Empat tahun lalu, saya telah mengidentifikasi lima kata yang sering salah ditulis. Untuk postingan kali ini, saya akan menambahkan lima kata lagi yang sering membuat penulis dan jurnalis keliru. Berikut penjelasannya:
1. Standarisasi
Seringkali orang menulis standarisasi sebagai standardisasi. Sebagai contoh, "Ini Kriteria Standarisasi Kawasan Industri." Sebenarnya, standarisasi adalah kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu standardization. Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah standarisasi, bukan standardisasi.
2. Asas
Kata asas sering kali salah ditulis sebagai azas. Contohnya, "Mengenal 5 Azas Hukum Perjanjian" dan "BNI Minta BI Tegas Terapkan Azas Resiprokal." Faktanya, kata asas berasal dari bahasa Arab, yaitu asas. Oleh karena itu, penulisan yang benar adalah asas, bukan azas.
3. Mencolok
Mencolok sering disalahartikan sebagai menyolok. Sebagai contoh, "Kapolri Imbau Pemudik Tidak Gunakan Perhiasan Menyolok." Namun sebenarnya, dalam KBBI hanya ada kata colok. Maka dari itu, penulisan yang benar adalah mencolok, bukan menyolok.
4. Risiko
Resiko sering kali disalah tulis sebagai risiko. Seperti contoh, "Inilah Resiko Mengunduh BBM for iPhone & Android." Padahal, risiko adalah kata yang benar, bukan resiko. Kata ini merupakan serapan dari bahasa Inggris, yaitu risk.
5. Izin
Izin sering kali keliru ditulis sebagai ijin. Seperti contoh, "Bermasalah, BPLHD periksa ijin lingkungan Gateway Pasteur." Namun sebenarnya, izin berasal dari bahasa Arab. Sehingga penulisan yang benar adalah izin, bukan ijin.
Semoga penjelasan di atas dapat membantu memperbaiki penulisan yang sering keliru.
Minggu, 26 April 2026
Filled Under
Trik Dan Tips
Ada lima kata lagi yang sering salah eja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar