun 2005, Facebook mulai memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA dan beberapa universitas di Meksiko, Inggris Raya, Australia, dan Selandia Baru juga sudah bisa mengakses jaringan Facebook.
Pada awal tahun 2006, Facebook disebut-sebut akan diakuisisi oleh sebuah perusahaan dengan harga USD 750 juta, bahkan tawarannya mencapai USD 2 miliar. Namun kabar tersebut tidak terbukti. Pada bulan April 2006, Facebook menerima suntikan dana segar sebesar USD 25 juta dari Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners. Pada bulan Mei tahun yang sama, Facebook mulai merambah ke Asia melalui India. Di pertengahan tahun, giliran Israel dan Jerman menjadi sasaran ekspansi Facebook.
Pada tanggal 11 September 2006, Facebook mengubah status pendaftarannya menjadi "bebas untuk bergabung" bagi semua pemilik alamat email yang valid di seluruh dunia.
Pada bulan September 2007, Microsoft mengumumkan bahwa mereka telah membeli 1,6% saham Facebook senilai USD 15 miliar. Dalam kesepakatan ini, Microsoft juga mendapat hak untuk menampilkan iklan mereka di platform Facebook.






0 comments:
Posting Komentar